Mentan Tanggapi Usul Hasil Panen Diserap BUMN: Kalau Mau Beli, Tak Usah Koordinasi

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo buka suara soal usul Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan terkait pembelian hasil panen petani melalui BUMN. Mentan memastikan bahwa keputusan yang akan diambilnya akan membela keuntungan petani. 

Ia pun mengaku tak perlu berkoordinasi dengan kementerian atau lembaga terkait. "Kalau ada yang mau beli enggak usah koordinasi. Tinggal beli. Yang penting enggak boleh murah, saya senang," ujar Mentan saat ditemui di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan pada Kamis, 6 Oktober 2022. 

Bila BUMN nantinya diwajibkan membeli hasil panen petani, menurut dia, maka hasil panen petani harus dibeli dengan harga tinggi. Sebab, masih ada beberapa komoditas pangan di Indonesia yang harganya masih termasuk yang terendah di Asia seperti beras. 

"Apapun yang dibilang pemerintah, harus lah saya bela petani," ucapnya. 

Baca: Zulhas Cerita Ditelepon Jokowi Tiap Hari Agar Tak Lengah Atas Kenaikan Harga Beras

Syahrul juga memastikan sangat mendukung apabila rencana itu dapat mengurangi volume impor komoditas hasil tani. "Berentilah itu yang main-main impor itu, petani gak dapat apa-apa," kata dia. 

Sebelumnya Zulkifli bercerita Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah memberi arahan untuk menyerap seluruh hasil panen petani melalui BUMN. Pasalnya, Presiden Jokowi tak ingin para petani dibebani soal harga atau penjualan. Artinya, pemerintah melalui BUMN akan membeli seluruh hasil produksi petani, kemudian menjualnya kepada konsumen. 

"Nah, oleh karena itu kemarin saya mengusulkan, kalau bisa subsidi (pangan) Rp 100 triliun per tahun selama tiga tahun," ujarnya saat ditemui di kantor Kementerian Perdagangan, Jakarta Pusat pada Ahad, 25 September 2022.

Apabila wacana itu dapat direalisasikan, petani tidak dibebani tugas tambahan yang bukan bidangnya. Harapannya petani bisa lebih produktif dan fokus pada teknologi pertanian dan pasar. 

"Kalau udah itu sudah kita nggak perlu impor lagi. Jadi jangan sampai dia kalau bikin banyak nggak laku. Oleh karena itu harus dibeli oleh negara, tugasnya pemerintah itu membeli," tutur Zulkifli.

Pemerintah pun berencana membangun gudang untuk menampung stok hasil panen tersebut. Nantinya, kata Zulkifli, proyek itu akan menjadi tanggung jawab Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) atau juga Perum Badan Urusan Logistik (Bulog).

Baca juga: Buwas Curhat Soal Harga Beras: Swasta Rusak Harga, Rebutan Alat Angkut dengan Bulog

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Harga Garam Naik, Mendag Sebut RI Terlalu Banyak Impor

17 jam lalu

Harga Garam Naik, Mendag Sebut RI Terlalu Banyak Impor

Mendag mendapat keluhan dari perajin tahu mengenai lonjakan harga garam.


Pengecer Kedelai Curhat ke Mendag Tak Dapat Subsidi: Padahal Sama-sama Cari Makan

20 jam lalu

Pengecer Kedelai Curhat ke Mendag Tak Dapat Subsidi: Padahal Sama-sama Cari Makan

Menurut Zulhas, subsidi kedelai diberikan kepada para pelaku usaha yang memenuhi syarat.


Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

21 jam lalu

Di Depan Zulhas, Hotman Paris Singgung Jagoan yang Monopoli Izin Impor

Menjawab pertanyaan Hotman Paris, Zulkifli alias Zulhas menjelaskan, izin impor sejatinya dibagi secara rata dan telah diatur dalam neraca komoditas.


Pertimbangkan Duet Ganjar-Erick Thohir, PAN: Pasangan Sempurna

22 jam lalu

Pertimbangkan Duet Ganjar-Erick Thohir, PAN: Pasangan Sempurna

Politikus PAN Viva Yoga Mauladi menilai Ganjar Pranowo dan Erick Thohir bakal menjadi pasangan yang sempurna pada Pemilihan Presiden 2024.


Zulhas Pastikan RI Bakal Banding Setelah Kalah Gugatan soal Ekspor Bijih Nikel di WTO

22 jam lalu

Zulhas Pastikan RI Bakal Banding Setelah Kalah Gugatan soal Ekspor Bijih Nikel di WTO

Indonesia kalah dalam gugatan larangan ekspor bijih nikel di WTO dalam panel pada Oktober lalu.


Ancaman Resesi, Kemenperin Dorong Optimalisasi Pasar Dalam Negeri

1 hari lalu

Ancaman Resesi, Kemenperin Dorong Optimalisasi Pasar Dalam Negeri

Kemenperin beberkan sejumlah upaya mendorong penggunaan produk dalam negeri untuk memperkuat ekonomi nasional di tengah ancaman resesi global.


890 Posisi Ditawarkan dalam Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Cek Syarat dan Tahapannya

1 hari lalu

890 Posisi Ditawarkan dalam Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2, Cek Syarat dan Tahapannya

Rekrutmen Bersama BUMN gelombang kedua ini diibuka per 1 Desember 2022 dengan menyediakan 890 posisi sesuai dengan kebutuhan tiap BUMN.


Harga Telur Tembus Rp 30 Ribu per Kilogram Jelang Nataru, Bapanas Akan Gelar Bazar Murah

1 hari lalu

Harga Telur Tembus Rp 30 Ribu per Kilogram Jelang Nataru, Bapanas Akan Gelar Bazar Murah

Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Arief Prasetyo Adi menyiapkan sejumlah solusi alternatif untuk meredam tingginya harga telur jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru)


Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

2 hari lalu

Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dibuka, Simak Syarat dan Cara Daftarnya

Pendaftaran rekrutmen bersama BUMN telah dibuka sejak 1 Desember hingga 7 Desember 2022.


Tak Berhenti di G20, Erick Tohir siap Tingkatkan Kolaborasi Berkelanjutan Dengan PNM

2 hari lalu

Tak Berhenti di G20, Erick Tohir siap Tingkatkan Kolaborasi Berkelanjutan Dengan PNM

Melalui acara Malam Apresiasi Dukungan BUMN dalam G20, di TMII, Jakarta Menteri BUMN Erick Thohir menyampaikan apresiasi atas kolaborasi epik seluruh perusahaan dan insan BUMN dalam mensukseskan Presidensi G20.