Energy Watch Beberkan Kendala Listrik Tenaga Surya: Belum Ada Teknologi Baterai Murah

Petugas saat melakukan memeriksa unit solar cell di Pabrik PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari, Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Jumat, 9 September 2022. PT Indofood Sukses Makmur Tbk Divisi Bogasari secara resmi memulai menggunakan PLTS atap di salah satu pabrik di Kawasan Industri Cibitung, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat. Bogasari resmi menjadi pabrik tepung terigu (flour mill) pertama di Indonesia yang sudah mengoperasikan pemanfaatan sinar matahari sebagai sumber energi baru terbarukan yang ramah lingkungan dan untuk menekan tingkat pemanasan global sekaligus menghemat biaya listrik serta mendukung mendukung Gerakan Nasional Sejuta Surya yang dikampanyekan Pemerintah sejak tahun 2017. TEMPO / Hilman Fathurrahman W

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Energy Watch Mamit Setiawan menjelaskan kendala pengembangan listrik tenaga surya atau matahari. Saat ini, pengembangan tersebut masih bersifat intermitten on grid.

Mamit mengatakan masih dibutuhkan penyimpanan energi untuk menjadikan energi surya sebagai pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) off grid yang harganya masih tinggi. “Energy storege itu baterai. Saat ini komponen termahal energi baru terbarukan atau EBT adalah baterai. Bahkan, 50 persen dari total biaya adalah baterai,” ujar dia saat dihubungi pada Senin, 17 Oktober 2022.

Saat ini, Mamit mengatakan, belum ditemukan teknologi baterai yang lebih murah. Bukan cuma di Indonesia, melainkan juga di negara-negara lain.

“Jadi harus segera ditemukan teknologi baterai yang lebih murah lagi ke depannya dengan penyimpanan yang maksimal. Baterai ini jadi kendala,” kata dia.

Baca juga: Kemenkeu Bakal Atur Pengadaan Kendaraan Listrik untuk Kendaraan Dinas Pemerintah

Selain itu, kekurangan pengembangan listrik tenaga surya adalah dibutuhkan lahan yang cukup luas untuk mendapatkan sumber energinya. Belum lagi, Mamit berujar, perawatan yang harus mumpuni agar solar panel tetap bisa optimal. 

“Energi juga optimal hanya dari pukul 11.00-14.00 saja, itu pun dengan cuaca yang cerah,” ucap Mamit.

Namun, Mamit menuturkan saat ini semua pihak sedang mengupayakan digitalisasi, termasuk sektor energi. Harapannya, digitalisasi ini akan memudahkan pengembangan sektor energi. “Dan mengikuti perkembangan zaman,” tutur Mamit.

Director of Strategic Planning and Bussiness Development PT Pertamina Power Indonesia Fadil Rahman menjelaskan pihaknya akan membangun fasilitas PLTS di lebih dari 400 titik di seluruh Indonesia. Pembangunannya direncanakan rampung dalam 1,5 tahun. 

Anggaran pembangunan itu berasal dari belanja modal senilai US$ 11 miliar untuk mempercepat program energi baru dan terbarukan (EBT). Belanja investasi itu ditargetkan berjalan untuk lima tahun ke depan hingga 2026. 

“Sejauh ini, membelanjakan anggaran itu untuk menginstal pembangkit listri tenaga surya (PLTS) di 400 lokasi di seluruh Indonesia,” ujar Fadil. 30 September lalu.

Kemudian, anggaran itu akan dipakai untuk memperkuat pemanfaatan teknologi panas bumi dan mengembangkan electric vehicle (EV) serta baterai ekosistem. Perusahaan pun telah bekerja sama dengan beberapa mitra untuk merilis pilot project dukungan percepatan untuk motor listrik di Bali dua bulan lalu.

“Nah hal itu yang kita belanjakan, untuk membangun fasilitas dan infrastruktur untuk keterkaitannya dengan energi transisi,” tutur Fadil.

Baca juga: Hyundai Buka Pabrik Kendaraan Listrik Baru Rp 85 Triliun di Amerika Serikat

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Bahlil Sebut Ada Diskriminasi ke Negara Berkembang dalam Investasi Energi Hijau: Anomali

1 hari lalu

Bahlil Sebut Ada Diskriminasi ke Negara Berkembang dalam Investasi Energi Hijau: Anomali

Bahlil Lahadalia menilai ada diskriminasi terhadap negara berkembang dalam pengembangan energi hijau.


Airlangga Klaim Penggunaan Biodiesel B35 Hemat Devisa USD 10,75 Miliar

4 hari lalu

Airlangga Klaim Penggunaan Biodiesel B35 Hemat Devisa USD 10,75 Miliar

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menyebut penggunaan biodiesel B35 akan menghemat devisa negara hingga US$ 10,75 miliar.


Pakar: Isi Daya Kendaraan Listrik Bisa Kurangi Emisi Karbon Asal Pakai Tenaga Surya

4 hari lalu

Pakar: Isi Daya Kendaraan Listrik Bisa Kurangi Emisi Karbon Asal Pakai Tenaga Surya

Penggunaan kendaraan listrik saat ini belum sepenuhnya mengurangi emisi karbon, melainkan mengurangi polusi udara di jalan raya


Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

4 hari lalu

Pembangkit Listrik EBT Masih Sedikit, Menteri ESDM: Batu Bara Dominan, 67 Persen

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif menyebut bauran energi baru terbarukan (EBT) dalam pembangkit listrik baru mencapai 14,11 persen pada 2022.


Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

5 hari lalu

Tak Capai Target Investasi Tahun 2022, Kementerian ESDM: Sektor Migas Stagnan

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) gagal mencapai target realisasi investasi senilai US$ 31 miliar pada 2022.


Bank BTPN Penyaluran Pembiayaan Hijau 2022 Mencapai Rp 6,7 Triliun

10 hari lalu

Bank BTPN Penyaluran Pembiayaan Hijau 2022 Mencapai Rp 6,7 Triliun

Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar menyatakan BTPN menyalurkan pembiayaan hijau (green financing) Rp 6,7 triliun pada 2022.


Kolaborasi Hilirisasi Mineral, PLN Bakal Pasok Listrik 150 MVA untuk Smelter PT Antam

11 hari lalu

Kolaborasi Hilirisasi Mineral, PLN Bakal Pasok Listrik 150 MVA untuk Smelter PT Antam

PLN berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik dan memberikan pelayanan terbaik untuk industri smelter.


Sepeda Listrik Tenaga Surya Buatan Mahasiswa UMM Dipamerkan

12 hari lalu

Sepeda Listrik Tenaga Surya Buatan Mahasiswa UMM Dipamerkan

Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) Brilly Eldon Fachrudin bersama rekannya telah mengembangkan sepeda listrik tenaga surya.


Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

13 hari lalu

Pemerintah Hapus Skema Power Wheeling dari RUU EBT, Pengamat: Tetap Kawal Agar Sesuai DIM

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral menghapus pasal skema power wheeling dalam Rancangan Undang-Undang Energi Baru Terbarukan atau RUU EBT


Mulai Pekan Depan Pengiriman Biodiesel Menggunakan Spek B35

22 hari lalu

Mulai Pekan Depan Pengiriman Biodiesel Menggunakan Spek B35

Kementerian ESDM menyatakan bahwa mulai pekan depan pengiriman bahan bakar biodiesel akan menggunakan spek B35 atau biodiesel 35 persen.