Kasus Robot Trading Seret Crazy Rich Surabaya, Bappebti Pernah Panggil Net89

Ilustrasi investasi ilegal. Rdasia.com

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyatakan seluruh kasus robot trading yang dikelola platform Net89 sudah ditangani pihak kepolisian. Investasi abal-abal itu melibatkan crazy rich Surabaya, Reza Paten. 

"Untuk kasus Net89, sepenuhnya sudah di Polri," ujar Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Pasar Tirta Karma Senjaya saat dihubungi Tempo pada Ahad, 6 November 2022.

Sebelumnya, menurut hasil penelusuran Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), perputaran uang dalam kasus robot trading ini menembus Rp 1 triliun. Reza Paten, yang juga pedagang valuta asing, disinyalir merupakan pemilik platform Net89 tersebut. 

Untuk hal hasil lidik PPATK dan Polri, Tirta mengatakan Bappebti selalu siap membantu tim, khususnya untuk memberikan keterangan ahli. Tirta mengaku Bappebti dari Biro Peraturan Perundangan-undangan dan Penindakan sudah pernah meminta keterangan dari pihak Net89 beberapa bulan lalu. 

Dia melanjutkan, berita acara pemeriksaan atau BAP sudah disampaikan kepada Polri sebagai bahan keterangan. Bahkan sebelum ramainya kasus investasi bodong Net89 ini mencuat, telah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati dengan robot trading tersebut. 

"Untuk produk atau entitas investasi tidak berizin, sebetulnya otoritas yang berkaitan, baik Bappebti maupun OJK (Otoritas Jasa Keuangan), sudah menyampaikan dari sebelum maraknya robot trading ini," kata Tirta. 

Di sisi lain, ia bercerita dirinya sempat memberikan edukasi mengenai robot trading bersama Asosiasi Penjual Langsung Indonesia (APLI). Namun, ada oknum yang memotong penjelasannya di video tersebut. "Bagian saya sudah tidak ada kecuali narasumber yang lainnnya," tuturnya. 

Adapun Kepala Pusat PPATK Ivan Yustiavandana mengatakan pihaknya telah memblokir 150 rekening milik Reza Paten. Setelah ditelusuri, PPATK menemukan perputaran uang yang mencapai Rp 1 triliun itu berasal dari 25 bank dan turut mengalir ke berbagai pihak. 

Baca juga: Kasus Robot Trading Net89, PPATK Bekukan 150 Rekening Reza Paten dari 25 Bank

Penelusuran aliran dana dilakukan setelah tim kuasa hukum korban Net89 meminta bantuan kepada PPATK. Keterlibatan Reza Paten dalam kasus investasi bodong itu mencuat setelah tim kuasa hukum korban Net89 melaporkan dugaan penipuan robot trading itu ke Bareskrim Mabes Polri pada 26 Oktober 2022. Reza diduga merengguk keuntungan sebesar Rp 100 hingga Rp 500 miliar.

Sejumlah nama selebgram pun ikut terseret dalam kasus investasi bodong robot trading Net89 itu. Di antaranya Atta Halilintar dan Taqy Malik. Keduanya juga telah dilaporkan ke Bareskrim Polri. Atta dan Taqy dikabarkan sempat melelang dua barang berharganya kepada Reza Paten yang disebut sebagai bagian dari jaringan Net89 dalam mengelabui korbannya.

Atta dan Taqy sama-sama mengaku tidak terlibat dalam perputaran uang tersebut. Atta menyatakan tidak mengetahui latar belakang Reza Paten sebagai pendiri Net89 saat melakukan lelang headband-nya. Dia juga mengaku tidak pernah bermain trading.

"Pada saat itu tidak mungkin saya tanya satu-satu semua yang nge-bid kamu dapat uang dari mana ikut lelang ini. Apalagi ini lelang terbuka kan. Banyak yg mengikuti lelang itu dan akhirnya ditutup dengan tanggal dan jam yang sudah ditentukan," kata Atta.

Taqy Malik pun membantah keterlibatannya dalam kasus penipuan dan penggelapan robot trading Net89. Ia mengaku tidak tahu menahu perihal investasi bodong robot trading tersebut saat melelang sepeda Brompton miliknya. 

"Melihat banyak sekali berita yang beredar di media. Saya perlu meluruskan berita yang tidak sesuai dengan fakta yang ada, seakan-akan saya yang bermain trading. Padahal saya tidak tahu menahu apa itu Net89, dan terkait industri trading lainnya," kata Taqy Malik. 

