UMKM Mengeluh Kesulitan Dapat Modal Usaha: Pemerintah Janji Kasih, Ternyata Enggak

BRIN menyebut KUR BRI telah memberikan manfaat selama masa pandemi, terutama untukmendorong pelaku UMKM bertahan dan bangkit kembali ketika pandemi mereda.

TEMPO.CO, Jakarta - Kalangan pengusaha mikro, kecil, dan menengah yang tergabung dalam Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) mengaku masih kesulitan mendapatkan dukungam modal usaha maupun pembiayaan dari perbankan. Padahal, tekanan ekonomi akibat inflasi tinggi terus menggerus neraca keuangan mereka.

"Kita sudah capek nunggu, kita sudah habisin apa yang kita punya, ternyata kita tidak dapat (modal usaha)," kata Sekretaris Jenderal Asosiasi UMKM Indonesia (Akumindo) Eddy Misero saat ditemui di kawasan Jakarta Pusat, Selasa malam, 4 Oktober 2022. 

Kesulitan memperoleh modal dialami karena pelaku UMKM jarang memiliki agunan atau kolateral. Padahal, Eddy mengatakan, pemerintah telah menjajikan kepada UMKM bahwa pinjaman dapat dengan mudah bisa didapat tanpa kudu ada agunan.

Eddy melanjutkan, selama ini para pelaku UMKM sudah mencoba mengajukan pinjaman tanpa agunan sesuai dengan syarat yang ditetapkan pemerintah. Pengajuan itu untuk pinjaman Rp 100 juta ke bawah dalam bentuk Kredit Usaha Rakyat atau KUR yang digelontorkan oleh bank-bank BUMN.

Syarat tersebut mencakup legalisasi usaha. Selain itu, UMKM memiliki nomor induk berusaha atau NIB, sudah mengakselerasi sistem digital dalam proses bisnisnta, sudah menjalankan usahanya sekian lama sesuai ketentuan, menjalin kerja sama dengan para pelaku startup, memanfaatkan QRIS, punya pembukuan yang sederhana, hingga omzet per harinya sesuai ketentuan.

"Semuanya sudah terpenuhi, satu yang tidak ada, jaminan, terus gimana dong, janji pemerintah kasih, ternyata enggak, harus dengan jaminan juga makanya saya tanya lagi tadi," ujar Eddy.

Karena itu, Eddy mengatakan para pelaku usaha kini pontang-panting memanfaatkan modal usaha yang mereka miliki untuk bertahan menjalankan bisnisnya. Kata dia, modal usaha yang disisihkan dari laba selama ini paling tidak masih mampu menjaga roda bisnis terus berputar.

"Kita berjalan dengan apa yang kita punya, bahwa kemudian kita punya collateral boleh, kita ajukan. Tetapi apakah kita harus kemudian berkecil hati dan putus asa? tidak, kita harus tetap survive, intinya itu. Karena kita harus punya keyakinan bahwa ke depan lebih baik," kata Eddy.

Sebelumnya, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki optimistis pemerintah mampu menyalurkan KUR sebanyak Rp 406 triliun sesuai dengan yang ditargetkan yang ditetapkan hingga 2023. Target itu naik dari 2022 sebesar Rp 373 triliun.

“Karena ini target kita ingin sampai 30 persen kredit perbankan untuk UMKM di tahun 2024. Oleh karena itu KUR terus kami tingkatkan,” ujar Teten Masduki ketika ditemui di Smesco Jakarta, Senin, 3 Oktober 2022.

Kendati demikian, Teten mengatakan perlu ada strategi khusus. “Kalau sekarang misalnya dengan regulasi yang Rp 100 juta tanpa agunan, kan realitasnya harus tetap ada agunan,” ujar Teten. Pihaknya pun bersama Kemenko Perekonomian sedang menyiapkan pilot project untuk klasterisasi UMKM.

