Jokowi Menyayangkan APBD yang Masih Mengendap Rp 278 Triliun: Ini Keliru Besar

Presiden Joko Widodo didampingi Mensesneg Pratikno (kedua kanan), Kepala BIN Budi Gunawan (kiri), dan Gubernur Bali I Wayan Koster (kanan) berjalan usai memberi keterangan pers di VVIP I Bandara I Gusti Ngurah Rai, Badung, Bali, Kamis 17 November 2022. Presiden Joko Widodo akan bertolak menuju Bangkok, Thailand untuk menghadiri KTT APEC ke-29. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta -Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyinggung soal anggaran pendapatan dan belanja daerah atau APBD yang belum dibelanjakan hingga mengendap di bank sebanyak Rp 278 triliun.

Jokowi amat menyayangkan hal tersebut terjadi, karena pemerintah pusat tengah mencari-cari investasi dari luar negeri agar perputaran uang di dalam negeri terus meningkat. 

"Kita pontang-panting cari arus modal masuk lewat investasi, tetapi uang yang di kantong sendiri tidak diinvestasikan. Hati-hati ini keliru besar," ucapnya saat memberikan sambutan di acara Rapat Koordinasi Nasional Investasi di Jakarta pada Rabu, 30 November 2022. 

Data tersebut ia peroleh dari Menteri Keuangan Sri Mulyani Rabu pagi. Uang sebesar Rp 278 triliun itu meliputi dana belanja kabupaten, kota, dan provinsi. Padahal pada tahun lalu, kata Jokowi, di bulan yang sama uang yang mengendap belum terbelanjakan biasanya hanya berkisar Rp 210 sampai 220 triliun

Ia mengatakan investasi asing yang tengah dikejar pemerintah pusat menjadi percuma apabila APBD sendiri tidak dibelanjakan. Apalagi jumlahnya sangat besar. Pasalnya bila dana itu dibelanjakan, maka sangat mempengaruhi pertumbuhan ekonomi di daerah-daerah. Karena itu ia memerintahkan Menteri Dalam Negeri untuk memeriksa satu persatu dan melaporkan padanya ada persoalan apa yang membuat daerah belum membelanjakan dananya. 

"Situasi sangat sulit, tetapi malah uangnya didiamkan di bank, tidak dibelanjakan. Gede banget Rp 278 triliun. Saya minta segera dibelanjakan," kata dia. 

Ia tak menampik bahwa belanja daerah biasanya memang dilakukan pada akhir tahun. Tapi menurut dia kali ini dana yang mengendap jauh lebih tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Ia mencatat realisasi belanja nasional kini sudah masuk ke angka 76 persen, sedangkan realisasi belanja daerah baru mencapai 62 persen. Sisa waktu hingga akhir tahun pun sudah semakin dekat. "Besok sudah Desember. Hati-hati. Ini keliru besar," tuturnya. 

Sebelumnya, Kementerian Dalam Negeri juga telah mengimbau pemerintah daerah agar mempercepat realisasi APBD serta tidak ragu dalam melaksanakan kegiatan dan anggaran."Daerah tidak perlu ragu melaksanakan kegiatan yang telah direncanakan dan sudah ditetapkan," kata Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni dalam keterangannya diterima di Jakarta Rabu, 9 November 2022.

Fatoni menekankan daerah perlu memulai kegiatan sejak awal tahun, sehingga masyarakat dapat segera merasakan dampak pembangunan. Selain itu, kualitas pelayanan publik juga bisa segera meningkat, sehingga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. 

Tujuan utamanya agar uang segera beredar di masyarakat hingga ekonomi di daerah bisa bergerak. Menurut dia pihak swasta juga akan terpancing untuk membelanjakan uangnya. Meskipun melakukan percepatan kegiatan, Fatoni tetap mengingatkan pemda agar memegang prinsip kecermatan dan kehati-hatian dalam merealisasikan anggaran.

