Kadin: Industri Fashion Sumbang 17 Persen Ekonomi Kreatif, tapi Berefek ke Emisi Karbon

Pekerja memilah limbah sisa kain di tempat pengepul limbah tekstil, Jakarta, 4 Februari 2020. Laporan dari Ellen McArthur Foundation mengatakan industri tekstil saat ini masih menggunakan cara usang yaitu dengan model ekonomi linier (buat-gunakan-buang). Cara itu menghasilkan timbunan limbah dan polusi dari bisnis busana sedunia (diperkirakan mencapai nilai US$500 miliar per tahun). ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia Arsjad Rasjid mengatakan pasar industri fashion sangat luas serta memiliki tren yang sangat dinamis. Industri ini telah memberikan kontribusi besar terhadap sektor ekonomi kreatif. 

“Dari sisi ekonomi, industri fashion adalah salah satu kontributor utama pertumbuhan kreatif yang menguasai 17 persen ekonomi kreatif di Indonesia,” ujar Arsjad dalam acara Indonesia Sustainable Fashion Conference di Menara KADIN, Jakarta, pada Selasa, 29 November 2022.

Meskipun begitu, industri fashion memiliki efek samping terhadap lingkungan lantaran berkaitan erat dengan industri tekstil. Industri tersebut, kata dia, menyumbang 10 persen emisi karbon di dunia.

Baca: Cerita Pengusaha Tekstil di Bandung: Berhenti Produksi dan Jual Mesin Jahit

Selain itu,limbah tekstil adalah pencemar air kedua terburuk di dunia setelah limbah industri. “Indonesia sendiri, dari 33 juta ton pakaian yang diproduksi, hampir 1 juta ton berakhir di tempat sampah setiap tahunnya,” kata dia. 

Dengan begitu, Arsjad menekankan aspek berkelanjutan pada industri fashion perlu menjadi perhatian. “Kita bergerak bersama mewujudkan target net zero emission dan mendukung transformasi Indonesia menuju prekonomian hijau yang berkelanjutan,” ucapnya.

Deputi Bidang Ekonomi Bappenas Amalia Adininggar Widyasanti--yang akrab disapa Winny--mengatakan, jika Indonesia bisa bergeser ke arah industri tekstil yang lebih berkelanjutan, kondisi ini bisa meningkatkan daya saing produk dalam negeri. 

“Kan kita harus mencari ruang-ruang baru. Industrialisasi menjadi kunci dari transformasi ekonomi indonesia,” ujar Winny. Ia melanjutkan, industri fashion dan tekstil harus bergerak menggunakan energi yang lebih ramah lingkungan dan rendah karbon. “Kalau kita tidak menuju ke situ, kita kehilangan pasar. Jadi harus segera beralih,” ucapnya.

DEFARA DHANYA PARAMITHA

Baca: Cegah PHK, Pengusaha Minta Importir Tekstil Ilegal Ditindak dan Pasar Ekspor Baru Digenjot

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Bakal Kunjungi Indonesia, Direktur Kadin Ukraina: Perdagangan dengan RI Rp 18,7 T Sebelum Perang

8 jam lalu

Bakal Kunjungi Indonesia, Direktur Kadin Ukraina: Perdagangan dengan RI Rp 18,7 T Sebelum Perang

Delegasi Ukraina bakal mengunjungi Indonesia bulan ini.


Delegasi Ukraina Kunjungi Indonesia di Tengah Perang dengan Rusia

9 jam lalu

Delegasi Ukraina Kunjungi Indonesia di Tengah Perang dengan Rusia

Utusan Ukraina akan mengunjungi Indonesia. Perdagangan Indonesia - Ukraina sebelum invasi Rusia mencapai Rp 18 triliun per tahun sebelum perang.


Tips Fashion: Pakaian dan Motif untuk Orang Bertubuh Kurus dan Gemuk

1 hari lalu

Tips Fashion: Pakaian dan Motif untuk Orang Bertubuh Kurus dan Gemuk

Orang dengan tubuh kurus atau gemuk tetap bisa bergaya dengan jenis pakaian dan motif yang tepat untuk ukuran tubuhnya. Berikut tips fashion.


Insentif Kendaraan Listrik, Bambang Soesatyo Jelaskan Efeknya

1 hari lalu

Insentif Kendaraan Listrik, Bambang Soesatyo Jelaskan Efeknya

Bambang Soesatyo juga menilai pemberian insentif kendaraan listrik ini bisa mempercepat Indonesia untuk mencapai target nol emisi karbon.


Gigi Hadid Paling Takut Menjalani Perawatan Kulit Ini

2 hari lalu

Gigi Hadid Paling Takut Menjalani Perawatan Kulit Ini

Gigi Hadid berbagi rahasia kecantikan dan rutinitas perawatan kulitnya


Sukses Lindungi dan Rawat Budaya Membuat Bhutan Masuk Negara Paling Bahagia Sedunia

3 hari lalu

Sukses Lindungi dan Rawat Budaya Membuat Bhutan Masuk Negara Paling Bahagia Sedunia

Banyak orang mengira Bhutan negara miskin, sebaliknya negara yang makmur, tingkat kemiskinan kurang dari 1% sehingga siapapun bisa tinggal di Bhutan.


300 Pelaku Industri Fashion Se-Indonesia Kumpul di Yogyakarta, Bahas Tren Hingga Pamerkan Karya Terbaru

4 hari lalu

300 Pelaku Industri Fashion Se-Indonesia Kumpul di Yogyakarta, Bahas Tren Hingga Pamerkan Karya Terbaru

Dalam perhelatan yang digelar di Rich Jogja Hotel itu, temanya adalah 'Perkuat Kolaborasi Menuju Fashion Indonesia Berbasis Wastra Nusantara Mendunia'


5 Fakta Menarik tentang Song Hye Kyo

4 hari lalu

5 Fakta Menarik tentang Song Hye Kyo

Song Hye Kyo termasuk aktris Korea dengan bayaran tertinggi


Jadi Tuan Rumah Asean-BAC, Bos Kadin: Asia Tenggara Episentrum Pertumbuhan Global

5 hari lalu

Jadi Tuan Rumah Asean-BAC, Bos Kadin: Asia Tenggara Episentrum Pertumbuhan Global

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menggelar Asean-Business Advisory Council atau BAC 2023.


Sabato De Sarno dari Valentino Ditunjuk Menjadi Direktur Kreatif Gucci

6 hari lalu

Sabato De Sarno dari Valentino Ditunjuk Menjadi Direktur Kreatif Gucci

Sabato De Sarno sebelumnnya menjadi Fashion Director di Valentino, kini ia ditunjuk sebagai pengganti Alessandro Michele