Pembentukan Majelis Tenaga Nuklir Disetujui, Menteri ESDM Bahas Usulan PLTN

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyampaikan pemaparan dalam rapat kerja dengan Komisi VII DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 22 Maret 2021. Rapat kerja tersebut membahas proyeksi kebutuhan batubara sebagai Energi Primer untuk pembangkit listrik milik PLN dan IPP sampai tahun 2028 serta upaya Kementerian ESDM menjadi ketersediaan pasokan batubara tersebut. TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyetujui pembentukan Majelis Tenaga Nuklir (MTN) yang diatur dalam rancangan undang-undang energi baru dan energi terbarukan (RUU EBET).

Persetujuan itu disampaikan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif saat menyerahkan rancangan daftar inventarisasi masalah atau DIM RUU EBET Inisiatif DPR RI dalam rapat kerja Komisi VII hari ini, Selasa 29 November 2022.

Baca: Soal PLTN Indonesia, Perusahaan Energi Nuklir Rusia: Tak Perlu Tunggu 2040

Arifin mengusulkan kewenangan MTN menyasar pada pengkajian kebijakan, pelaksanaan monitoring dan evaluasi, serta penyusunan rekomendasi kebijakan.

“Selain itu, pemerintah mengusulkan pelaksana PLTN [pembangkit listrik tenaga nuklir] adalah badan usaha yang mempunyai kompetensi di bidang ketenaganukliran untuk listrik,” kata dia dalam rapat kerja Komisi VII hari ini.

Secara umum, pemerintah menyetujui substansi RUU EBET terkait persetujuan pembangunan PLTN oleh DPR dan mengusulkan persetujuan dimaksud berlaku untuk PLTN dengan teknologi sebelum generasi ketiga.

Kendati demikian, pemerintah tidak sepakat untuk mengakomodasi pertambangan galian nuklir dalam RUU EBET. Alasannya, kegiatan pertambangan galian sudah diatur secara detil dalam Undang-Undang Minerba.

Sebelumnya, Dewan Pakar Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) Rinaldy Dalimi mengatakan, keberadaan nuklir dalam RUU EBT justru akan menyulitkan pembangunan dan pengusahaan energi terbarukan.

“RUU EBT jika dikaji dengan lebih mendalam, tidak akan disahkan dalam waktu dekat sebab setidaknya pemerintah pusat harus mempertimbangkan membangun lima lembaga baru, dan harus menyediakan beragam insentif dan tempat pembuangan limbah radioaktif,” paparnya.

BISNIS

Baca: Perusahaan Energi Nuklir Rusia Tawari Kerja Sama Bangun PLTN Terapung untuk Indonesia

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






10 Fakta Negara Pakistan, Punya Senjata Nuklir dan Tambang Garam Terbesar di Dunia

1 hari lalu

10 Fakta Negara Pakistan, Punya Senjata Nuklir dan Tambang Garam Terbesar di Dunia

Fakta negara Pakistan yang ternyata memiliki senjata nuklir dan tambang garam terbesar di dunia


Bahlil Sebut Ada Diskriminasi ke Negara Berkembang dalam Investasi Energi Hijau: Anomali

2 hari lalu

Bahlil Sebut Ada Diskriminasi ke Negara Berkembang dalam Investasi Energi Hijau: Anomali

Bahlil Lahadalia menilai ada diskriminasi terhadap negara berkembang dalam pengembangan energi hijau.


Airlangga Klaim Penggunaan Biodiesel B35 Hemat Devisa USD 10,75 Miliar

5 hari lalu

Airlangga Klaim Penggunaan Biodiesel B35 Hemat Devisa USD 10,75 Miliar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penggunaan biodiesel B35 akan menghemat devisa negara hingga US$ 10,75 miliar.


Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

6 hari lalu

Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik baru mencapai 14,11 persen pada 2022.


Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

6 hari lalu

Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gagal mencapai target realisasi investasi senilai US$ 31 miliar pada 2022.


NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir pada 2027

11 hari lalu

NASA Uji Coba Pesawat Ruang Angkasa Bertenaga Nuklir pada 2027

proyek NASA ini bagian dari upaya jangka panjang untuk menunjukkan metode yang lebih efisien dalam mendorong astronot ke Mars di masa depan.


Kolaborasi Hilirisasi Mineral, PLN Bakal Pasok Listrik 150 MVA untuk Smelter PT Antam

13 hari lalu

Kolaborasi Hilirisasi Mineral, PLN Bakal Pasok Listrik 150 MVA untuk Smelter PT Antam

PLN berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik dan memberikan pelayanan terbaik untuk industri smelter.


Optimistis dengan Cadangan Nikel RI, Pertamina Siap Penetrasi Kendaraan Listrik

14 hari lalu

Optimistis dengan Cadangan Nikel RI, Pertamina Siap Penetrasi Kendaraan Listrik

Nicke Widyawati mengatakan Pertamina memiliki infrastruktur yang bisa dioptimalkan untuk penetrasi kendaraan listrik.


Torpedo Nuklir Poseidon Rusia: Daya Ledak, Jangkauan, dan Kehancuran

15 hari lalu

Torpedo Nuklir Poseidon Rusia: Daya Ledak, Jangkauan, dan Kehancuran

Besarnya dan kecepatan Poseidon tak tertandingi torpedo manapun milik NATO. Apa yang terjadi jika menghantam New Yor City?


Sekutu Putin: Perang Nuklir Terjadi jika Rusia Kalah di Ukraina

16 hari lalu

Sekutu Putin: Perang Nuklir Terjadi jika Rusia Kalah di Ukraina

Orang dekat Presiden Rusia Vladimir Putin, Dmitry Medvedev, memperingatkan NATO bahwa kekalahan Moskow di Ukraina dapat memicu perang nuklir di Eropa.