Rupiah Melemah ke 15.537 per Dolar AS Meski Neraca Dagang Oktober Surplus

Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah ditutup melemah 18 poin ke level Rp 15.537 per dolar AS dalam perdagangan Selasa sore ini, 15 November 2022. Sebelumnya rupiah sempat jeblok hingga 55 poin ke level Rp 15.519 per dolar AS.

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menyatakan, rupiah melemah karena pasar merespons pernyataan Wakil Ketua The Fed Lael Brainard pada Senin lalu. Brainard menekankan dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg bahwa pihaknya memiliki lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan.

Hal itu yang dibaca pasar sebagai masih adanya sinyal bank sentral AS ada kemungkinan kembali mengerek suku bunganya. Dengan begitu dolar AS bisa menguat lagi dan pada akhirnya memukul rupiah.

Baca: Ditutup Melemah, Rupiah di Level Rp 15.519 Per Dolar AS karena Sentimen Inflasi AS

Sedangkan dari dalam negeri, faktor yang mempengaruhi rupiah adalah surplus perdagangan per Oktober 2022. “Respons positif pasar terhadap rilis neraca perdagangan Indonesia tersebut, menurut Ibrahim, menahan rupiah tidak semakin melemah pada akhir perdagangannya hari ini.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia surplus US$ 5,67 miliar pada Oktober 2022 dengan nilai ekspor US$ 24,81 miliar dan nilai impor US$ 19,14 miliar. Hal ini menunjukkan neraca dagang RI surplus 30 bulan berturut-turut.

Selain itu, Utang Luar Negeri (ULN) Indonesia pada triwulan ketiga 2022 yang kembali menurun dan tercatat sebesar US$ 394,6 miliar. Secara tahunan, posisi utang ini juga terkontraksi 7 persen bila dibandingkan dengan kontraksi pada triwulan sebelumnya yang sebesar 2,9 persen.

Meski begitu, agar struktur utang luar negeri tetap sehat, menurut Ibrahim, Bank Indonesia dan pemerintah terus memperkuat koordinasi memantau utang tersebut, didukung oleh penerapan prinsip kehati-hatian dalam pengelolaannya.

“Peran ULN juga akan terus dioptimalkan dalam menopang pembiayaan pembangunan dan mendorong pemulihan ekonomi nasional, dengan meminimalisasi risiko yang dapat memengaruhi stabilitas perekonomian,” kata Ibrahim.

Untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif. Dalam hitungannya, rupiah masih akan melemah di kisaran 15.520 hingga 15.570 per dolar AS.

DEFARA DHANYA PARAMITHA

Baca juga: IHSG Hari Ini Ditutup Menguat di 7.035,5, Kapitalisasi Pasar Naik ke Rp 9.456,81 Triliun

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Perkuat Bauran Kebijakan, Bank Indonesia: Kebijakan Moneter Fokus Jaga Stabilitas

1 jam lalu

Perkuat Bauran Kebijakan, Bank Indonesia: Kebijakan Moneter Fokus Jaga Stabilitas

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan bahwa pihaknya terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan momentum pemulihan ekonomi.


Sri Mulyani: Nilai Tukar Rupiah Menguat, Lebih Baik dari Malaysia, Filipina dan India

2 jam lalu

Sri Mulyani: Nilai Tukar Rupiah Menguat, Lebih Baik dari Malaysia, Filipina dan India

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan nilai tukar rupiah menguat.


Gubernur BI Bakal Rilis Proyek Garuda, Digitalisasi Uang Rupiah

12 jam lalu

Gubernur BI Bakal Rilis Proyek Garuda, Digitalisasi Uang Rupiah

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan akan melakukan digitalisasi besar-besaran pada 2023. Salah satunya meluncurkan Proyek Garuda.


IHSG Hari Ini Bakal Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Soroti 6 Saham Berikut

14 jam lalu

IHSG Hari Ini Bakal Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Soroti 6 Saham Berikut

Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak konsolidasi hari ini.


Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Ditutup Rp 14.971 per Dolar AS

1 hari lalu

Rupiah Menguat Awal Pekan Ini, Ditutup Rp 14.971 per Dolar AS

Nilai tukar rupiah dengan dolar AS kini berada di level Rp 14.971 atau menguat 14 poin pada penutupan perdagangan sore ini, Senin 30 Januari 2023.


Gubernur BI: Ekonomi 2023 Tumbuh 5 Persen Meski Global Belum Bersahabat

1 hari lalu

Gubernur BI: Ekonomi 2023 Tumbuh 5 Persen Meski Global Belum Bersahabat

Gubernur BI Perry Warjiyo yakin bahwa perekonomian Indonesia tetap tumbuh.


Yakin Ekonomi 2022 Tumbuh 5 Persen, Gubernur BI: Global Hanya 3 Persen

1 hari lalu

Yakin Ekonomi 2022 Tumbuh 5 Persen, Gubernur BI: Global Hanya 3 Persen

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan inflasi setelah penyesuaian harga BBM pada September 2022 lalu, turun lebih cepat dari yang diperkirakan.


Analis: Rupiah Diprediksi di Level Rp14.926 - Rp15.022 per Dolar AS Hari Ini

1 hari lalu

Analis: Rupiah Diprediksi di Level Rp14.926 - Rp15.022 per Dolar AS Hari Ini

Kenaikan kurs rupiah terjadi seiring pasar menunggu hasil pertemuan pertama Komite Pasar Terbuka Federal atau The Federal Open Market Committee.


Analis: Harga Emas Dunia Diprediksi Melemah Besok

2 hari lalu

Analis: Harga Emas Dunia Diprediksi Melemah Besok

Harga emas batangan turun tajam dari level tertinggi sembilan bulan pada Kamis, 26 Januari 2023.


Analis Prediksi Harga Minyak Dunia Melemah dalam Perdagangan Hari ini

5 hari lalu

Analis Prediksi Harga Minyak Dunia Melemah dalam Perdagangan Hari ini

Harga minyak menurun tajam karena data menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur menyusut pada Januari selama tujuh bulan berturut-turut.