Harga Kebutuhan Pokok Terus Naik, Pengusaha Warteg Pesimistis Bisa Lanjutkan Usaha

Pedagang Warteg menunggu pembeli datang di sebuah warteg saat Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat di Jawa dan Bali di Jakarta, Kamis 28 Januari 2021. Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara) menyatakan, sekitar 50 persen atau 20.000 unit warteg di Jabodetabek terancam gulung tikar pada 2021. Hal itu disebabkan karena tidak mampu membayar atau memperpanjang sewa tempat akibat pandemi Covid-19. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta -Kenaikan harga kebutuhan pokok secara bersamaan mulai membuat pengusaha warteg gelisah. Ketua Koordinator Warteg Nusantara (Kowantara) Mukroni bahkan mengatakan pengusaha warteg skala kecil pesimistis bisa melanjutkan usaha.

“Minyak, cabai, bawang, beras, telur, daging ayam, semua naik. Yang stagnan harga ikan,” ujar Mukroni kepada Tempo, Minggu, 4 Desember 2022. 

Meski mengeluarkan modal lebih banyak, Mukroni mengatakan pengusaha warteg belum berani menaikkan harga jual. Sebab sejak harga bahan bakar minyak atau BBM naik awal September lalu, daya beli konsumen juga mulai menurun. Keuntungan warteg saat ini pun, lanjut Mukroni, belum pulih seperti masa sebelum pandemi Covid-19.

“Baru sebatas mengurangi porsi. Tapi sampai kapan kalau harga sembako semakin liar dan tidak terkendali?” ucap Mukroni. 

Situasi berat ini, kata Mukroni, membuat  pengusaha warteg ancang-ancang untuk tidak melanjutkan usahanya. Mukroni berujar warteg skala kecil hanya menunggu kontrakan habis. Setelah itu, banyak yang tidak memperpanjang usaha karena pesimistis terhadap kondisi ekonominya. 

Padahal, warteg skala kecil jumlahnya lebih dari separuh jumlah warteg yang ada. “Dari separuh warteg itu, yang 60 persen pesimis bisa meneruskan usaha,” ujar Mukroni. 

Adapun berdasarkan catatan Kowantara, Mukroni menyebut warteg yang aktif se-Jabodetabek jumlahnya lebih dari seribu. Sedangkan data yang masuk Kowantara sudah lebih dari 10 ribu warteg dari total sekitar 50 ribu warteg di Jabodetabek. 

Berdasarkan data dari Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kementerian Perdagangan per Jumat, 2 Desember 2022, harga beras premium masih berada di level Rp 12.900 per kilogram. Kemudian harga minyak goreng kemasan sederhana mencapai Rp 16.400 per kilogram atau naik 0,61 persen dari harga sebelumnya Rp 16.300 pada Kamis, 1 Desember 2022.

Kemudian harga cabai merah besar tercatat Rp 35.600 atau naik 0,85 persen dari harga sebelumnya Rp 35.300 per kilogram. Sedangkan harga cabai merah keriting naik 0,26 dari Rp 34.400 menjadi Rp 34.600 per kilogram. 

Adapun cabai rawit merah naik 0,63 persen dari Rp 47.900 menjadi Rp 48.200 per kilogram. Sementara itu, harga bawang meran naik 0,27 persen menjadi Rp 37.100 dari harga sebelumnya sebesar Rp 37.000 per kilogram. 

Kebutuhan lain yang baru-baru mengalami kenaikan harga adalah telur ayam. Namun, Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi berjanji akan menstabilisasi harga telur yang kini telah menembus di atas Rp 30 ribu per kilogram. Dia menargetkan harga telur di tingkat konsumen sebesar Rp 27 ribu sesuai harga acuan pembelian (HAP). 

"Kami optimalkan sehingga tidak terlalu jauh dari HAP," ujarnya saat ditemui di Komplek Gelora Bung Karno, Jakarta pada Minggu, 4 Desember 2022. 

Pasalnya, kata dia, HAP yang ditetapkan pemerintah sudah bisa mengakomodir keuntungan di tingkat petani, peternak, dan pedagang. Selain itu, HAP juga dinilai sebagai harga terbaik untuk konsumen saat ini.

