Rupiah Berhasil Menguat Sore Ini, Sentimen Inflasi RI dan Pengetatan Bank Sentral Eropa

Karyawan bank mengitung uang 100 dolar amerika di Bank Mandiri Pusat, Jakarta, Selasa, 17 Maret 2020. Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa, semakin tertekan dampak wabah COVID-19. Rupiah ditutup melemah 240 poin atau 1,61 persen menjadi Rp15.173 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.933 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat menguat pada sore ini, Selasa, 4 Oktober 2022. Di pasar spot, kurs rupiah berada di level Rp 15.247 per dolar AS, menguat 0,36 persen dari level penutupan perdagangan kemarin Rp 15.302 per dolar AS.

Kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia juga menujukkan penguatan. Per sore ini, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang diperdagangkan antar bank domestik itu di level Rp 15.276, menguat dari level hari sebelumnya Rp 15.293. 

"Dalam perdagangan sore hari ini rupiah kembali mengalami penguatan," kata Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi dikutip dari keterangannya, Selasa.

Ibrahim menjelaskan, pergerakan rupiah itu didorong sentimen pelaku pasar keuangan terhadap tingkat inflasi di dalam negeri yang lebih rendah dari ekspektasi. Terakhir, data inflasi yang diumumkan Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin menunjukkan, inflasi 1,17 persen secara bulanan pada September 2022.

"Ekspektasi ekonom di 1,2 persen, tapi kenyataannya 1,17 persen. Ini mengindikasikan bahwa pemerintah bekerja sama dengan BI terus bahu membahu dalam strategi bauran ekonomi untuk menangani inflasi. Ini yang membuat rupiah kembali lagi hari ini menguat," kata Ibrahim. 

Di Inggris, kata Ibrahim, keringanan pajak bagi kalangan pengusaha telah disahkan oleh parlemen. Keringanan pajak pengusaha menandakan reformasi terjadi secara besar-besaran di Inggris walaupun ekonominya pada kuartal II 2022 lolos resesi, setelah tidak terjadi kontraksi dan malah tumbuh 0,2 persen. 

"Artinya bahwa Inggris ini dalam kondisi aman walaupun saat ini terjadi inflasi cukup tinggi di 10 persen. Ada harapan bank of england pun juga masih akan menaikkan suku bunga," kata Ibrahim.

Uni Eropa sendiri, kata dia, inflasinya 10 persen yang mengindikasikan bank sentral eropa akan melakukan pengetatan secara agresif. Pengetatan bank sentral Eropa yang akan membuat indeks dolar kembali lagi akan mengalami pelemahan.

Ibrahim mengatakan pada perdagangan besok rupiah berpotensi mengalami pelemahan yang cukup signifkan, yaitu bisa 50-60 basis poin. Pelemahan inu kata dia akan dipicu sentimen pelaku pasar keuangan terhadap kebijakan bank sentral AS pada pekan ini yang kemungkinan kembali menaikkan suku bunga acuan.

"Bank sentral AS pun juga akan melalukan pertemuan tentang kenaikan suku bunga yang kemungkinan besar 75 basis poin, di sisi lain kita tahu inflasi Amerika Serikat kemungkinan di September 8,5 persen," ujar Ibrahim.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Data Beras Kementan dan Bulog Berbeda? BPS Jelaskan Duduk Perkara: Sudah Clear

4 jam lalu

Data Beras Kementan dan Bulog Berbeda? BPS Jelaskan Duduk Perkara: Sudah Clear

BPS membeberkan bahwa pada dasarnya tidak ada yang berbeda soal data beras yang digunakan Kementan dan Bulog.


Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

1 hari lalu

Rupiah Lesu di Level Rp15.730, Demonstrasi Cina dan Kebijakan The Fed Jadi Sentimen

Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa pagi melemah.


Payung Hukum Program Regsosek BPS Rp 4,17 Triliun Dinilai Tak Jelas

1 hari lalu

Payung Hukum Program Regsosek BPS Rp 4,17 Triliun Dinilai Tak Jelas

Nasib program Registrasi Sosial Ekonomi (Regsosek) yang sekarang dijalankan Badan Pusat Statistik atau BPS terombang-ambing. Kenapa?


Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

2 hari lalu

Kurs Rupiah Melemah ke 15.728 per Dolar AS, Apa Saja Penyebabnya?

Kurs rupiah melemah pada perdagangan awal pekan ini, Senin, 28 November 2022.


Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

2 hari lalu

Utang Pemerintah per Oktober 2022 Dekati Rp 7.500 Triliun, Ini Rinciannya

Kementerian Keuangan menyebutkan utang pemerintah per Oktober 2022 mencapai Rp 7.496,7 atau mendekati Rp 7.500 triliun.


Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

4 hari lalu

Bank Indonesia: Selama Sepekan Modal Asing Masuk Rp 11,7 T, Mayoritas ke SBN

Bank Indonesia (BI) mencatat terdapat aliran modal asing masuk bersih senilai Rp11,71 triliun.


Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

4 hari lalu

Nilai Rupiah Akhir Pekan Ditutup Melemah 7 Poin, Tersengat Sentimen Kasus Covid di Cina

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuaibi mengatakan dalam perdagangan akhir pekan ini, mata uang rupiah ditutup melemah 7 poin.


1 Riyal Qatar Berapa Rupiah? Begini Penjelasan Cara Hitungnya

6 hari lalu

1 Riyal Qatar Berapa Rupiah? Begini Penjelasan Cara Hitungnya

Penjelasan mengenai 1 Riyal Qatar berapa rupiah beserta sejarah dan cara menghitungnya.


Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

7 hari lalu

Kurs Rupiah Ditutup Menguat Rp 15.696 per Dolar AS, Analis: Ada Ancaman Baru

Nilai tukar rupiah ditutup menguat 16 poin ke level Rp 15.696 per dolar AS dalam perdagangan Selasa sore, 22 November 2022.


Terpopuler: PUPR Tangani Longsoran Usai Gempa Cianjur, BI Mati-matian Stabilkan Rupiah

8 hari lalu

Terpopuler: PUPR Tangani Longsoran Usai Gempa Cianjur, BI Mati-matian Stabilkan Rupiah

Berita terpopuler bisnis pada 21 November 2022, dimulai dari PUPR yang memobilisasi personel dan alat berat ke tempat terjadinya gempa Cianjur.