Mentan Klaim RI Paling Siap Hadapi Krisis Pangan: Makan Sagu Saja

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo saat acara pembukaan resmi Rembuk Utama KTNA di Balaikota Among Tani, Batu, Jawa Timur, Jumat, 16 September 2022.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengklaim Indonesia merupakan negara yang paling siap menghadapi ancaman krisis pangan. Ia hakulyakin, sebab pernyataan yang sama telah diungkapkan oleh Food and Agriculture Organization atau FAO. 

"Tolong ini dibicarakan dengan keras. Jangan terus menerus diam-diam begini. Dikira pertanian kita apa adanya, enggak," ucap dia dalam acara Kegiatan Pembekalan Penyuluhan Pertanian Nasional di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Kamis, 6 Oktober 2022. 

Menurut Syahrul, kesiapan Indonesia menghadapi krisis pangan terbukti dari kenaikan ekspor tahun lalu sebesar 38 persen. Sedangkan selama Orde Baru, ekspor mentok 15 persen. 

"Jadi berhentilah itu yang main-main impor itu, petani enggak dapat apa-apa," kata Syahrul. Syahrul mengimbuhkan, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pun menyatakan hal yang sama soal kesiapan Indonesia menghadapi ancaman krisis pangan.

Kendati begitu, ancaman terhadap ketahanan pangan tetap menjadi perhatian bagi Kementerian Pertanian. Kementerian, kata dia, sudah menyiapkan berbagai program dan konsepsinya sudah berjalan. 

"Kita enggak main-main. Sekrisis apapun Kementan itu sudah ada program," ucapnya. 

Baca juga: Bahas Beras, Mendag: Apapun Gejolak di Pasar, Pemda Diharapkan Jaga Sesuai Harga Standar

Di sisi lain, Syahrul mengatakan apabila ada kenaikan harga sejumlah komoditas seperti beras, jagung, dan cabai, ia mengaku siap mencari solusi. Misalnya, memotong semua pohon sagu yang ada sebagai alternatif pangan. Apalagi, menurut dia, Indonesia masih punya sekitar 5 juta hektar lahan pertanian sagu.

"Potong (pohon sagu) 1 juta (hektare) sudah bisa bertahan 1-2 tahun, makan sagu aja. Kita kompak-kompak saja," tutur Syahrul. 

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan pertanian harus menjadi salah satu bantalan guna mengantisipasi krisis ekonomi dunia yang diramalkan terjadi pada tahun 2023. Menurut Wapres, Indonesia memiliki banyak kekayaan alam. Namun saat ini yang diperlukan adalah cara untuk terus berinovasi agar hasil produksi pertanian dapat lebih melimpah.

"Di Papua Barat terdapat lebih dari 125 macam pisang, itu di Papua Barat saja. Artinya, kita itu kaya sekali, tetapi kurang dikembangkan. Karena itu, saya berharap terus dikembangkan, jangan ada lahan yang tidur dan jangan ada tenaga yang nganggur," kata Ma'ruf.

RIANI SANUSI PUTRI | ANTARA

Baca juga: Pedagang Ini Sebut 90 Persen Beras di Batam Hasil Selundupan Impor: Ngeri-ngeri Sedap

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

5 jam lalu

Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

Akan terjadi kelaparan luar biasa manakala produksi pangan tidak naik sebesar 70 persen dari sekarang.


Mentan Raih Korpri Award

19 jam lalu

Mentan Raih Korpri Award

Mentan berterima kasih atas kepercayaan Korpri terhadap kinerja dan pelayanan ASN di lingkup Kementerian Pertanian.


Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Keluhkan Stok: Segera Impor, Jika Tidak Wassalam

22 jam lalu

Pedagang Beras Pasar Induk Cipinang Keluhkan Stok: Segera Impor, Jika Tidak Wassalam

Pedagang Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) mendesak pemerintah untuk segera melakukan impor beras.


Panen Jagung di Kalsel, Mentan: Pertanian Penguat Ekonomi Negara

4 hari lalu

Panen Jagung di Kalsel, Mentan: Pertanian Penguat Ekonomi Negara

Mentan meminta seluruh jajaran dan stakeholder terkait meneruskan perjuangan bersama rakyat dan petani.


Mentan Ajak Mahasiswa ULM Perkuat Pertanian Indonesia

4 hari lalu

Mentan Ajak Mahasiswa ULM Perkuat Pertanian Indonesia

Mahasiswa adalah agen perubahan yang berada di garda terdepan mengembangkan sektor pertanian Indonesia.


Dampak Harga Beras Naik: Penjualan Melambat hingga Warteg Kurang Porsi

9 hari lalu

Dampak Harga Beras Naik: Penjualan Melambat hingga Warteg Kurang Porsi

Ketua Kowantara Mukroni mengatakan kenaikan harga beras selalu terjadi dari tahun ke tahun, terutama pada musim penghujan.


DPRD DKI Setuju Food Station Dapat PMD Rp1,2 Miliar Demi Harga Beras Terjangkau

9 hari lalu

DPRD DKI Setuju Food Station Dapat PMD Rp1,2 Miliar Demi Harga Beras Terjangkau

Komisi B DPRD DKI meminta harga beras fortifikasi di DKI Jakarta terjangkau


Harga Beras Naik jadi Rp 10.000, Pedagang: Kalau Karawang Panen, Harga Balik Lagi

9 hari lalu

Harga Beras Naik jadi Rp 10.000, Pedagang: Kalau Karawang Panen, Harga Balik Lagi

Salah satu pedagang di pasar tersebut, Nur Wangsa, menyatakan harga beras itu naik sejak Oktober lalu.


4 Keistimewaan Durian Merah Banyuwangi, 5 Varietasnya Terdaftar di Kementerian Pertanian

10 hari lalu

4 Keistimewaan Durian Merah Banyuwangi, 5 Varietasnya Terdaftar di Kementerian Pertanian

Total ada lima varietas durian merah Banyuwangi yang resmi terdaftar di Kementerian Pertanian. Begini kesitimewaan durian merah ini.


Kementan Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah hingga 1,8 Juta Ton

11 hari lalu

Kementan Beberkan Penyebab Harga Beras Naik Meski Stok Melimpah hingga 1,8 Juta Ton

Kementan membeberkan sejumlah penyebab kenaikan harga beras belakangan ini meskipun stok komoditas itu di penggilingan mencapai 1,8 juta ton.