Bapanas Minta Ombudsman dan BPKP Bantu Awasi Program Strategis Pangan

Kepala Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) Arief Prasetyo Adi

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Ombudsman RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawasi program strategis pangan. Menurut Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, penyelenggaraan pangan nasional perlu didukung sistem pengawasan yang baik dari kedua institusi itu agar realisasi anggaran bisa tepat sasaran.  

"Agar kebijakan yang diterapkan berdampak nyata bagi pemenuhan pangan rakyat, penguatan ekosistem pangan nasional, dan pertumbuhan ekonomi," ujar Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi, dikutip melalui keterangan tertulis pada Senin, 28 November 2022. 

Ia menuturkan pihaknya telah melakukan pembenahan dan penguatan internal. Namun, pengawasan eksterna dari Ombudsman RI dan BPKPl tetap dibutuhkan untuk mencegah dan menekan potensi penyimpangan. Terlebih pangan adalah sektor yang strategis lantaran menyangkut kebutuhan masyarakat luas, sehingga kebijakan terkait pangan tereksekusi dengan baik.

Ombudsman sendiri diminta untuk mengawal berbagai kebijakan publik yang dijalankan Bapanas. Sementara BPKP diminta untuk mematangkan penerapan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah atau SPIP.

SPIP telah ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2008 dan menjadi sistem pengawasan yang integral pada tindakan dan kegiatan pemerintahan. Pelaksanaan SPIP bersifat wajib bagi setiap kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah. SPIP pun diukur tingkat maturitasnya setiap tahun. 

Sementara itu, Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika mengaku menyambut baik ajakan kolaborasi tersebut. Menurut Teka, saat ini Bapanas harus fokus memperkuat regulasi dari perencanaan pangan nasional. Mengingat, perencanaan pangan nasional yang tidak dikelola dengan baik akan memunculkan instabilitas pasokan yang berdampak pada inflasi. 

"Perencanaan harus menjadi prioritas utama dari Bapanas. Melihat program dan capaian Bapanas sejauh ini kami miliki harapan besar pelayanan publik di sektor pangan akan menjadi lebih baik," ucapnya. Yeka juga meminta Bapanas tetap melayani kepentingan para petani seiring memperkuat ketahanan pangan di Indonesia. 

Adapun saat ini, Bapanas memiliki kewenangan strategis yang meliputi penetapan kebijakan stabilisasi harga, distribusi pangan, kebutuhan ekspor dan impor pangan, penetapan besaran jumlah cadangan pangan pemerintah yang akan dikelola oleh Badan Usaha Milik Negara di bidang pangan, serta penetapan Harga Pembelian Pemerintah dan rafaksi harga. Karena besarnya kewenangan yang diamanatkan, Bapanas dinilai perlu didukung sistem pengawasan internal yang kuat.

Kewenangan Bapanas sendiri telah diatur dalam Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 66 Tahun 2021 tentang Badan Pangan Nasional. Bapanas mendapatkan pendelegasian kewenangan yang dari Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, dan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). 

RIANI SANUSI PUTRI 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Pasokan Minyak Sawit ke Pasar Domestik Ditambah, Bapanas: Produsen Setuju

26 menit lalu

Pasokan Minyak Sawit ke Pasar Domestik Ditambah, Bapanas: Produsen Setuju

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi telah membahas Soal kelangkaan minyak goreng kemasan sederhana merek Minyakita.


Sri Mulyani: Sistem Keuangan Triwulan Empat 2022 Terus Membaik, Tekanan Global Mereda

3 jam lalu

Sri Mulyani: Sistem Keuangan Triwulan Empat 2022 Terus Membaik, Tekanan Global Mereda

Sri Mulyani Indrawati melaporkan Hasil Rapat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2023.


DPR Tuding Kementan Bohong Data Surplus Beras, Bapanas: Defisit 6 Bulan Terakhir

4 jam lalu

DPR Tuding Kementan Bohong Data Surplus Beras, Bapanas: Defisit 6 Bulan Terakhir

Ketua Komisi IV DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Sudin kembali mengungkit soal data surplus beras dari Kementerian Pertanian (Kementan).


Buwas Hingga Zulhas Temui Jokowi di Istana Saat Santer Isu Reshuffle, Apa Saja yang Dibahas?

7 jam lalu

Buwas Hingga Zulhas Temui Jokowi di Istana Saat Santer Isu Reshuffle, Apa Saja yang Dibahas?

Tak hanya Buwas yang merapat ke Istana Negara hari ini, Selasa, 31 Januari 2023. Ia bersama Mendag dan kepala Bapanas juga diminta menemui Jokowi.


Terpopuler Bisnis: Erick Thohir Sebut Islamic Finance RI Terbesar di Dunia, Bulog Jual Beras ke Ritel

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Erick Thohir Sebut Islamic Finance RI Terbesar di Dunia, Bulog Jual Beras ke Ritel

Berita terpopuler sepanjang Minggu kemarin, dimulai dengan Erick Thohir mengatakan Indonesia memiliki jaringan Islam terbesar di dunia.


Terkini Bisnis: Mobile Banking Dibobol Via Undangan Nikah , Bulog Jual Beras ke Ritel Modern

2 hari lalu

Terkini Bisnis: Mobile Banking Dibobol Via Undangan Nikah , Bulog Jual Beras ke Ritel Modern

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Minggu sore, 29 Januari 2022 dimulai dengan modus baru pembobol mobile banking.


Tugaskan Bulog Jual Cadangan Beras ke Ritel Modern, Bapanas: Perintah Jokowi

2 hari lalu

Tugaskan Bulog Jual Cadangan Beras ke Ritel Modern, Bapanas: Perintah Jokowi

Pemerintah tengah memperluas distribusi beras Bulog dengan menyasar dan memperbanyak toko-toko ritel yang ada di sekitar masyarakat.


Kepala BPKP: Kerugian Korupsi BTS Kominfo Kami Hitung

3 hari lalu

Kepala BPKP: Kerugian Korupsi BTS Kominfo Kami Hitung

Kejaksaan Agung dan Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) masih menghitung kerugian kasus korupsi BTS di Kominfo.


Terkini Bisnis: Kasus Meikarta Merembet Ke Menteri Investasi dan Dirjen Pajak, OJK Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat

5 hari lalu

Terkini Bisnis: Kasus Meikarta Merembet Ke Menteri Investasi dan Dirjen Pajak, OJK Paling Banyak Dilaporkan Masyarakat

Berita bisnis yang paling banyak dibaca pada Kamis sore, 26 Januari 2023. Mulai dari kasus Meikarta hingga OJK


Harga Minyak Goreng Berpotensi Naik Lagi, Ombudsman Wanti-wanti Kemendag

5 hari lalu

Harga Minyak Goreng Berpotensi Naik Lagi, Ombudsman Wanti-wanti Kemendag

Anggota Ombudsman RI Yeka Hendra Fatika menyebut harga minyak goreng berpotensi melambung.