Alasan LPEM UI Usul Bank Indonesia Naikkan Suku Bunga Jadi 5,25 Persen

Karyawan melintas di area perkantoran Bank Indonesia, Jakarta, Selasa, 31 Mei 2022. Gubernur BI, Perry Warjiyo mengatakan, potensi inflasi yang melebihi perkiraan ini didorong oleh kenaikan harga-harga komoditas global yang kemudian mempengaruhi pergerakan harga di dalam negeri. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) FEB UI menyatakan Bank Indonesia (BI) masih memiliki ruang menaikkan suku bunga BI-7 Day Reverse Repo Rate (BI7DRR) sebesar 50 basis poin (bps) menjadi 5,25 persen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah. Kenaikan suku bunga ini untuk merespons era meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global dan apresiasi dollar Amerika Serikat (AS).

“Mempertimbangkan tingkat inflasi saat ini yang telah berada di atas kisaran target bank sentral selama lima bulan, BI perlu meningkatkan suku bunga kebijakan sebesar 50 bps menjadi 5,25 persen bulan ini untuk menjaga stabilitas rupiah,” ujar Ekonom LPEM FEB UI Teuku Riefky sebagaimana keterangan LPEM FEB UI di Jakarta, Rabu 16 November 2022.

Baca: Utang Luar Negeri Turun jadi USD 394, 6 MIliar, BI: Aman dan Terkendali

Dia mengatakan peningkatan suku bunga acuan BI akan membantu membatasi jumlah arus modal keluar, mencegah depresiasi rupiah lebih lanjut, dan membatasi tekanan inflasi dari barang-barang impor.

Selain itu, untuk menjaga spread yang menarik dengan suku bunga acuan The Fed, yang mana pada awal November dinaikkan lagi sebesar 75 bps, membuat targetnya saat ini berada di kisaran 3,75 persen hingga 4,00 persen.

Dia menjelaskan ruang menaikkan suku bunga acuan BI masih tersedia karena ekonomi nasional yang tumbuh lebih tinggi dari perkiraan, yakni sebesar 5,72 persen year on year (yoy) pada triwulan-III 2022, naik dari sebelumnya sebesar 5,44 persen yoy pada triwulan-II 2022.

“Ekonomi Indonesia tumbuh lebih tinggi dari perkiraan pada triwulan ketiga, yang memungkinkan Bank Indonesia memiliki fleksibilitas untuk melanjutkan kebijakan pengetatan lebih jauh,” kata Riefky.

Dia menjelaskan pertumbuhan pada triwulan-III 2022 terjadi berkat konsumsi rumah tangga dan ekspor yang tumbuh solid masing-masing sebesar 5,39 persen yoy dan 21,64 persen yoy, karena Indonesia masih menikmati tingginya harga komoditas global.

“(Selain itu) Pertumbuhan konsumsi rumah tangga didorong oleh meningkatnya pengeluaran rumah tangga kelas menengah ke atas, yang menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi terus berlanjut dan menguat meskipun menghadapi tantangan global,” kata Riefky.

Sebagai informasi, BI melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI pada 16 dan 17 November ini untuk menentukan kebijakan moneter yang paling tepat di tengah situasi perekonomian nasional dan global saat ini.

Baca: Bank Sentral di 5 Negara ASEAN Luncurkan Sistem Pembayaran Digital Menjelang KTT G20

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Sri Mulyani Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Ekonom: Soal Pengalaman Bagus, tapi ...

7 jam lalu

Sri Mulyani Masuk Bursa Calon Gubernur BI, Ekonom: Soal Pengalaman Bagus, tapi ...

Direktur Celios menanggapi nama Sri Mulyani Indrawati yang diisukan masuk dalam bursa calon Gubernur Bank Indonesia (BI).


Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

11 jam lalu

Tekan Infasi Lebih Rendah, The Fed Naikkan Suku Bunga 0,25 Persen

The Fed mengatakan ekonomi AS menikmati "pertumbuhan moderat" .


Rupiah Naik Seiring Keputusan Kenaikan Suku Bunga the Fed

13 jam lalu

Rupiah Naik Seiring Keputusan Kenaikan Suku Bunga the Fed

Nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Kamis pagi naik seiring dengan keputusan the Fed menaikkan suku bunga acuannya.


Profil Shinhan Bank Telah Berusia 126 Tahun, Bank Tertua di Korea Selatan

1 hari lalu

Profil Shinhan Bank Telah Berusia 126 Tahun, Bank Tertua di Korea Selatan

Tepat 126 tahun lalu, Shinhan Bank didirikan di Seoul Korea Selatan, dan menjadi bank tertua yang sampai sekarang masih tetap eksis.


Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Jokowi Berpesan ke Buwas Soal Mafia Beras, 300 Slot Beasiswa S2 dari Kominfo

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Rabu sore, 1 Februari 2023 dimulai Bos Bulog Budi Waseso alias Buwas menemui Jokowi.


Inflasi Januari 2023 Mencapai 0,34 Persen, BPS: Disumbang Komoditas Pangan

1 hari lalu

Inflasi Januari 2023 Mencapai 0,34 Persen, BPS: Disumbang Komoditas Pangan

BPS mengumumkan laju inflasi pada Januari 2023 sebesar 0,34 persen month to month (mtm) bila dibandingkan Desember 2022.


Sebut Tekanan Global ke Perekonomian Indonesia Agak Mereda, Jokowi: Kalau Gak Optimis, Keliru

1 hari lalu

Sebut Tekanan Global ke Perekonomian Indonesia Agak Mereda, Jokowi: Kalau Gak Optimis, Keliru

Presiden Joko Widodo atau Jokowi menyatakan perekonomian Indonesia kini berangsur mulai bisa lepas dari tekanan krisis ekonomi global.


Apa itu Shadow Banking? Fenomena Keuangan yang Dinilai Berbahaya

1 hari lalu

Apa itu Shadow Banking? Fenomena Keuangan yang Dinilai Berbahaya

Mengenal apa itu shadow banking yang timbul akibat lemahnya regulasi keuangan dan bahayanya bagi stabilitas ekonomi suatu negara.


Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Masih Akan Melemah Hari Ini, Analis: Bisa Turun ke USD 73,8

Harga minyak dunia pada hari ini diperkirakan masih akan melemah di kisaran US$ 73,8 hingga US$ 79 per barel.


Perkuat Bauran Kebijakan, Bank Indonesia: Kebijakan Moneter Fokus Jaga Stabilitas

2 hari lalu

Perkuat Bauran Kebijakan, Bank Indonesia: Kebijakan Moneter Fokus Jaga Stabilitas

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.