Wamenkeu Tak Ingin Pandemi Berlanjut ke Krisis Keuangan

Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara memberikan sambutan dalam acara Indonesia Banking Expo 2019 di Jakarta, Rabu, 6 November 2019. ANTARA

TEMPO.CO, Jakarta - Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengatakan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) telah berperan penting menjadi shock absorber saat negara mengalami pandemi Covid-19. APBN menjadi jaring pengaman ketika pendapatan negara turun akibat melemahnya penerimaan pjak dan konsumsi lantaran pembatasan sosial masyarakat. 

"Di pemerintah ketika penerimaan negara turun, tapi kesehatan memerlukan tambahan, perlindungan sosial memerlukan tambahan maka belanja tidak boleh turun. Kalau turun berarti pemerintah menjadi procyclical,” ucap Suahasil dalam acara Wealth Wisdom Mindfully Recovery PermataBank di The Ritz-Carlton, Jakarta Selatan, pada Selasa, 29 September 2022. 

Menurut dia, anggaran negara berbeda dengan anggaran dunia usaha dan keluarga. Pemerintah, kata dia, harus mengambil kebijakan fiskal untuk menggenjot konsumsi. APBN pun akhirnya menjadi katalis untuk menambah pengeluaran serta mengingkatkan kegiatan ekonomi. 

Baca: Dana Pemda Mengendap di Bank Jadi Rp 278 T, Sri Mulyani: Naik Sangat Signifikan

Ketika kondisi ekonomi membaik, pemerintah harus tetap mengelola kebijakan fiskal agar konsumsi rumah tangga tetap tumbuh positif, investasi meningkat, dan laju ekspor tak terganggu. “Konsumsi pemerintahnya kita turn down.” “Kalau istilahnya kita bilang fiskal anggaran pemerintah itu harus menjadi shock absorber, ini yang kita lakukan,” kata Suahasil, mengimbuhkan. 

Suahasil melanjutkan, dari pandemi Covid-19, negara belajar bahwa kondisi sosial hingga ekonomi tidak terlepas dari faktor kesehatan. Menurut dia, tiga tahun pagebluk telah menyadarkan negara bahwa aspek kesehatan menjadi bagian sangat fundamental bagi kehidupan manusia.

Selama pandemi, kata Suahasil, penyebaran virus Covid-19 sangat mempengaruhi kegiatan sosial dan ekonomi. Dari sisi sosial, aktivitas masyarakat terhenti karena pembatasan kegiatan fisik. 

“Kalau kita dibilang bekerja dari rumah bahkan beribadah dari rumah, itu adalah urusan sosial musti kita tangani,” ujar dia.  

Efeknya saat semua warga berada di rumah, tidak ada kegiatan ekonomi di luar. Dari kejadian tersebut, Suahasil mengatakan pemerintah tidak ingin krisis pandemi berlanjut ke krisis keuangan. 

“Enggak boleh. Dan saya rasa hampir tiga tahun kita berhasil di dalam mengarungi pandemi ini,” ucap Suahasil.

Di sisi kesehatan, dia melanjutkan, pemerintah selalu mencoba menangani semaksimal mungkin agar pandemi surut. Suahasil mencontohkan, pemerintah mengupayakan vaksin saat keberadaannya belum ada, alat pelindung diri (APD), sampai meningkatkan kapasitas tempat tidur rumah sakit yang kurang.

“Pembelajarannya ke depan ini, sektor kesehatan yang sangat penting yang akan sangat fundamental untuk kita,” tutur dia. Isu sosial, ekonomi, dan kesehatan, tutur dia, menjadi tiga hal penting yang harus diperhatikan agar tidak terjadi pemburukan pada masa depan. 

Baca: Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Sri Mulyani: APBN Bantu Anak Muda Kejar Pendidikan dan Raih Cita-Cita

3 jam lalu

Sri Mulyani: APBN Bantu Anak Muda Kejar Pendidikan dan Raih Cita-Cita

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebut APBN telah membantu anak muda Indonesia mengejar pendidikan dan meraih cita-cita.


Sri Mulyani dan Hantu Inflasi 2023, Berikut Sederet Pernyataannya

17 jam lalu

Sri Mulyani dan Hantu Inflasi 2023, Berikut Sederet Pernyataannya

Sejak 2022, Menkeu Sri Mulyani Indrawati getol bicara soal inflasi di Indonesia. menurutnya, fenomena ini berpeluang terjadi akibat resesi global 2023


Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

1 hari lalu

Muhammad Mardiono Singgung Kemungkinan Penundaan Pemilu

Muhammad Mardiono mengklaim antusiasme masyarakat terhadap Pemilu 2024 masih dingin.


Sri Mulyani Siapkan Rp 25,01 Triliun dari APBN untuk Pemilu Serentak 2024, Ini Rinciannya

2 hari lalu

Sri Mulyani Siapkan Rp 25,01 Triliun dari APBN untuk Pemilu Serentak 2024, Ini Rinciannya

Sri Mulyani menyatakan telah menyiapkan anggaran Rp 25,01 triliun dari APBN untuk mendukung pemilu serentak pada tahun 2024. Seperti apa rinciannya?


Sri Mulyani Minta Alumnus LPDP Kembali ke Tanah Air: Khawatir Makin Pintar Terus Lupa jadi Orang Indonesia

3 hari lalu

Sri Mulyani Minta Alumnus LPDP Kembali ke Tanah Air: Khawatir Makin Pintar Terus Lupa jadi Orang Indonesia

Sri Mulyani Indrawati punya harapan besar kepada alumnus penerima beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Apa itu?


Pelaku Usaha Optimistis, PMI Sektor Manufatur Januari 2023 Meningkat

3 hari lalu

Pelaku Usaha Optimistis, PMI Sektor Manufatur Januari 2023 Meningkat

Sektor manufaktur nasional konsisten ekspansif selama 17 bulan berturut-turut. Secara keseluruhan, optimisme pelaku usaha di awal 2023 ini meningkat.


Calon Gubernur BI Minimal Punya 5 Kriteria Ini, Kata Ekonom Celios

3 hari lalu

Calon Gubernur BI Minimal Punya 5 Kriteria Ini, Kata Ekonom Celios

Masa jabatan Gubernur BI Perry Warjiyo akan berakhir pada Mei 2023. Celios membeberkan 5 kriteria calon Gubernur BI yang baru.


IMF Sebut 2023 Ekonomi Dunia Gelap Gulita, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi RI Meningkat Pesat

3 hari lalu

IMF Sebut 2023 Ekonomi Dunia Gelap Gulita, Sri Mulyani: Pemulihan Ekonomi RI Meningkat Pesat

Sri Mulyani merepons pernyataan Presiden Jokowi soal peringatan IMF bahwa dunia akan gelap gulita pada 2023. Indonesia malah sedang meningkat pesat.


Sri Mulyani Beberkan APBN jadi Andalan untuk Jawab Tantangan Ekonomi Global

3 hari lalu

Sri Mulyani Beberkan APBN jadi Andalan untuk Jawab Tantangan Ekonomi Global

Sri Mulyani membeberkan bagaima Indonesia menghadapi tantangan global mulai dari pandemi Covid-19, perang Rusia-Ukraina, hingga kenaikan inflasi.


Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

3 hari lalu

Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

The Fed mengatakan ekonomi AS menikmati "pertumbuhan moderat" .