Peternak Desak Pemerintah Serius Tangani Penggunaan Antibiotik Berlebihan pada Ayam

Peternak Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat (Pinsar) Jawa Tengah membagikan ayam gratis kepada warga pada kegiatan Baksos Ayam Broiler Gratis di Desa Bolon, Colomadu, Karanganyar, Jawa Tengah, Minggu, 28 Agustus 2022. Aksi tersebut sebagai bentuk kampanye mengajak masyarakat meningkatkan konsumsi daging ayam dan telur yang dinilai masih rendah. ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

TEMPO.CO, Jakarta - Peternak yang tergabung dalam Koalisi Ayam Sejahtera mendesak pemerintah dan dunia usaha serius mengendalikan penggunaan antibiotik berlebihan pada ayam. Manajer World Animal Protection (WAP) Indonesia Rully Prayoga mengatakan peningkatan pengawasan antibiotik di peternakan penting dilakukan untuk mencegah resisten antimikroba (AMR).

“Kami mendorong penanggulangan AMR dengan komitmen bersama kesejahteraan hewan ternak yang baik atau Better Chicken Commitment atau BCC, ” kata Rully melalui keterangan tertulis pada Minggu, 27 November 2022.

AMR memberikan risiko ancaman terhadap kesehatan global karena penggunaan antibiotik kepada ayam secara berlebihan atau sembarangan. Rully berujar, berdasarkan temuan WAP, 13 ribu ton antibiotik digunakan oleh sektor peternakan di seluruh dunia. Jumlah tersebut lebih banyak  ketimbang jumlah penggunaannya oleh manusia.

Baca juga: Dampak Harga Beras Naik: Penjualan Melambat hingga Warteg Kurang Porsi

Koalisi yang terdiri atas WAP, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Animal Friends Jogja,  Animal Don’t Speak Human,  SKN, dan kelompok relawan lainnya tersebut juga mendorong terbentuknya standar kesejahteraan ayam broiler dan petelur di Indonesia yang lebih tinggi. Caranya dengan mengadopsi standar global FARM BCC.

Selain itu, pemerintah diminta menerapkan sistem bebas kandang baterai—khususnya untuk ayam petelur. Peningkatan kesejahteraan bersama dengan pengawasan ketat atas penggunaan antibiotika diharapkan dapat menghentikan praktik penggunaan antibiotik berlebihan dalam peternakan.

Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia atau YLKI Tulus Abadi menegaskan ayam yang sejahtera adalah bagian yang tidak terpisahkan dari aspek keamanan pangan. Aspek keamanan pangan ini pun merupakan hak asasi masyarakat konsumen.

Karena itu, YLKI meminta pemerintah dan peternak ayam menjamin pangan yang didistribusikan pada konsumen adalah daging ayam broiler yang sehat dan sejahtera. Ini menjadi prasyarat untuk mewujudkan keamanan produk daging ayam tersebut.

“Daging ayam merupakan produk pangan yang sangat penting untuk memasok kebutuhan protein hewani. Jangan sampai daging ayam yang dikonsumsi masyarakat atau konsumen tercemar AMR, yang merupakan ekses dari ayam yang diternakkan  secara yang tidak sehat dan sejahtera,” ujar Tulus.

Tulus menambahkan, ancaman terhadap AMR terlihat dari hasil riset yang dilakukan YLKI, Center for Indonesian Veterinary Analytical Studies (CIVAS) dan World Animal Protection (WAP) pada 2020.

Dalam riset tersebut, kata dia, ditemukan sampel daging ayam potong yang tercemar bakteri kebal terhadap empat jenis antibiotik--menurut WHO. Antibiotik itu adalah kolistin, meropenem, ciprofloxacin, dan sulfamethoxazole. Diduga, sampel tersebut berasal dari peternakan yang menggunakan antibiotik secara masif dan tata laksana kesejahteraan hewan yang sangat rendah.

Baca juga: Hari Kedua di Maluku, Jokowi Bagikan Bansos dan Temui Peternak Kerbau

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini 






YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

1 hari lalu

YLKI Sebut Larangan Penjualan Rokok Ketengan Bakal Mengikis Dua Hal Ini

Ketua Pengurus Harian YLKI Tulus Abadi menyebut kebijakan larangan penjualan rokok ketengan akan mengikis dua hal.


Larangan Penjualan Rokok Ketengan, YLKI: Barang Kena Cukai Tapi Penjualannya Diobral

2 hari lalu

Larangan Penjualan Rokok Ketengan, YLKI: Barang Kena Cukai Tapi Penjualannya Diobral

Rencana pelarangan rokok batangan disampaikan Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.


Ternyata Ini 10 Manfaat Kodok Bagi Kesehatan Tubuh

7 hari lalu

Ternyata Ini 10 Manfaat Kodok Bagi Kesehatan Tubuh

Kodok diketahui memiliki manfaat yang luar biasa untuk kesehatan tubuh.


Rekening Penjual Burung Diblokir BCA atas Perintah KPK, YLKI: Melanggar Hak Konsumen

9 hari lalu

Rekening Penjual Burung Diblokir BCA atas Perintah KPK, YLKI: Melanggar Hak Konsumen

YLKI menyatakan seharusnya BCA mengkonfirmasi ke penyidik sebelum memblokir nomor rekening seseorang.


YLKI Respons Bos BCA Tak Mau Ganti Duit Rp 320 Juta yang Dibobol: Pernyataan Terlalu Prematur

10 hari lalu

YLKI Respons Bos BCA Tak Mau Ganti Duit Rp 320 Juta yang Dibobol: Pernyataan Terlalu Prematur

YLKI angkat bicara soal kasus pembobolan rekening nasabah BCA oleh pria bersama tukang becak yang viral di media sosial.


HNW Dukung Revisi UU Perlindungan Konsumen

13 hari lalu

HNW Dukung Revisi UU Perlindungan Konsumen

Untuk melakukan revisi undang-undang, rakyat dan organisasi yang ada di masyarakat bisa mengusulkan perubahan


Terima Aduan Klaim Polis, YLKI Imbau Masyarakat Berhati-Hati Memilih Produk Asuransi

15 hari lalu

Terima Aduan Klaim Polis, YLKI Imbau Masyarakat Berhati-Hati Memilih Produk Asuransi

Yayasan Lembaga Konsumen Indoneia (YLKI) mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dalam memilih produk asuransi


Pengaduan Perkara Perumahan Tinggi, YLKI: Bermasalah dari Hulu hingga Hilir

16 hari lalu

Pengaduan Perkara Perumahan Tinggi, YLKI: Bermasalah dari Hulu hingga Hilir

Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) menyebut pengaduan konsumen soal perkara perumahan masih tinggi selama 10 tahun terakhir.


Tragedi Kanjuruhan, YLKI: Penonton Adalah Konsumen yang Punya Hak Keamanan dan Keselamatan

16 hari lalu

Tragedi Kanjuruhan, YLKI: Penonton Adalah Konsumen yang Punya Hak Keamanan dan Keselamatan

YLKI menilai tragedi Stadion Kanjuruhan menunjukkan belum adanya kesadaran konkret dari penyelenggara bahwa penonton adalah konsumen


YLKI : Aduan Kasus Pinjol Paling Marak

16 hari lalu

YLKI : Aduan Kasus Pinjol Paling Marak

Yayasan Lembaga Konsumen Indoneia (YLKI) mencatat pengaduan kasus pinjaman online atau pinjol mendominasi pengaduan terkait masalah jasa keuangan