Menperin: Industri Farmasi Kuasai Pasar Domestik, Tapi 90 Persen Bahan Bakunya Masih Impor

Ilustrasi pembuatan obat di pabrik. Shutterstock

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan saat ini industri farmasi nasional telah menguasai pasar obat sekitar 89 persen. Namun, 90 persen bahan baktu obat (BBO) aktif maupun bahan baku penolong yang digunakan industri tersebut ternyata masih harus diimpor.

“Beberapa obat yang masih perlu diimpor di antaranya obat-obat yang masih dalam masa paten, berbagai jenis produk biologi, dan obat-obat dengan bentuk dosis yang spesiifik seperti aerosol, inhaler, atau pen insulim,” ujar Agus Gumiwang dalam rapat kerja bersama Komisi VII DPR RI, Rabu, 7 Desember 2022. 

Baca:Industri Farmasi Mengaku Terpukul Selama Obat Sirup Ditarik dari Peredaran

Saat ini, Agus melanjutkan, pemerintah pun berupaya melakukan transformasi sistem kesehatan. Salah satunya dengan meningkatkan ketahanan sektor farmasi melalui penggunaan produk lokal, produk farmasi berbasis biologi, vaksin, dan bahan aktif obat.

Sejumlah industri farmasi dalam negeri pun, kata Agus, telah menyampaikan komitmennya kepada Kemenperin untuk mengganti penggunaan bahan baku impor dengan bahan baku lokal. “Salah satu program yang kami dorong yaitu OMAI atau Obat Modern Asli Indonesia." 

Kemenperin juga mengambil kebijakan dalam rangka pengembangan industri tersebut. Di antaranya dengan peningkatan penggunaan produk dalam negeri, pemberian insentif berupa tax holiday dan tax allowance, serta pengembangan industri bahan baku.

Kendati begitu, Agus masih melihat sejumlah tantangan dan masalah dalam sektor industri farmasi tanah air. Misalnya, masa berlaku yang terlalu singkat untuk sertifikat tingkat komponen dalam negeri atau TKDN, yakni hanya dua tahun. Kemudian ketergantungan pada bahan baku aktif dan penolong, serta belum berkembangnya industri intermediate sebagai bahan baku obat di hulu. 

Oleh sebab itu, Agus bakal mengambil sejumlah langkah solutif, seperti mengubah maa berlaku sertifikat TKDN sehingga mengacu pada masa berlaku nomor izin obat—bukan dengan ketetapan 2 tahun. Selain itu, mendukung pemanfaatan bahan baku obat produksi dalam negeri melalui TKDN sebagai salah satu kriteria pengadaan obat nasional dan penguatan sektor fitofarmaka. 

“Terakhir, Kemenperin akan melakukan penguatan struktur industri bahan baku obat dengan memproduksi bahan dasar, bahan intermediate, dan bahan aktif yang selama ini masih diimpor,” kata Agus. 

Baca juga: Gagal Ginjal Akut Anak, Kemendag Temui Asosiasi Perusahaan Farmasi dan Distributor

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Ada Pedagang Diduga Oplos Beras Bulog dengan Beras Lain, Harga Rp 8.300 Jadi Rp 12 Ribu

17 jam lalu

Ada Pedagang Diduga Oplos Beras Bulog dengan Beras Lain, Harga Rp 8.300 Jadi Rp 12 Ribu

Pamrihadi Wiraryo menyebut dugaan ada pedagang mengoplos beras Bulog dengan beras lainnya dan dimasukkan dalam kemasan premium.


Komentari soal PDIP Enggan Berkoalisi dengan Partai Doyan Impor, NasDem: Tak Boleh Arogan

1 hari lalu

Komentari soal PDIP Enggan Berkoalisi dengan Partai Doyan Impor, NasDem: Tak Boleh Arogan

Willy Aditya menanggapi pernyataan Seketaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto yang mengatakan pihaknya enggan berkoalisi dengan partai doyan impor


Mengenal Apa Itu Ekspor Impor, Tujuan, dan Contohnya

2 hari lalu

Mengenal Apa Itu Ekspor Impor, Tujuan, dan Contohnya

Untuk menjaga perekonomian suatu negara, kegiatan ekspor dan impor perlu terus dilakukan. Tak terkecuali Indonesia. Ini penjelasan soal ekspor impor.


Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

3 hari lalu

Buwas Sebut Butuh 100 Ribu Ton Gula Kristal Putih Menjelang Ramadan: Bulog Tak Dapat Kuota Impor

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso atau Buwas mengaku pihaknya tak mendapat kuota impor gula konsumsi atau gula kristal putih sama sekali.


Kemenperin: Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia Terbaik di Asia

4 hari lalu

Kemenperin: Ekosistem Kendaraan Listrik Indonesia Terbaik di Asia

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengatakan bahwa ekosistem kendaraan listrik Indonesia adalah yang terbaik di Asia.


Terkini: Rekam Jejak Pemilik Meikarta Mochtar Riady, Insentif Kendaraan Listrik

10 hari lalu

Terkini: Rekam Jejak Pemilik Meikarta Mochtar Riady, Insentif Kendaraan Listrik

Rekam jejak pemilik Meikarta Mochtar Riady dan Menperin Agus Gumiwang menyebut insentif kendaraan listrik yang masih dalam tahap finalisasi.


Soal Insentif Kendaraan Listrik, Menperin: Sedang Difinalisasi

10 hari lalu

Soal Insentif Kendaraan Listrik, Menperin: Sedang Difinalisasi

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmta mengatakan program insentif kendaraan listrik sudah dibahas oleh Presiden Joko Widodo alias Jokowi. Namun hingga saat ini, masih dalam tahap finalisasi.


Kemenperin: Realisasi Anggaran 2022 Capai 98,13 Persen, Sekitar Rp2,53 Triliun

11 hari lalu

Kemenperin: Realisasi Anggaran 2022 Capai 98,13 Persen, Sekitar Rp2,53 Triliun

Kementerian Keuangan menggelontorkan anggaran sebesar Rp2,582 triliun kepada Kemenperin untuk menjalankan programnya.


Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

11 hari lalu

Surplus 1,5 Ton Beras, Ridwan Kamil Sebut Jawa Barat Tidak Perlu Impor

Ridwan Kamil mengatakan dengan adanya kenaikan harga beras, pihaknya akan melakukan intervensi ke pasar.


MTI: Insentif Kendaraan Listrik Sebaiknya Diberikan di Wilayah yang Sulit Akses BBM

12 hari lalu

MTI: Insentif Kendaraan Listrik Sebaiknya Diberikan di Wilayah yang Sulit Akses BBM

Ketua Bidang Advokasi MTI Djoko Setijowarno menanggapi soal rencana pemerintah memberikan insentif pembelian kendaraan listrik.