RIRI RAHAYU | RIANI SANUSI PUTRI

Baca Juga: Dampak Harga Beras Naik: Penjualan Melambat hingga Warteg Kurang Porsi

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Betulkah Pengusaha Ritel Tak Ambil Margin dari Penjualan Beras Bulog? Ini Kata Aprindo

47 menit lalu

Betulkah Pengusaha Ritel Tak Ambil Margin dari Penjualan Beras Bulog? Ini Kata Aprindo

Buwas mengklaim pengusaha ritel tidak mendapatkan margin sama sekali dari penjualan beras Bulog ukuran 5 kilogram seharga Rp 47.250.


Dugaan Pembunuhan, Mantan Gubernur di Rusia Dituntut 23 Tahun Penjara

9 jam lalu

Dugaan Pembunuhan, Mantan Gubernur di Rusia Dituntut 23 Tahun Penjara

Jaksa menuntut hukuman 23 tahun penjara pada Sergey Furgal, mantan gubernur Khabarovsk, Rusia atas tuduhan mengorganisir serangan


Siapa yang Boleh Gunakan Tenaga Kerja Asing di Indonesia?

11 hari lalu

Siapa yang Boleh Gunakan Tenaga Kerja Asing di Indonesia?

Berikut beberapa prosedur dan syarat tenaga kerja asing atau TKA bisa bekerja di Indonesia.


Terpopuler: Holland Bakery Diserbu Pembeli, Sri Mulyani Kurangi Insentif Dunia Usaha

11 hari lalu

Terpopuler: Holland Bakery Diserbu Pembeli, Sri Mulyani Kurangi Insentif Dunia Usaha

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis hingga Sabtu malam hampir semuanya dikuasai oleh Holland Bakery hingga Sri Mulyani kurangi insentif pengusaha.


50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

11 hari lalu

50 UMKM Malaysia Promosikan Produk Kreatif di Batam

Rangkaian acara tersebut diharapkan tidak hanya bermanfaat untuk usaha kreatif pengusaha Malaysia tetapi juga Kota Batam.


Revisi PP Devisa Hasil Ekspor, Menteri Keuangan Sri Mulyani Sebut Bakal Tambah Sektor Manufaktur

12 hari lalu

Revisi PP Devisa Hasil Ekspor, Menteri Keuangan Sri Mulyani Sebut Bakal Tambah Sektor Manufaktur

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan pemerintah bakal memperlebar sektor usaha devisa hasil ekspor (DHE) yang wajib ditahan di dalam negeri.


Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

13 hari lalu

Bos Samsung Indonesia: Pencabutan PPKM Beri Angin Segar Bagi Pengusaha

Presiden Jokowi secara resmi menghentikan PPKM pada Jumat, 30 Desember 2022.


Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

16 hari lalu

Mendag: Pengusaha RI dan Arab Saudi Sepakat Kerja Sama dengan Nilai Kontrak Rp2,3 Triliun

Penandatanganan terdiri atas kontrak dagang, perjanjian kerja sama, dan MoU, yang dilakukan di Kantor Federation Saudi Chamber di Jeddah, Arab Saudi.


Jokowi Minta ke Bupati hingga Gubernur: Sering-sering Masuk Pasar, Cek Betul di Lapangan

23 hari lalu

Jokowi Minta ke Bupati hingga Gubernur: Sering-sering Masuk Pasar, Cek Betul di Lapangan

Jokowi meminta seluruh pemerintah daerah mulai dari gubernur hingga wali kota dan bupati untuk rajin memantau harga kebutuhan pokok di lapangan.


Ganjar Minta Semua Pihak Tertib Pantau Harga Kebutuhan Pokok dan Lebih Rajin Turun ke Pasar

26 hari lalu

Ganjar Minta Semua Pihak Tertib Pantau Harga Kebutuhan Pokok dan Lebih Rajin Turun ke Pasar

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta seluruh pemangku kebijakan lebih disiplin memantau pergerakan harga kebutuhan pokok.