Setelah Modifikasi Cuaca Berhasil di G20, Luhut Ingin RI Punya Lembaga Khusus

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengucapkan selamat merayakan Natal dan Tahun Baru 2022 lewat postingan di Instagram, Sabtu, 25 Desember 2021.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menceritakan perihal trik di balik cuaca cerah saat gala dinner para tamu kepala negara dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20. Makan malam itu berlangsung di Garuda Wisnu Kencana (GWK) Culturan Park, Nusa Dua, Bali, 15 November lalu. 

Luhut mengatakan pemerintah bersama pakar dan lembaga-lembaga yang berwenang telah melaksanakan skenario modifikasi cuaca. 

"Sedikit cerita flashback tentang Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) untuk outdoor event KTT G20 2022 bagaimana sains dan teknologi yang dipadukan dengan harapan serta doa berbagai pihak berhasil membuktikannya," kata Luhut melalui akun Instagram pribadinya, Kamis malam, 24 November 2022. 

Baca: RI Dapat Pembiayaan Transisi Energi Rp 311 Triliun, Sri Mulyani Cs Siapkan Proyek

Keputusan melakukan skenario cuaca terjadi beberapa hari sebelum KTT G20. Luhut mengungkapkan, ia sempat mendampingi Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk meninjau lokasi GWK sebagai tempat makan malam para kepala negara. 

Di sana, Luhut dan Jokowi sama-sama menyimak penjelasan dari koordinator acara, Wishnutama Kusubandio--yang juga eks Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Kala itu hujan turun deras. Sembari mendengar paparan Wishnutama, Luhut melirik Jokowi yang wajahnya tercenung. 

"Saya melihat wajah Presiden termenung. Tampaknya apa yang beliau pikirkan saat itu sama dengan yang saya pikirkan, kami ingin nanti acaranya meriah dan semarak," ucap Luhut. 

Sepulangnya dari tinjauan ke GWK, Luhut langsung bersamuh dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG); TNI AU; Kementerian PUPR; serta pakar teknologi modifikasi cuaca, Tri Handoko Seto. Kepada mereka, Luhut ingin memastikan agar pada 15 November tidak terjadi hujan di kawasan GWK Cultural Park. 

Teknik Modifikasi Cuaca di KTT G20

Skenario modifikasi cuaca pun dilakukan dengan menebar garam di sekitar titik area KTT G20. Luhut memastikan butuh ketelitian serta perhitungan berapa jumlah garam yang harus ditabur dengan mencermati ketebalan awannya. 

Menurut Luhut, ada sebelas penerbangan yang membawa 29 ton garam untuk melaksanakan teknik itu. "Bisa dibayangkan besar anggaran hyang harus dikeluarkan untuk operasi ini," ucap Luhut.

Selain di lokasi gala dinner, Luhut mengatakan pakar dan petinggi lembaga maupun instansi tersebut diminta untuk memastikan tidak terjadi hujan saat kepala negara anggota G20 berjalan ke arah Bamboo Dome untuk makan siang di area The Apurva Kempinsi. Dengan upaya-upaya modifikasi cuaca, hujan tak mengguyur Nusa Dua sepanjang 15 November. Namun, hujan tampak turun di wilayah Bali di luar kawasan KTT G20. 

Bicara dengan pakar modifikasi cuaca seusai acara KTT G20, Luhut pun menanyakan apakah skenario ini bisa dilakukan berkesinambungan. Misalnya, untuk kebakaran hutan dan menurunkan hujan buatan guna mengairi waduk sebelum musim kemarau tiba serta mencegah kekeringan. 

Dia kemudian berkeinginan agar Indonesia memiliki lembaga TMC. "Saya sampai pada satu kesimpulan bahwa sains dan teknologi sebesar ini perlu memiliki lembaga khusus yang menaungi teknik modifikasi cuaca," ucap Luhut. 

Negara lain, seperti Thailand, katanya, memiliki lembaga serupa yang pertanggungjawabannya langsung kepada raja. 

Baca juga: Menteri PUPR Cerita Negara Anggota G20 Minati Bahasan IKN dan Memberi Masukan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini 






India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

3 jam lalu

India Mulai Presidensi G20, Narendra Modi: Kita Tidak Perlu Perang

India memulai Presidensi G20. Perdana Menteri Narendra Modi menyerukan persatuan di tengah tantangan global yang besar.


Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

9 jam lalu

Akan Ada Subsidi Beli Motor Listrik Rp 6,5 Juta, Luhut Sebut Lebih Hemat dari Bahan Bakar Fosil

Luhut memperkirakan besaran subsidi motor listrik bakal berkisar Rp 6,5 juta per unit. Apa sebenarnya alasan pemerintah menyubsidi kendaran listrik?


Luhut: Subsidi Motor Listrik Berlaku Tahun Depan, Berapa Besarannya?

13 jam lalu

Luhut: Subsidi Motor Listrik Berlaku Tahun Depan, Berapa Besarannya?

Untuk saat ini, pemerintah baru menentukan besaran subsidi untuk pembelian motor listrik.


Pemkab Badung Mapekelem di Geger, Ungkapan Syukur dan Terima Kasih Atas Lancarnya KTT G20

21 jam lalu

Pemkab Badung Mapekelem di Geger, Ungkapan Syukur dan Terima Kasih Atas Lancarnya KTT G20

Sekda Adi Arnawa saat menghadiri karya Pemahayu Jagat Medasar Tawur di laut Pantai Geger, Desa Adat Peminge Kuta Selatan.


Erick Thohir Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20

1 hari lalu

Erick Thohir Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20

Seluruh insan BUMN bersinergi dengan multipihak untuk kesuksesan Indonesia sebagai Presidensi G20.


Luhut Peringatkan Investasi Tak Boleh Ada Hambatan: Buat Saya Ada Satu Titik to Kill or To Be Killed

1 hari lalu

Luhut Peringatkan Investasi Tak Boleh Ada Hambatan: Buat Saya Ada Satu Titik to Kill or To Be Killed

Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan akan mem-buldozer pihak yang mengganggu upaya pemerintah dalam mengejar target investasi domestik.


Jokowi Sebut Semua Pemimpin Dunia di KTT G20 Pusing hingga Berkerut dan Rambut Memutih

1 hari lalu

Jokowi Sebut Semua Pemimpin Dunia di KTT G20 Pusing hingga Berkerut dan Rambut Memutih

Jokowi menyebut dunia saat ini berada di tengah ketidakpastian. Ia mencontohkan harga minyak dunia yang sangat fluktuatif dan tidak bisa diprediksi.


Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

1 hari lalu

Wamenkeu Sebut Produk Dalam Negeri Bisa Topang Ekonomi RI di Tengah Ancaman Krisis

Wamenkeu mengatakan penggunaan produk dalam negeri bisa menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru.


Rusia Mengklaim G7 Tidak Lagi Mendominasi G20

1 hari lalu

Rusia Mengklaim G7 Tidak Lagi Mendominasi G20

Sherpa G20 Rusia Svetlana Lukash mengklaim Leaders' Declaration dalam lahir dari KTT G20 Bali menunjukkan G7 tidak lagi mendominasi G20


Official Car Partner di KTT G20, Wuling Dukung Mobilitas Ramah Lingkungan

2 hari lalu

Official Car Partner di KTT G20, Wuling Dukung Mobilitas Ramah Lingkungan

Wuling telah memberikan pelatihan tenaga pengemudi dalam rangka memberikan pelayanan optimal di ajang berskala global ini.