Teten Usulkan Ada Kompartemen Koperasi di OJK dalam RUU PPSK

Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam acara Tempo BNI Bilateral Forum 2022 pada Kamis, 12 Mei 2022 di Ballroom Hotel The Langham, Jakarta. (Foto: Norman Senjaya)

TEMPO.CO, Jakarta -Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Teten Masduki mengusulkan agar ada kompartemen koperasi di Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam RUU Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK). Hal itu guna memastikan pengembangan koperasi sesuai prinsip dasarnya sehingga kepentingan koperasi tetap terakomodasi.

"Diintegrasikannya koperasi simpan pinjam dalam seluruh sistem keuangan nasional, termasuk pengawasannya, akan mendorong kesehatan koperasi tersebut dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap koperasi," ucap Teten melalui keterangan tertulis pada Kamis, 10 November 2022. 

Selain itu, Teten menilai masuknya koperasi dalam OJK membuat perlakuan yang sejajar antara koperasi dan perbankan apabila ada masalah yang merugikan anggotanya. Pasalnya, saat ini ada sejumlah koperasi bermasalah dan sedang menempuh penyelesaiannya lewat Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang (PKPU). "Pada praktiknya juga sulit," kata dia.

Sementara jika bank mengalami masalah, penyelesaiannya lebih jelas. Karena itu, ia berharap usulannya dapat menjadi pertimbangan agar penyelesaian masalah di koperasi menjadi lebih tegas. 

Namun Teten tetap mengaku pihaknya akan memastikan keberlangsungan penyelenggaraan koperasi, khususnya dalam memberikan pembiayaan kepada masyarakat. Sebab, ia menilai keberadaan koperasi masih sangat dibutuhkan untuk memberikan pembiayaan kepada masyarakat, terutama bagi yang belum bisa mengakses bank. 

Pasalnya, masih ada 30 juta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang belum bisa mengakses pembiayaan formal karena kendala kolateral. Ia mengatakan di situ lah kehadiran koperasi sangat diperlukan karena diharapkan mampu memberikan kemudahan pembiayaan kepada masyarakat. 

“Kehadiran koperasi masih dibutuhkan. Tetapi pemerintah harus melindungi masyarakat dari kegiatan usaha keuangan, di sisi lain, memang kita terus harus meningkatkan kesehatan koperasi, supaya ada tata kelola yang baik, transparan, akuntabel. Kalau ada koperasi bermasalah bisa diselesaikan seperti perbankan,” kata Teten.

Sehingga apabila koperasi ada di bawah pengawasan OJK seperti dalam RUU PPSK, kata Teten, perlu ada kompartemen khusus koperasi di OJK dengan pengaturan tertentu. Tujuannya agar prinsip-prinsip dasar koperasi dan kemudahan pembiayaan ke masyarakat tetap bisa terlaksana. 

Usulan ini, menurut Teten, adalah hal penting karena koperasi simpan pinjam berbeda dengan lembaga pembiayaan lainnya. Prinsip koperasi 'dari anggota untuk anggota' membuat pemberian pinjaman tidak terlalu ketat seperti di bank. Sehingga risiko terjadi masalah selalu ada. "Aspek ini yang perlu diberi penekanan,” kata Teten. 

Jika ada kompartemen koperasi di OJK, menurut Teten, akan menjadi jalan tengah agar tidak ada penolakan dari para pelaku koperasi. Terlebih ada kekhawatiran dari pelaku koperasi jika diperlakukan seketat perbankan, sehingga akan menyulitkan koperasi. 

Ia mengatakan pemerintah memang berkomitmen agar koperasi bisa tumbuh besar dan tidak ada pembatasan yang menyulitkan. Namun, menurutnya, tetap diperlukan ekosistem kelembagaan koperasi yang setara dengan perbankan.

