Industri Farmasi Mengaku Terpukul Selama Obat Sirup Ditarik dari Peredaran

Apoteker memeriksa stok obat sirop yang terindikasi mengandung Etilen Glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) diatas ambang batas, untuk ditarik dan dikembalikan kepada distributor di Apotek Samudra Farma, Purwokerto, Banyumas, Jateng, Jumat 21 Oktober 2022. Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Banyumas menghentikan penjualan semua produk obat sirop setelah mendapat instruksi dari Kemenkes dan mengembalikan lima produk yang sudah terindikasi berbahaya sesuai temuan BPOM kepada distributor.ANTARA FOTO/Idhad Zakaria

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Noffendri Roestam mengakui industri farmasi sempat terpukul karena penarikan obat sirup karena kasus kandungan yang dianggap berbahaya. Industri bahkan menyetop produksi obat sirup di pasaran. 

"Untuk produksi obat sendiri dilakukan sesuai permintaan pasar. Misalnya yang izinnya sudah dicabut, berarti sudah stop produksi,” ujar Noffendri ketika dihubungi oleh Tempo pada Sabtu, 3 Desember 2022. 

Baca: Temuan Baru BPOM: Ada Aspek Pemalsuan Kandungan Bahan Baku Obat Sirup

Sebelumnya, obat sirup dilarang beredar karena mengandung etilen glikol dan dietilen glikol yang tidak sesuai batas yang diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). BPOM kemudian melakukan proses uji. 

“Jadi ini merupakan pukulan berat bagi industri farmasi,” kata Noffendri.

Selama pengujian berlangsung, obat sirup yang ditarik dari peredaran itu kemudian dikarantina.  Ada pula yang izinnya dicabut. Namun kini, setelah pengecekan, BPOM menyatakan 172 obat sirup aman dan industri bisa kembali mengedarkan produk tersebut. 

“Nah yang dikarantinakan kalau sudah boleh diedarkan ya dijual, sudah langsung ada di apotek,” kata dia.

Noffendri melanjutkan, ada beberapa obat sirup yang paling banyak dicari selama keberadaannya ditarik di peredaran. Misalnya, obat sirup untuk anak, seperti obat batuk dan flu. Dalam pantauan IAI, setelah BPOM menyatakan 172 produk obat sirup dari 22 industri farmasi telah memenuhi ketentuan dan dapat kembali diedarkan, kini obat sirup tersebut sudah dijual di rak-rak toko obat.

Direktur Eksekutif Gabungan Perusahaan Farmasi Indonesia Elfiano Rizaldi menkonfirmasi kabar bahwa obat sirup sudah dapat kembali dijual di apotek. Ia mengatakan produk yang aman akan diedarkan oleh produsen industri farmasi dan segera distribusikan oleh distributor nya ke seluruh fasilitas kesehatan. 

DEFARA DHANYA PARAMITHA

Baca juga: Komunitas Konsumen Indonesia Gugat BPOM ke PTUN dan Tuntut Permintaan Maaf

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

7 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut pada Anak, Bareskrim Polri Serahkan Berkas Perkara PT Afi Farma ke Kejaksaan

Bareskrim Polri telah menyerahkan berkas kasus gagal ginjal akut pada anak ke Kejaksaan Agung dengan tersangka korpasi PT Afi Farma.


Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

18 hari lalu

Bareskrim Polri Kembali Tetapkan Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut

Ahmad menyebut Polri masih akan terus melakukan pengejaran terhadap para tersangka kasus gagal ginjal akut.


Kasus Gagal Ginjal Akut, Kapolri Sebut Sudah Ada 5 Perusahaan Jadi Tersangka

28 hari lalu

Kasus Gagal Ginjal Akut, Kapolri Sebut Sudah Ada 5 Perusahaan Jadi Tersangka

Bareskrim sudah menetapkan 5 perusahaan sebagai tersangka dalam kasus gagal ginjal akut atipikal pada anak.


Diduga Tewaskan 19 Anak Uzbekistan, Produsen Obat Sirup India Hentikan Produksi

29 hari lalu

Diduga Tewaskan 19 Anak Uzbekistan, Produsen Obat Sirup India Hentikan Produksi

Produsen obat sirup batuk India yang dikaitkan dengan kematian 19 anak di Uzbekistan telah menghentikan produksi semua obat.


Sorotan Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia dalam Kaleidoskop 2022

29 hari lalu

Sorotan Kasus Gagal Ginjal Akut di Indonesia dalam Kaleidoskop 2022

Gagal ginjal akut salah satu kasus masalah kesehatan terbesar pada 2022


Uzbekistan: 18 Anak Tewas setelah Minum Obat Sirup dari India

30 hari lalu

Uzbekistan: 18 Anak Tewas setelah Minum Obat Sirup dari India

Uzbekistan mengatakan 18 dari 21 anak yang meminum obat sirup asal India saat menderita penyakit pernapasan akut meninggal setelah mengonsumsinya


Komnas HAM Akan Panggil BPOM Soal Kasus Gagal Ginjal Akut

50 hari lalu

Komnas HAM Akan Panggil BPOM Soal Kasus Gagal Ginjal Akut

Anggota Komnas HAM, Hari Kurniawan menyatakan BPOM telah dua kali mangkir dari pemanggilan mereka dalam penelusuran terhadap kasus gagal ginjal akut.


Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Mengadu ke Komnas HAM, Pemerintah Disebut Kurang Perhatian

50 hari lalu

Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Mengadu ke Komnas HAM, Pemerintah Disebut Kurang Perhatian

keluarga korban gagal ginjal akut mengadu ke Komnas HAM karena pemerintah kurang memerhatikan mereka.


Jangan Sembarangan, Begini Cara Membuang Obat Kedaluwarsa dengan Benar

51 hari lalu

Jangan Sembarangan, Begini Cara Membuang Obat Kedaluwarsa dengan Benar

Membuang obat kedaluwarsa dan tidak terpakai dengan aman dapat membantu melindungi anak-anak, hewan peliharaan, dan lain sebagainya.


Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Melapor ke Bareskrim Polri

51 hari lalu

Keluarga Korban Gagal Ginjal Akut Melapor ke Bareskrim Polri

Keluarga korban Gagal Ginjal Akut melapor ke Bareskrim Polri karena para tersangka belum dijerat dengan pasal pembunuhan.