Kementerian ESDM Ungkap 5 Cara Menekan Emisi Gas Rumah Kaca

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE), Dadan Kusdiana, saat melakukan Sosialisasi Peraturan Presiden Nomor 112 Tahun 2022 tentang Percepatan Pengembangan Energi Terbarukan Untuk Penyediaan Tenaga Listrik melalui virtual pada Jumat, 7 Oktober 2022. Kredit: YouTube Ditjen EBTKE

TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah menyatakan terus menggencarkan upaya menekan emisi gas rumah kaca dengan menjalankan berbagai macam program sekaligus. Pemerintah mengejar target enchanced nationally determined contribution (ENDC) pada 2030 untuk menurunkan emisi gas rumah kaca sebesar 31,89 persen dengan upaya sendiri.

Namun jika mendapatkan dukungan dari internasional, target itu akan lebih cepat, yakni 43,20 persen. Target penurunan emisi gas rumah kaca naik dari 2021 yang sebelumnya ditetapkan 29 persen dengan upaya sendiri dan 41 persen dengan bantuan internasional.

Direktur Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi Kementerian ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, untuk mencapai target itu, pemerintah telah menyiapkan lima program. Pertama, pengembangan energi baru dan terbarukan. 

Baca: Kemenhub Ingin Ganti Baterai Motor Listrik Seperti Beli Galon di Indomaret: Tukar, Bayar, Jalan Lagi

"Di antaranya kita kita memiliki program pengembangan energi baru dan terbarukan. Kedua, kita punya program implementasi efisiensi energi," kata Dadan dalam agenda COP27, Selasa, 8 November 2022.

Tak hanya dua program program itu, Dadan mengatakan upaya lainnya adalah mereduksi penggunaan energi fosil. Di antaranya menggunakan prinsip low carbon cure, seperti menggunakan bahan bakar dengan spesifikasi yang lebih baik sambil menggantikan bahan bakar fosil dan mengkoversinya dengan LPG.

Selanjutnya, pemerintah mengoptimalkan penggunaan teknologi bersih karbon atau yang disebut sebagai clean coal technology. Sebagai negara yang mayoritas energinya memanfaatkan pembangkit listrik berbasiskan baru bara, pemanfaatan teknologi bersih berstandar menjadi penting. 

"Kita menggunakan standarisasi teknologinya sehingga kita bisa mereduksi dibandingkan dengan teknologi bisnis as usual. Contohnya di sini yang menggunakan support critical coal power plant," kata Dadan.

Terkahir, Dadan mengungkapkan, reduksi gas rumah kaca ini akan dilaksanakan dengan program gasifikasi hingga mereklamasi tempat-tempat pertambangan. Dengan begitu, pemerintah bisa lebih cepat menekan emisi gas rumah kaca.

Dadan berujar lima program ini bisa mereduksi efek gas rumah kaca secara keseluruhan.  "50 persen berasal dari penerapan energi baru dan terbarukan, 25 persen dari efisiensi energi, dan 25 persennya dari low carbon fuel hingga clean coal technology," katanya

Baca juga: Kemenhub Ungkap Jumlah Kendaraan Listrik RI Baru 31.827 Unit dari Target 100 Ribu

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Pastikan Rasio Elektrifikasi Tahun 2023 Selesai 100 Persen, Ini Strategi ESDM

2 hari lalu

Pastikan Rasio Elektrifikasi Tahun 2023 Selesai 100 Persen, Ini Strategi ESDM

ESDM menyebutkan rasio elektrifikasi atau perbandingan rumah tangga berlistrik di Indonesia, bakal tuntas sebesar 100 persen.


Badan Geologi ESDM Usulkan Penerbitan WIUP Logam Tanah Jarang

2 hari lalu

Badan Geologi ESDM Usulkan Penerbitan WIUP Logam Tanah Jarang

ESDM mengirimkan usulan penerbitan Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) untuk Rare Earth Material atau logam tanah jarang (LTJ).


Cara ESDM Tingkatkan Daya Saing Tenaga Lokal Agar Tak Kalah dengan Asing

2 hari lalu

Cara ESDM Tingkatkan Daya Saing Tenaga Lokal Agar Tak Kalah dengan Asing

ESDM fokus meningkatkan kompetensi tenaga kerja Indonesia (TKI) di sektor ESDM agar tak kalah dengan tenaga kerja asing (TKA).


Mulai Besok, Pemerintah Terapkan Biodiesel B35

4 hari lalu

Mulai Besok, Pemerintah Terapkan Biodiesel B35

Pemerintah menerapkan program Biodiesel B35 mulai besok, 1 Februari 2023. B35 dalah bahan bakar dengan presentase pencampuran BBN ke BBM 35 persen.


Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

4 hari lalu

Rasio Elektrifikasi 2022 Melambat, ESDM: Wilayah Timur Menjadi Fokus Kami

Kementerian ESDM bakal meningkatkan rasio elektrifikasi agar seluruh wilayah Indoneia mendapatkan akses listrik.


Mitigasi Bencana Geologi 2022, Menteri ESDM Paparkan Capaian dan Pemetaan Kawasan

4 hari lalu

Mitigasi Bencana Geologi 2022, Menteri ESDM Paparkan Capaian dan Pemetaan Kawasan

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral atau ESDM Arifin Tasrif memaparkan capaian kinerja dalam mitigasi bencana geologi tahun 2022.


Menteri ESDM Sebut Produksi Minyak Menurun Karena Banyak Sumur Sudah Tua

4 hari lalu

Menteri ESDM Sebut Produksi Minyak Menurun Karena Banyak Sumur Sudah Tua

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut kinerja sumur-sumur pengeboran minyak bumi di Indonesia menunjukkan tren penurunan karena sudah sangat tua.


Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif, Alasan ESDM Belum Turunkan Harga Pertalite

4 hari lalu

Harga Minyak Dunia Masih Fluktuatif, Alasan ESDM Belum Turunkan Harga Pertalite

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) membeberkan alasan belum diturunkan harga Pertalite meski harga minyak dunia menurun.


Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

4 hari lalu

Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik baru mencapai 14,11 persen pada 2022.


Subsidi Energi 2023 Rp 209,9 T, ESDM: Rp 139,4 T untuk BBM dan LPG, Rp 70,5 untuk Listrik

4 hari lalu

Subsidi Energi 2023 Rp 209,9 T, ESDM: Rp 139,4 T untuk BBM dan LPG, Rp 70,5 untuk Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tetap menggelontorkan subsidi energi untuk tahun 2023.