Laba Turun 27 Persen, Google Akan PHK 10 Ribu Karyawan Berkinerja Buruk

Google Doodle Tempe Mendoan. google.com

TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan induk Google, Alphabet dikabarkan berencana melakukan pemutusan hubungan kerja atau PHK besar-besaran terhadap 10.000 karyawannya. 

Dilansir dari Independent.co.uk dikutip dari Bisnis, PHK ini akan menyasar kepada karyawan yang berperforma buruk. Alphabet dikabarkan mempunyai sistem manajemen kinerja terbaru yang dapat membantu manajer memecat ribuan karyawannya yang berkinerja buruk mulai awal tahun depan. 

Di bawah sistem baru, para manajer telah diminta untuk mengkategorikan 6 persen tenaga kerja Alphabet atau setara dengan sekitar 10.000 karyawan yang berkinerja buruk. Sistem ini juga dapat mengurangi jumlah insentif dan penghargaan saham yang diberikan kepada karyawan. 

Adapun, Alphabet menghadapi beberapa tantangan di tahun ini, mulai dari dampak pandemi hingga inflasi yang merajalela. Alphabet menunjukkan penurunan laba 27 persen pada kuartal III/2022 dibandingkan tahun lalu, dengan pendapatan yang lebih lemah dari perkiraan analisis sebelumnya.

“Jelas kami menghadapi lingkungan makro yang menantang dengan lebih banyak ketidakpastian di masa depan,” kata CEO Google Sundar Pichai pada bulan Juli. 

Dia pun telah mendesak karyawan sejak bulan-bulan sebelumnya untuk meningkatkan produktivitas.

“Dengar, saya harap Anda semua membaca berita, secara eksternal. Fakta bahwa Anda tahu, kami menjadi sedikit lebih bertanggung jawab melalui salah satu kondisi ekonomi makro terberat yang sedang berlangsung dalam dekade terakhir. Saya pikir penting bahwa sebagai sebuah perusahaan, kami bekerja sama untuk melewati saat-saat seperti ini," katanya dalam sebuah pertemuan dengan karyawan. 

Pada awal tahun ini, dia memperkenalkan upaya yang disebut “Simplicity Sprint” sebagai tanggapan atas kekhawatiran bahwa produktivitas perusahaan secara keseluruhan tidak sesuai dengan jumlah karyawan yang dimiliki. 

Pada bulan Juli, dia meminta karyawan dalam memo internal untuk menjadi “lebih berjiwa wirausaha” dan menunjukkan “urgensi yang lebih besar serta fokus yang lebih tajam. 

Bukan hanya Google, beberapa perusahaan teknologi yang berkantor pusat di AS telah merumahkan karyawan tahun ini untuk menghemat biaya. 

Pekan lalu, The New York Times melaporkan bahwa Amazon sedang bersiap untuk memberhentikan 10.000 karyawan dari organisasi perangkat, divisi ritel, serta divisi sumber daya manusia. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News.

Baca Juga: Google Bayar Denda Privasi Rp 6,1 Triliun Akibat Masih Lacak Lokasi Pengguna

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini. 






Telkomsel Kini Punya Fitur Keuangan Khusus Telco Pertama di RI, Telkomsel PayLater

5 jam lalu

Telkomsel Kini Punya Fitur Keuangan Khusus Telco Pertama di RI, Telkomsel PayLater

Telkomsel resmi merilis layanan keuangan digital Buy Now Pay Later (BNPL) khusus telekomunikasi pertama di Indonesia, Telkomsel PayLater.


Tawarkan Hadiah hingga Miliaran Rupiah, Ini Sejarah Turnamen E-Sport di Dunia dan Indonesia

1 hari lalu

Tawarkan Hadiah hingga Miliaran Rupiah, Ini Sejarah Turnamen E-Sport di Dunia dan Indonesia

Sejarah turnamen e-sport dapat dilacak hingga 1972 ketika permainan konsol rumahan menjadi populer. Mencapai puncak popularitasnya pada 2011-an.


Terpopuler Bisnis: Respons BRI Atas Tabungan Nasabah Raib, BLT BBM Akan Cair Desember

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Respons BRI Atas Tabungan Nasabah Raib, BLT BBM Akan Cair Desember

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Sabtu, 26 November 2022 antara lain respons BRI atas nasabah yang menyebut kehilangan dana tabungan.


Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu sore, 26 November 2022 antara lain tentang penjelasan BRI soal uang nasabah raib Rp 10 juta.


Tren Pencarian Kata Gempa di Google Melonjak 1.300 Persen

2 hari lalu

Tren Pencarian Kata Gempa di Google Melonjak 1.300 Persen

Google menyatakan tidak hanya membantu pencarian warga net seputar bencana gempa di Cianjur, tapi juga memberikan donasi dan mengarahkan kata kunci.


Minta Penerapan Kenaikan Upah Ditunda, Pengusaha Beralasan Demi Cegah PHK Massal

2 hari lalu

Minta Penerapan Kenaikan Upah Ditunda, Pengusaha Beralasan Demi Cegah PHK Massal

Pengusaha meminta agar Presiden Joko Widodo dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menunda Permenaker Nomor 18/2022 yang mengatur kenaikan upah.


Ragam Penyebab Startup Gagal

3 hari lalu

Ragam Penyebab Startup Gagal

Ada beberapa kesalahan pengusaha saat memulai usaha yang membuat bisnis startup-nya kandas di tengah jalan, contohnya seperti berikut ini.


Kemnaker Minta Ada Dialog Bipartit: PHK Jalan Paling Akhir

3 hari lalu

Kemnaker Minta Ada Dialog Bipartit: PHK Jalan Paling Akhir

Andaikan PHK tak terhindarkan, kata Indah, perusahaan harus melaksanakannya sesuai dengan peraturan perundang-undangan.


Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

3 hari lalu

Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Kaji Pemberian Bantuan Cegah PHK, Dana Pemda Nganggur Rp 278 T

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Kamis, 24 November 2022, dimulai dari Sri Mulyani mempertimbangkan pemberian bantuan PHK.


PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

3 hari lalu

PPh 21 hingga Oktober Tumbuh 21 Persen, Sri Mulyani: Jika Dibandingkan Berita PHK Jadi Kikuk

Sri Mulyani menyatakan bahwa data penerimaan pajak penghasilan atau PPh Pasal 21 mencatatkan pertumbuhan yang tinggi.