Bahlil Singgung Krisis Ekonomi di Inggris dan Lonjakan Inflasi di AS: Jika Tidak Waspada ...

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kiri) bersama pemilik saham gerai Holywings Hotman Paris (kanan) menjawab pertanyaan wartawan saat peninjauan lapangan di gerai Holywings Gunawarman, Jakarta, Jumat, 15 Juli 2022. Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia telah melakukan pemeriksaan langsung ke Holywings terkait dengan adanya penemuan pelanggaran izin usaha. ANTARA/Aditya Pradana Putra

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Investasi sekaligus Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menyatakan krisis yang terjadi di Inggris adalah contoh potensi musibah ekonomi secara global. Kalau tidak hati-hati, menurut dia, Indonesia bisa saja terkena dampaknya.

"Semua ini bisa menjadi potensi musibah global, termasuk Indonesia," kata Bahlil saat menjadi pembicara di Institut Teknologi Bandung (ITB) yang disiarkan lewat YouTube BKPM, Rabu, 5 September 2022.

Oleh karena itu, krisis di Inggris ini penting disampaikan agar warga negara Indonesia tetap waspada. "Kalau kita tidak waspada, bukan tidak mungkin kita bisa punya nasib yang sama dengan negara lain," ujar Bahlil. "Semua pihak harus waspada terhadap krisis ekonomi global karena isunya hanya dua pengendalian Covid dan pemulihan ekonomi."

Lebih jauh, Bahlil memaparkan bahwa Presiden Jokowi telah membawa pertumbuhan ekonomi Indonesia ke level yang cukup baik dibandingkan negara lain di G20. "Pertumbuhan ekonomi kita 5,44 persen, ini terbaik dari negara G20. Inflasi terkendali di bawah 5 persen. Inggris sudah hampir 10 persen, Amerika juga sama," ucap Bahlil.

Baca juga: Ancaman Resesi Global 2023, Gibran Sebut Masalah Ketahanan Pangan PR Utama

Ia mengungkapkan krisis ekonomi di Inggris terjadi setelah harga sejumlah bahan pokok melonjak. “Inggris negara yang begitu hebat, kita lihat baca di media sekarang untuk mencari makanan saja sudah susah, belum lagi harga gas melambung tinggi. Bahkan di beberapa apartemen, gasnya mulai dikunci agar tidak dapat digunakan untuk pemanas,” ujarnya. 

Krisis di Inggris terjadi semenjak pemerintah memberlakukan kebijakan penurunan pajak dan subsidi gaji tenaga kerja, namun hal ini di respons negatif oleh sektor keuangan. "Kebijakan anggaran negara mereka di Inggris untuk turunkan pajak dan subsidi tenaga kerja direspons negatif sektor keuangan. Bahkan, akhirnya nilai poundsterling turun, dan harga dolar naik," kata Bahlil.

Ia membeberkan bahwa nilai tukar poundsterling jeblok hingga lebih dari 20 persen setelah pemerintah inggris mengumumkan paket kebijakan fiskal pada 21 September 2022. Salah satunya yaitu pemotongan pajak pendapatan yang diperkirakan sangat berdampak ke pendapatan negara.

Saat ini tingkat inflasi di Inggris sudah mencapai 9,4 persen di bulan September, menurut Bahlil, jauh lebih tinggi dari Indonesia yang hanya 4,4 persen di bulan Agustus. Ia juga mengutarakan kondisi di negara tersebut semakin tidak kondusif, padahal Inggris bagian dari negara maju.

NABILA NURSHAFIIRA 

Baca: Jokowi: Sebentar Lagi Akan Kita Nyatakan Pandemi Berakhir

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






CORE Minta Pemerintah Tak Jorjoran Beri BLT: Kita Butuh Stimulus Kebijakan

23 jam lalu

CORE Minta Pemerintah Tak Jorjoran Beri BLT: Kita Butuh Stimulus Kebijakan

Selain BLT, menurut Hendri, pemerintah mesti membuat kebijakan yang mendorong perputaran ekonomi.


Ukraina dan Inggris Sepakat Kerja Sama Perdagangan Digital

1 hari lalu

Ukraina dan Inggris Sepakat Kerja Sama Perdagangan Digital

Perjanjian dengan Inggris ini merupakan pertama bagi Ukraina, yang mencari dukungan ekonomi setelah invasi Rusia.


Jokowi Ingatkan Bahlil Target Investasi Rp 1.200 Triliun: Jangan Nanti Minta Maaf, Tidak Tercapai

1 hari lalu

Jokowi Ingatkan Bahlil Target Investasi Rp 1.200 Triliun: Jangan Nanti Minta Maaf, Tidak Tercapai

Presiden Joko Widodo alias Jokowi mengingatkan Bahlil Lahadalia bahwa target investasi sebesar Rp 1.200 triliun harus tercapai.


Ancaman Resesi Tahun Depan, Jokowi: Tak Bisa Bekerja Normal-normal Lagi

1 hari lalu

Ancaman Resesi Tahun Depan, Jokowi: Tak Bisa Bekerja Normal-normal Lagi

Menurut Presiden Jokowi, seluruh pihak harus bekerja ekstra agar resesi tidak terlalu berdampak bagi Indonesia.


Inggris Panggil Duta Besar China atas Perlakuan terhadap Jurnalis BBC

1 hari lalu

Inggris Panggil Duta Besar China atas Perlakuan terhadap Jurnalis BBC

Menlu Inggris James Cleverly mengatakan dia telah memanggil Dubes China untuk memprotes serangan terhadap jurnalis BBC


Kalahkan Wales 3-0, Inggris Bakal Hadapi Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

1 hari lalu

Kalahkan Wales 3-0, Inggris Bakal Hadapi Senegal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2022

Inggris berhasil mengalahkan Wales dengan skor 3-0 pada pertandingan di Stadion Ahmad bin Ali. Hadapi Senegal di 16 besar Piala Dunia 2022.


Daftar 10 Pemain Inggris Terbaik Sepanjang Masa, Beckham Posisi Berapa?

2 hari lalu

Daftar 10 Pemain Inggris Terbaik Sepanjang Masa, Beckham Posisi Berapa?

Daftar 10 pemain Timnas Inggris terbaik sepanjang masa mulai dari Paul Scholes sampai Sir Bobby Charlton


5 Timnas Termahal di Piala Dunia 2022, Inggris Urutan Pertama dengan Harga Rp 22 Triliun

2 hari lalu

5 Timnas Termahal di Piala Dunia 2022, Inggris Urutan Pertama dengan Harga Rp 22 Triliun

Sejumlah timnas yang berlaga di Piala Dunia 2022 membawa skuad pemain bertabur bintang. Berikut lima timnas termahal di Piala Dunia 2022.


Rishi Sunak Mengatakan Era Keemasan Inggris dengan China Telah Berakhir

2 hari lalu

Rishi Sunak Mengatakan Era Keemasan Inggris dengan China Telah Berakhir

Beberapa orang di Partai Konservatif mengkritik Rishi Sunak kurang keras terhadap China dibandingkan pendahulunya Liz Truss.


PM Inggris Rishi Sunak Janji Tetap Beri Bantuan Militer ke Ukraina

3 hari lalu

PM Inggris Rishi Sunak Janji Tetap Beri Bantuan Militer ke Ukraina

PM Inggris Rishi Sunak tidak akan mengubah kebijakan luar negeri mengenai bantuan militer ke Ukraina.