Kabar 45 Ribu Buruh Tekstil Kena PHK, KSPI Sudah Dalami: Tidak Benar

Operator menjalankan mesin di sebuah pabrik kain skala kecil menengah di Desa Rancajigang, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, Senin, 9 November 2020. Industri tekstil skala kecil akan semakin terpuruk akibat pandemi dan murahnya harga produk garmen impor. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal angkat bicara soal kabar pemutusan hubungan kerja atau PHK terhadap 45 ribu karyawan dari industri garmen, tekstil dan sepatu.

Ia mengaku pihaknya sudah memeriksa seluruh anggota KSPI yang berasal dari sejumlah industri tersebut dan tidak ada anggota yang di-PHK. "Partai Buruh dan KSPI sudah mendalami fakta-fakta, tidak benar ada PHK 45 ribu lebih buruh di sektor tekstil, garmen, sepatu," ucap Said dalam konferensi pers virtual, Rabu, 2 November 2022. 

Said juga memastikan tidak ada PHK di industri otomotif. "Itu bohong, karena 70 persen perusahaan otomotif adalah anggota FSPMI (Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia). Dan kami melihat tidak ada PHK," katanya.

Baca: Jumat Besok, Puluhan Ribu Buruh Akan Demo di Depan Kemnaker Tuntut Upah Naik dan Tolak PHK

Dalam kesempatan itu, Said juga meminta kepada para menteri untuk tidak menjadi provokator dengan terus menyebutkan ancaman resesi global pada tahun 2023. "Kepada menteri terkait jangan menakut-nakuti rakyat dan menjadi provokator tahun 2023 bahwa ekonomi gelap dan akan ada resesi global yang  melada Indonesia," katanya. 

Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Jawa Barat sebelumnya mengungkapkan sekitar 43 ribu pekerja tekstil dan garmen di enam kota dan kabupaten di Jawa Barat mengalami PHK. Kondisi itu terjadi karena dampak dari pandemi Covid-19 dan konflik Rusia-Ukraina yang membuat pasar produk garmen dan tekstil yakni Eropa dan Amerika mengalami krisis.

Ketua Umum Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Jemmy Kartiwa Sastraatmadja juga sempat memprediksi bakal terjadi PHK massal di sektor industri tekstil. Tanda-tanda ini tercermin dari penurunan ekspor yang mencapai 30 persen pada Oktober 2022.

Gangguan ekspor itu mengakibatkan utilisasi industri tekstil menurun tajam sehingga berdampak terhadap pengurangan jam kerja. "Akhirnya terjadi pemutusan hubungan kerja," ucap Jemmy saat dihubungi Tempo pada Kamis, 27 Oktober 2022.

Ia menjelaskan penurunan ekspor industri tekstil terjadi seiring pelemahan daya beli di Amerika Serikat dan Eropa. Dua kawasan itu memang masih menjadi tujuan ekspor tekstil terbesar bagi Indonesia. Ancaman resesi 2023 membuat pelaku usaha memprediksi berlanjutnya penurunan ekspor. Seiring dengan itu, ancaman gelombang PHK pun mengintai pada tahun depan.

Selanjutnya: Penurunan ekspor karena daya beli di AS dan Eropa melemah.






Pemicu Badai PHK di Perusahaan Rintisan

3 jam lalu

Pemicu Badai PHK di Perusahaan Rintisan

Sejumlah asosiasi di bidang digital menilai fenomena badai PHK ini masih berpotensi terjadi pada 2023. Ini sebabnya.


Hikayat Mobil Audi: Asal-usul Nama dan Arti Logo Empat Cincin

15 jam lalu

Hikayat Mobil Audi: Asal-usul Nama dan Arti Logo Empat Cincin

Mobil Audi menjadi salah satu mobil mewah pada hari ini. Berikut merupakan sejarah mobil Audi.


Amerika Disebut Akan Cabut Izin Ekspor Perusahaan yang Suplai Barang ke Huawei

1 hari lalu

Amerika Disebut Akan Cabut Izin Ekspor Perusahaan yang Suplai Barang ke Huawei

Tiga sumber menyebutkan Amerika telah menghentikan izin perusahaan yang biasa mengekspor sebagian besar item ke Huawei


JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

2 hari lalu

JD.ID Tutup Setelah Lakukan PHK di Akhir Tahun Lalu

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia pada 31 Maret 2023. Di akhir tahun lalu, JD.ID juga sempat melakukan PHK terhadap 200 karyawannya.


Berhenti Beroperasi 31 Maret 2023, JD.ID: Keputusan JD.COM Fokus Rantai Pasok Lintas Negara

2 hari lalu

Berhenti Beroperasi 31 Maret 2023, JD.ID: Keputusan JD.COM Fokus Rantai Pasok Lintas Negara

Layanan belanja daring atau e-commerce JD.ID secara resmi mengumumkan untuk menutup layanannya di Indonesia.


Yakin Ekonomi 2022 Tumbuh 5 Persen, Gubernur BI: Global Hanya 3 Persen

2 hari lalu

Yakin Ekonomi 2022 Tumbuh 5 Persen, Gubernur BI: Global Hanya 3 Persen

Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan inflasi setelah penyesuaian harga BBM pada September 2022 lalu, turun lebih cepat dari yang diperkirakan.


RANS Entertainment Bakal IPO Tahun Ini, Analis Wanti-wanti Sejumlah Hal

4 hari lalu

RANS Entertainment Bakal IPO Tahun Ini, Analis Wanti-wanti Sejumlah Hal

Perusahaan milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, RANS Entertainment, berencana IPO pada tahun ini. Bagaimana prospeknya?


Perpu Cipta Kerja Sampai di DPR, Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi 6 Februari 2023

5 hari lalu

Perpu Cipta Kerja Sampai di DPR, Puluhan Ribu Buruh Gelar Aksi 6 Februari 2023

Jelang penetapan Perpu Cipta Kerja disahkan oleh DPR RI, ribuan buruh kembali akan melakukan aksi masa besar besaran di gedung wakil rakyat pada Senin, 6 Februari 2023 mendatang.


Jepang Perketat Sanksi ke Rusia

5 hari lalu

Jepang Perketat Sanksi ke Rusia

Mengingat situasi sekitar Ukraina dan untuk berkontribusi pada upaya internasional dalam mengamankan perdamaian, Jepang pun memperketat sanksi.


Ekonomi DKI Jakarta Kian Menguat, Didorong Realisasi Pendapatan APBN Regional Rp 1.375,74 Triliun

5 hari lalu

Ekonomi DKI Jakarta Kian Menguat, Didorong Realisasi Pendapatan APBN Regional Rp 1.375,74 Triliun

Ekonomi DKI Jakarta makin menguat dengan adanya realisasi pendapatan dan hibah APBN Regional hingga 31 Desember 2022 sebesar Rp1.375,74 triliun.