Dengan klaster tersebut, Teten melanjutkqn, UMKM bisa dimasukkan ke klaster digital, klaster ritel modern, dan sebagainya. “Itu bisa kita masukan ke program KUR klaster yang bisa menyerap sampai Rp 500 juta per orang. Saya kira dengan strategi itu kita bisa,” ucapnya.

Baca juga: Gelombang PHK di Startup, PKS Sebut Kondisi Makin Berat Setelah Harga BBM Naik

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini
 






Sepanjang 2022, Program Keringanan Utang Bantu 2.109 Debitur Kecil

16 jam lalu

Sepanjang 2022, Program Keringanan Utang Bantu 2.109 Debitur Kecil

Program keringanan utang yang diluncurkan pemerintah pada tahun ini telah membantu 2.109 debitur kecil.


Ganjar Pranowo Ungkap Pentingnya Medsos untuk Komunikasi Langsung dengan Rakyat

1 hari lalu

Ganjar Pranowo Ungkap Pentingnya Medsos untuk Komunikasi Langsung dengan Rakyat

Ganjar Pranowo mengungkap pentingnya penggunaan media sosial bagi pemimpin masa kini untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas.


Depok Kaji Subsidi APBD untuk Bayar Bunga Bank Pinjaman UMKM

1 hari lalu

Depok Kaji Subsidi APBD untuk Bayar Bunga Bank Pinjaman UMKM

Pemkot Depok telah menginstruksikan BAZNAS Kota Depok untuk memberikan bantuan permodalan kepada sektor UMKM.


Unggul Berdayakan UMKM, BRI Raih Dua Penghargaan BI Awards 2022

1 hari lalu

Unggul Berdayakan UMKM, BRI Raih Dua Penghargaan BI Awards 2022

Dua gelar itu adalah Bank Pendukung UMKM Terbaik dan Bank Konvensional Pendukung Pengendalian Moneter Rupiah dan Valas Terbaik.


Terkini: Daftar 172 Obat Sirop Aman Menurut BPOM, Prospek Cinema XXI yang Akan IPO Tahun Depan

3 hari lalu

Terkini: Daftar 172 Obat Sirop Aman Menurut BPOM, Prospek Cinema XXI yang Akan IPO Tahun Depan

Berita terkini ekonomi dan bisnis pada Sabtu siang, 3 Desember 2022, dimulai dari daftar lengkap 172 obat sirop yang aman dikonsumsi menurut BPOM.


Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

3 hari lalu

Alokasi Anggaran KUR Tahun Depan Naik jadi Rp 450 Triliun, Airlangga: Ekonomi Domestik Perlu Dijaga

Pemerintah akan menetapkan anggaran untuk KUR sebesar Rp 450 triliun pada tahun 2023 atau naik dari tahun ini yang sebesar Rp 373 triliun.


BRI Kembali Gelar UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022

4 hari lalu

BRI Kembali Gelar UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022

Acara puncak UMKM EXPO(RT) Brilianpreneur 2022 pada 14-18 Desember di Jakarta Convention Center.


Kadin: Memajukan UMKM Indonesia agar Naik Kelas Menjadi Salah Satu Fokus Kami

4 hari lalu

Kadin: Memajukan UMKM Indonesia agar Naik Kelas Menjadi Salah Satu Fokus Kami

Kamar Dagang dan Perindustrian (Kadin) Indonesia bakal berfokus pada sektor usaha mikro, kecil, menangah (UMKM) pada tahun 2023.


Program Naik KeLaz, Giliran SMK Berlatih Wirausaha

6 hari lalu

Program Naik KeLaz, Giliran SMK Berlatih Wirausaha

Lebih dari 700 siswa SMK bergabung dalam payung Gerakan AKAR Digital Indonesia dari Lazada.


OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

6 hari lalu

OJK Beri Insentif untuk Perusahaan Jasa Keuangan yang Dorong Industri Kendaraan Listrik

OJK berupaya mendukung program Program Percepatan Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) yang dicanangkan pemerintah melalui pemberian sejumlah insentif.