Mentan Sebut Duit KUR Pertanian Tahun Depan Ditambah Jadi Rp 100 Triliun

Menteri Pertanian RI Syahrul Yasin Limpo (SYL) secara resmi membuka kegiatan Global Forum sebagai awal dari rangkaian kegiatan Agriculture Ministers Meeting (AMM) G20 Indonesia, di Hotel Intercontinental Jimbaran Bali pada Selasa (27/09/2021)

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan pemerintah sedang menyiapkan skema kredit usaha rakyat (KUR) dengan anggran sebesar Rp 85 triliun. Bahkan di tahun depan, rencananya KUR akan ditambah menjadi 100 triliun.

Penambahan itu mempertimbangkan kredit macet KUR yang relatif rendah atau hanya 0,6 persen. Kondisi tersebut, menurut Syahrul, menunjukkan petani telah hebat mengelola dana kredit.

"Makanya ke depan, kita mau tambah jadi 100 triliun," ucapnya dalam keterangan tertulis pada Selasa, 4 Oktober 2022. 

Ia mengatakan KUR penting apalagi pertanian merupakan sektor utama. Sektor pertanian, kata dia, perlu tetap berlangsung karena bukan hanya mengangkut soal makanan, tetapi juga kesehatan dan lapangan kerja. Pertanian itu, tuturnya, menghidupi industri dan memutar ekonomi.

"Pertanian itu harus lebih maju dan lebih memandirikan dirinya dan bangsanya. Artinya apa, pertanian itu harus ada yang menanamnya, ada yang mengolahnya dan ada yang memasarkanya," kata dia. 

Adapun Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan bercerita Presiden Joko Widodo atau Jokowi telah berencana menyerap seluruh hasil panen petani melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Musababnya, Presiden Jokowi ingin para petani tidak dibebani soal harga atau penjualan. Artinya, pemerintah melalui BUMN akan membeli seluruh hasil produksi petani, kemudian menjualnya kepada konsumen. 

"Nah, oleh karena itu kemarin saya mengusulkan, kalau bisa subsidi (pangan) Rp 100 triliun per tahun selama tiga tahun," ujarnya di kantor Kementeriam Perdagangan, Jakarta Pusat pada Ahad, 25 September 2022.

Zulkifli mengklaim sudah berkoordinasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan lembaga yang berkaitan dengan pangan dalam negeri. Ia mengatakan jika wacana ini dapat direalisasikan, petani tidak dibebani tugas tambahan yang bukan bidangnya. Harapannya agar petani bisa lebih produktif. Sehingga, dukungan pada petani pun dapat fokus terhadap teknologi dan pasar. 

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal menilai usulan Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan soal subsidi pangan Rp 100 triliun untuk menyerap hasil panen petani sudah tepat. "Pada dasarnya subsidi pangan ini memang dibutuhkan terutama untuk petani. Petani mesti diberikan insentif yang besar untuk terus mendorong mereka berproduksi," ujarnya.

Alasannya, menurut Faisal, pangan merupakan kebutuhan yang sangat mendasar, sehingga pemerintah harus  betul-betul menjaminnya. Kunci utamanya, kata dia, adalah meningkatkan kesejahteraan petani. 

"Tapi masalahnya, ini semestinya dibuat satu sistem yang jelas dan berkesinambungan," ucapnya. Faisal tak ingin program tersebut sebatas wacana atau bersifat jangka pendek. Subsidi itu, kata dia, sebaiknya tidak hanya diberikan tahun ini atau pada masa jabatan menteri tertentu. 

RIANI SANUSI PUTRI

Baca juga: Mendag Usul Subsidi Rp 100 Triliun untuk Beli Hasil Panen Petani, Ekonom: Harus untuk Jangka Panjang

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Cara Daftar Subsidi Tepat untuk Beli BBM Solar di Subsiditepat.mypertamina.id

19 jam lalu

Cara Daftar Subsidi Tepat untuk Beli BBM Solar di Subsiditepat.mypertamina.id

Uji Coba Subsidi Tepat untuk pembelian BBM solar meluas ke 193 kota/kabupaten mulai 26 Januari hingga 6 Februari 2023. Berikut tata cara daftarnya:


Lampu Reshuffle Terangi Kursi Mentan

1 hari lalu

Lampu Reshuffle Terangi Kursi Mentan

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo sempat disebut-sebut sebagai menteri yang bakal kena reshuffle.


Jabatan Dirut Bulog Tinggal 2 Bulan Lagi, Apa Rencana Buwas Berikutnya?

2 hari lalu

Jabatan Dirut Bulog Tinggal 2 Bulan Lagi, Apa Rencana Buwas Berikutnya?

Jabatan Buwas sebagai Dirut Bulog tinggal dua bulan lagi. Sempat berhembus kabar, dia akan menjadi Menteri Pertanian. Apa rencananya berikutnya?


Jokowi Terbang ke Bali, Reshuffle Kabinet Batal?

2 hari lalu

Jokowi Terbang ke Bali, Reshuffle Kabinet Batal?

Kepergian Jokowi ke Bali membuat isu reshuffle kabinet akan dilakukan hari ini meredup. Jokowi pun tak mau memastikan akan mengocok ulang para menteri


Profil Budi Waseso yang Dipanggil Jokowi ke Istana di Tengah Ramai Isu Reshuffle

3 hari lalu

Profil Budi Waseso yang Dipanggil Jokowi ke Istana di Tengah Ramai Isu Reshuffle

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas hadir ke Istana Negara di tengah ramai isu reshuffle. Seperti apa rekam jejaknya selama ini?


Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Sorotan di Tengah Isu Reshuffle: Tak Diundang Rapat hingga Desakan PDIP

3 hari lalu

Mentan Syahrul Yasin Limpo Jadi Sorotan di Tengah Isu Reshuffle: Tak Diundang Rapat hingga Desakan PDIP

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo menjadi sorotan di tengah bergulirnya isu reshuffle yang bakal dilakukan Presiden Joko Widodo.


Sinyal Akan Gantikan Menteri Pertanian saat Reshuffle, Ini Respons Buwas

3 hari lalu

Sinyal Akan Gantikan Menteri Pertanian saat Reshuffle, Ini Respons Buwas

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso alias Buwas menanggapi soal kabar dirinya akan menggantikan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam reshuffle nanti.


Minyakita Langka, Begini Klaim Mendag Zulhas, Temuan KPPU, dan Ikatan Pedagang Pasar

4 hari lalu

Minyakita Langka, Begini Klaim Mendag Zulhas, Temuan KPPU, dan Ikatan Pedagang Pasar

Minyakita mengalami kelangkaan di pasaran. Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan alias Zulhas menjelaskan penyebab kelangkaan ini, sementara Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) menjelaskan temuan investigasi awalnya.


Minyakita Langka Jelang Puasa, Mendag Bakal Tambah Suplai 450 Ribu Ton Minyak Goreng

4 hari lalu

Minyakita Langka Jelang Puasa, Mendag Bakal Tambah Suplai 450 Ribu Ton Minyak Goreng

Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah dan produsen bakal menambah suplai minyak goreng kemasan dan curah untuk mengatasi kelangkaan Minyakita saat ini.


Subsidi Energi 2023 Rp 209,9 T, ESDM: Rp 139,4 T untuk BBM dan LPG, Rp 70,5 untuk Listrik

4 hari lalu

Subsidi Energi 2023 Rp 209,9 T, ESDM: Rp 139,4 T untuk BBM dan LPG, Rp 70,5 untuk Listrik

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memastikan tetap menggelontorkan subsidi energi untuk tahun 2023.