Baca JugaAPBD DKI 2023 Disahkan Rp 83,78 Triliun, Berikut Rinciannya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Respons Pidato Jokowi, Dewan Pers: Kue Iklan Tak Merata, Banyak Konten Receh

6 menit lalu

Respons Pidato Jokowi, Dewan Pers: Kue Iklan Tak Merata, Banyak Konten Receh

Dewan Pers menanggapi pernyataan Presiden Jokowi soal belanja iklan media konvensional yang telah diambil oleh media digital terutama platform asing.


Bisnis Terkini: Luhut Ancam Penimbun Minyakita, Jokowi Sedih Belanja Iklan Diambil Media Digital Asing

1 jam lalu

Bisnis Terkini: Luhut Ancam Penimbun Minyakita, Jokowi Sedih Belanja Iklan Diambil Media Digital Asing

Lima berita ekonomi dan bisnis yang banyak dibaca. Menteri Luhut ancam penimbun Minyakita. Presiden Jokowi sedih belanja iklan diambil media asing.


Jokowi Tegur Luhut Soal Promosi Acara F1 Powerboat, Sandiaga: 25 Ribu Tiket Laris, Kami Tidak Khawatir

3 jam lalu

Jokowi Tegur Luhut Soal Promosi Acara F1 Powerboat, Sandiaga: 25 Ribu Tiket Laris, Kami Tidak Khawatir

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno buka suara soal teguran Presiden Joko Widodo alias Jokowi pada Luhut ihwal acara F1 Powerboat World Championship.


Jokowi Sedih Belanja Iklan Diambil Media Digital Asing, TikTok Raup Rp 158 Triliun dari Iklan

4 jam lalu

Jokowi Sedih Belanja Iklan Diambil Media Digital Asing, TikTok Raup Rp 158 Triliun dari Iklan

Jokowi sedih belanja iklan sebanyak 60 persen diambil media digital asing. Sebagai perbandingan, iklan TikTok meraup Rp 158 triliun secara global pada 2022.


Jokowi Sedih Belanja Iklan Direbut Platform Asing, TikTok Raup Rp 158 Triliun dari Iklan

4 jam lalu

Jokowi Sedih Belanja Iklan Direbut Platform Asing, TikTok Raup Rp 158 Triliun dari Iklan

Jokowi sedih belanja iklan sebanyak 60 persen diambil media digital asing. Sebagai perbandingan, iklan TikTok meraup Rp 158 triliun secara global pada 2022.


Presiden Jokowi: Sekarang Terminal Tidak Banyak Preman

4 jam lalu

Presiden Jokowi: Sekarang Terminal Tidak Banyak Preman

Presiden Jokowi mengatakan terminal bus sekarang bersih dan aman serta tidak banyak preman.


Jokowi Sedih 60 Persen Belanja Iklan Media Diambil Platform Asing

5 jam lalu

Jokowi Sedih 60 Persen Belanja Iklan Media Diambil Platform Asing

Jokowi menyebut ada dua Rancangan Peraturan Presiden atau Perpres yang sedang disiapkan untuk membantu media menghadapi platform-platform asing.


Jokowi Minta Perpres Baru Soal Media Selesai 1 Bulan: Saya Ikut Pembahasan

5 jam lalu

Jokowi Minta Perpres Baru Soal Media Selesai 1 Bulan: Saya Ikut Pembahasan

Jokowi meminta Kementerian Komunikasi dan Informatika dan Dewan Pers segera bertemu agar Perpres bisa selesai dalam satu bulan ini.


Jokowi: 60 Persen Belanja Iklan Media Diambil Platform Asing, Sedih Loh Kita

5 jam lalu

Jokowi: 60 Persen Belanja Iklan Media Diambil Platform Asing, Sedih Loh Kita

Menurut Jokowi, dengan dikuasainya belanja iklan media online oleh platform asing, maka sumber daya keuangan media konvensional menjadi berkurang.


Jokowi Kritik Konten Receh Sensasional Akibat Algoritma Media Sosial

6 jam lalu

Jokowi Kritik Konten Receh Sensasional Akibat Algoritma Media Sosial

Jokowi tidak ingin konten recehan dan sensional yang dikendalikan algoritma ini mendominasi kehidupan masyarakat Indonesia.