Impor Beras Banyak Kendala, Bulog: Masih Diupayakan sampai Akhir Desember 2022

Direktur Utama Perum BULOG Budi Waseso ikut mendampingi Menteri Perdagangan Zulkufli Hasan sidak ke pasar induk beras Cipinang dalam rangka memastikan ketersediaan beras.Jakarta 3 Oktober 2022

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah telah bersiap melakukan impor beras hingga 200 ribu ton akhir tahun ini. Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengatakan hingga kini pemerintah masih berupaya mencari negara pengekspor beras dengan harga yang sesuai dengan harga pokok penjualan (HPP) yang telah ditetapkan, yakni Rp 9 ribu per kilogram. 

"Ini 200 ribu juga sudah dalam upaya, ya. Kita upayakan sampai Desember," ucapnya saat ditemui di Gedung DPR RI, Jakarta Selatan pada Rabu, 7 Desember 2022. 

Pemerintah sepakat melakukan impor beras sebanyak 200 ribu ton setelah Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengadakan rapat terbatas. Menteri Perdagangan juga telah meneken surat izin impor beras sebesar 500 ribu ton hingga akhir 2022.

Sementara Bulog mengungkapkan kondisi global saat ini membuat impor beras tidak mudah. Situasi geopolitik antara Rusia dan Ukraina yang masih memanas membuat rantai pasokan pangan dunia menjadi terhambat, sehingga hampir seluruh negara penghasil beras menutup keran ekspor untuk melindungi ketahanan pangan masing-masing negaranya. 

Bahkan, kata Buwas, ada satu negara yang sudah bersedia mengekspor beras ke Indonesia namun memutus untuk membatalkannya. Musababnya negara tersebut tak siap mengirimkan beras dalam waktu singkat. Ditambah urusan izin yang menurutnya juga tidak mudah. 

Meski demikian, Buwas yakin Indonesia tak akan mengalami krisis beras. Pasalnya, data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan stok beras dalam negeri cukup, berada di rumah tangga hingga 60 persen. Tetapi cadangan beras pemerintah atau CBP lah yang jumlahnya sedang tiris. Alhasil, penambahan CBP melalui impor tetap diperlukan untuk stabilisasi harga atau juga kondisi darurat seperti bencana. 

Senada dengan Bulog, Badan Pangan Nasional (Bapanas) pun menyatakan akan terus mengupayakan impor beras sebanyak 200 juta ton, paling lambat 31 Desember 2022. Tetapi, Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi menuturkan tak tertutup kemungkinan impor akan dilakukan pada tahun depan. Pemerintah akan mempertimbangkan terlebih dulu dengan melihat perkembangan stok beras ke depan. 

"Kalau buat saya, Bulog harus tetap punya cadangan. Kita enggak tau nanti ada banjir, ada disaster, ada gempa, itu (cadangan beras) harus kita tetap punya. Buat saya di Bapanas, ketersediaan adalah nomor satu," ucap Arief.

Adapun, total beras yang kini tersedia di Perum Bulog per 6 Desember 2022 sebesar 494.202 ton. Total beras tersebut meliputi stok CBP 295.337 ton atau sebesar 59,76 persen dan stok komersil sebanyak 198.965 ton atau 40,24 persen. Dengan demikian, dibutuhkan setidaknya sekitar 700.000 ton untuk mencapai batas minimal stok CBP yang harus dipasok dari dalam negeri sebesar 500.000 ton dan 200.000 ton dari luar negeri.

RIANI SANUSI PUTRI 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Pemprov DKI Ganti Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya

7 jam lalu

Pemprov DKI Ganti Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya

Mayor Jenderal purnawiran Suko Pranoto diangkat sebagai Ketua Dewan Pengawas Pasar Jaya.


Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

19 jam lalu

Harga Beras Masih Tinggi, Mendag: Karena Distribusi Bulog Masih Terbatas ke Agen Besar

Zulhas masih menemukan harga beras medium yang melebihi harga yang dipatok oleh pemerintah yakni Rp 9.450 per kilogram. Apa penyebab harga tinggi itu?


Bulog dan Pemerintah Kota Bandung Sediakan 500 Ton Beras untuk Tekan Harga

1 hari lalu

Bulog dan Pemerintah Kota Bandung Sediakan 500 Ton Beras untuk Tekan Harga

Pemerintah Kota Bandung dan Bulog menyiapkan 500 ton beras medium untuk menekan kenaikan harga beras.


Ma'ruf Amin Buka Suara Soal Mafia Beras Hingga Kenaikan Harga Meski Telah Impor

3 hari lalu

Ma'ruf Amin Buka Suara Soal Mafia Beras Hingga Kenaikan Harga Meski Telah Impor

Wakil Presiden Ma'ruf Amin buka suara soal sengkarut beras yang terjadi di Tanah Air. Ia pun tak menampik soal keberadaan mafia beras.


Mentan Klaim Inflasi RI Rendah karena Kontribusi Pertanian

3 hari lalu

Mentan Klaim Inflasi RI Rendah karena Kontribusi Pertanian

Syahrul Yasin Limpo mengklaim inflasi Indonesia rendah selama tiga tahun berturut-turut karena kontribusi besar dari sektor pertanian.


Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

3 hari lalu

Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

Ridwan Kamil mengatakan dengan adanya kenaikan harga beras, pihaknya akan melakukan intervensi ke pasar.


Bulog Bangka Belitung Tambah Pasokan Beras 500 Ton usai Hari Raya Imlek

6 hari lalu

Bulog Bangka Belitung Tambah Pasokan Beras 500 Ton usai Hari Raya Imlek

Saat ini stok beras yang ada di gudang tersisa 42 ton dan masih cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga bulan depan.


Buwas Cerita Soal Distributor Nakal Mencampur Beras Impor dan Dikirim Kembali ke Bulog

7 hari lalu

Buwas Cerita Soal Distributor Nakal Mencampur Beras Impor dan Dikirim Kembali ke Bulog

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengungkapkan suplier nakal yang mencampur beras hasil impor Bulog dengan beras medium lokal.


Terkini Bisnis: Bos Bulog Cerita Pengaruh Mafia Beras dan Nasib Haji Amin Usai Viral Rp 500 T

7 hari lalu

Terkini Bisnis: Bos Bulog Cerita Pengaruh Mafia Beras dan Nasib Haji Amin Usai Viral Rp 500 T

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu malam, 21 Januari 2023 dimulai dari Bulog mengakui masih ada mafia beras


Akui Masih Ada Mafia, Bos Bulog Minta 700 Pengusaha Beras Beli Langsung Tanpa Perantara

7 hari lalu

Akui Masih Ada Mafia, Bos Bulog Minta 700 Pengusaha Beras Beli Langsung Tanpa Perantara

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas mengakui masih ada mafia beras di Tanah Air yang membuat harga komoditas ini terus naik.