Pengacara Reza Paten, Slamat Tambunan, juga membantah kliennya sempat mereguk keuntungan hingga ratusan miliar. Menurut Slamet, Reza bukan bagian dari jaringan robot trading Net89, melainkan anggota biasa.

Menurut Slamat, Reza hanya pernah menarik uang sebesar Rp 11 miliar. Sementara itu uang yang digunakan Reza untuk membeli headband dan sepeda Brompton milik Atta Halilintar dan Taqy Malik berasal dari uang pribadinya, bukan dari Net89.

RIANI SANUSI PUTRI | ARRIJAL RACHMAN

Baca juga: PPATK Dalami Aliran Duit Dugaan Korupsi Proyek BTS Kominfo

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Kemendag, Bappebti, dan Aspakrindo Gelar Bulan Literasi Aset Kripto 2023

1 hari lalu

Kemendag, Bappebti, dan Aspakrindo Gelar Bulan Literasi Aset Kripto 2023

Kemendag, Bappebti, dan Aspakrindo menggelar Bulan Literasi Aset Kripto 2023 untuk mengedukasi masyarakat tentang perdagangan aset kripto.


OJK Tutup 5.861 Investasi dan Pinjol Ilegal Sejak 2017

1 hari lalu

OJK Tutup 5.861 Investasi dan Pinjol Ilegal Sejak 2017

Otoritas Jasa Keuangan atau OJK telah melakukan berbagai langkah untuk mencegah adanya investasi dan pinjaman online atau pinjol ilegal.


Pengaduan Konsumen ke YLKI Meningkat, Ada Aduan Baru Soal Minyak Goreng

14 hari lalu

Pengaduan Konsumen ke YLKI Meningkat, Ada Aduan Baru Soal Minyak Goreng

Ketua Bidang Pengaduan dan Hukum YLKI Rio Priambodo mengatakan aduan jasa keuangan menempati posisi tertinggi.


Bappebti Targetkan Tahun 2023, Sawit dan Kopi Masuk Bursa Perdagangan

15 hari lalu

Bappebti Targetkan Tahun 2023, Sawit dan Kopi Masuk Bursa Perdagangan

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi atau Bappebti menargetkan tahun 2023, beberapa komoditas akan didaftarkan dalam bursa perdagangan.


Bappebti: Transaksi Aset Kripto Mencapai Rp 296,66 Triliun Sepanjang 2022

15 hari lalu

Bappebti: Transaksi Aset Kripto Mencapai Rp 296,66 Triliun Sepanjang 2022

Bappebti juga melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan sistem resi gudang dan pasar lelang komoditas.


Warganet Keluhkan Tamasia, Bappebti Sebut Perusahaan Jual Emas Itu Tidak Berizin

16 hari lalu

Warganet Keluhkan Tamasia, Bappebti Sebut Perusahaan Jual Emas Itu Tidak Berizin

Tamasia memaksa penggunanya menjual emas dengan harga di bawah standar.


Terdakwa Kasus Investasi Robot Trading DNA Pro Dituntut 3 Tahun Bui, Denda Rp 4 Miliar

23 hari lalu

Terdakwa Kasus Investasi Robot Trading DNA Pro Dituntut 3 Tahun Bui, Denda Rp 4 Miliar

Sepuluh terdakwa kasus investasi robot trading DNA Pro menjalani sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Bandung.


Jelang Putusan Pengadilan, Korban KSP Indosurya Cemas Uangnya Tak Bisa Kembali

24 hari lalu

Jelang Putusan Pengadilan, Korban KSP Indosurya Cemas Uangnya Tak Bisa Kembali

Korban investasi bodong Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta masih harap-harap cemas dengan hasil putusan pengadilan negeri Jakarta Barat apakah haknya dapat kembali atau tidak.


Kasus Pinjaman Online hingga Investasi Bodong Membuat OJK Jadi Sorotan Publik

27 hari lalu

Kasus Pinjaman Online hingga Investasi Bodong Membuat OJK Jadi Sorotan Publik

Sederetan kasus, mulai dari pinjaman online hingga investasi bodong, membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi sorotan. Apa saja kasus-kasus tersebut?


UU PPSK Atur Wewenang OJK Sangat Luas, Ekonom: Pengawasan Tak Maksimal, Perlindungan Masyarakat Minim

28 hari lalu

UU PPSK Atur Wewenang OJK Sangat Luas, Ekonom: Pengawasan Tak Maksimal, Perlindungan Masyarakat Minim

Direktur Celios Bhima Yudhistira Adhinegara mempertanyakan pengawasan OJK yang sangat luas setelah diatur UU PPSK.