Baca Juga: Cerita Nasabah Asuransi Bumiputera: Terkatung-katung 4 Tahun, seperti Dipingpong

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






OJK Sebut Pengalihan Polis Nasabah Eks Jiwasraya ke IFG Life Masih Butuh Tambahan Modal

2 jam lalu

OJK Sebut Pengalihan Polis Nasabah Eks Jiwasraya ke IFG Life Masih Butuh Tambahan Modal

OJK membeberkan kabar terbaru dalam pengalihan polis dari eks nasabah Jiwasraya ke IFG Life. Seperti apa proses pengalihan polis tersebut?


OJK Minta Kresna Life Transparan Soal Rencana Penyehatan Keuangan

4 jam lalu

OJK Minta Kresna Life Transparan Soal Rencana Penyehatan Keuangan

OJK mengatakan sudah memeriksa Rencana Penyehatan Keuangan (RPK) yang diajukan PT Asuransi Jiwa Kresna (Kresna Life / PT AJK).


OJK Berkukuh Pembentukan Tim Likuidasi Wanaartha Life Sesuai dengan Ketentuan

5 jam lalu

OJK Berkukuh Pembentukan Tim Likuidasi Wanaartha Life Sesuai dengan Ketentuan

OJK menegaskan Tim Likuidasi yang dibentuk usai Wanaartha Life dicabut izin usahanya telah sesuai aturan yang berlaku. Begini penjelasannya.


Lima Kasus Penipuan Berkedok Koperasi, Indosurya Terbesar dalam Sejarah Indonesia

12 jam lalu

Lima Kasus Penipuan Berkedok Koperasi, Indosurya Terbesar dalam Sejarah Indonesia

Koperasi simpan pinjam Indosurya menjadi kasus terbesar dalam sejarah Indonesia.


Gelar IPO Hari ini, Pertamina Geothermal Energy Lepas 25 Persen Saham ke Publik

1 hari lalu

Gelar IPO Hari ini, Pertamina Geothermal Energy Lepas 25 Persen Saham ke Publik

Pertamina Geothermal Energy atau PGE melakukan initial public offering (IPO) atau penawaran perdana saham kepada publik, Rabu, 1 Februari 2023.


Profil Indosurya, Koperasi Simpan Pinjam yang Rugikan 23 Ribu Korban hingga Rp 106 Triliun

1 hari lalu

Profil Indosurya, Koperasi Simpan Pinjam yang Rugikan 23 Ribu Korban hingga Rp 106 Triliun

Kasus KSP Indosurya berbuntut panjang.


OJK Luncurkan Roadmap Pasar Modal 2023-2027, Simak 5 Pilar Pengembangannya

2 hari lalu

OJK Luncurkan Roadmap Pasar Modal 2023-2027, Simak 5 Pilar Pengembangannya

Roadmap Pasar Modal 2023-2027 yang resmi diluncurkan OJK hari ini merupakan peta jalan bagi pengembangan industri pasar modal.


Inilah 5 Modus Penipuan Online yang Perlu Anda Ketahui

2 hari lalu

Inilah 5 Modus Penipuan Online yang Perlu Anda Ketahui

Kominfo mencatat setidaknya ada lima modus penipuan online yang marak terjadi di Indonesia. Mulai dari phising, pharming, hingga sniffing.


Hati-hati Sniffing, Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah hingga Kurir Paket

2 hari lalu

Hati-hati Sniffing, Modus Penipuan Berkedok Undangan Nikah hingga Kurir Paket

Modus penipuan online berkedok undangan nikah hingga kurir paket disebut dengan istilah sniffing. Apa itu sniffing?


Marak Pembobolan M-Banking, Ini Kata OJK, Bank hingga Pakar Siber

2 hari lalu

Marak Pembobolan M-Banking, Ini Kata OJK, Bank hingga Pakar Siber

Belakangan ini marak terjadi pembobolan mobile banking atau m-banking dengan modus undangan pernikahan online palsu. Bagaimana pendapat Otoritas Jasa Keuangan (OJK), bank hingga pakar siber?