TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno memberikan tanggapan soal keributan yang diduga dilakukan oleh warga Negara Indonesia, John Jaiz Boudewijn, di Turkish Airlines. Keributan itu berlangsung dalam penerbangan dari Istanbul ke Jakarta pada 11 Oktober lalu.
Sandiaga berharap kejadian tersebut tidak menurunkan citra Indonesia sebagai destinasi internasional. Dia meminta agar Kementerian Perhubungan ikut menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan.
"Saya menganjurkan lebih baik kasus pemukulan pramugara Turkish Airlines diselesaikan tidak melalui media, namun melalui forum kekeluargaan. Apalagi, ini sesama negara muslim, Indonesia dan Turki bersahabat," ujarnya dalam Weekly Brief with Sandiaga Uno di Kemenparekraf, Jakarta Pusat, Senin, 17 Oktober 2022.
Sandiaga juga mengimbau masyarakat Indonesia menjaga keramahan dan kesopanan agar dapat menjaga reputasi negara. Apalagi, maskapai internasional yang ditunggangi WNI tersebut merupakan salah satu pesawat yang melayani penerbangan ke destinasi wisata di Tanah Air.
Berkaitan dengan peraturan selama penerbangan, Sandiaga mengatakan sebaiknya maskapai menyampaikan sejelas-jelasnya kepada para penumpang sebelum lepas landas guna mencegah kesalahpahaman. Sehingga, kata dia, suasana saat penerbangan menjadi lebih kondusif.
"Kita harus mensosialisasikan di setiap maskapai tentang aturan dalam penerbangan, seperti membawa binatang. Semua penumpang harus menaati peraturan yang di sampaikan," ujarnya.
Sandiaga menyebut Kementerian Perhubungan menjadi garda terdepan untuk menyampaikan informai. "Kita sedang membangun narasi yang positif, semoga kita bisa menjaga citra bangsa Indonesia, sebagai bangsa yang ramah, sopan dan menyenangkan," tuturnya.
Baca: Selidiki Kasus Pemukulan Awak Kabin Turkish Airline, Kemenhub: Diproses Sesuai Aturan











