Freeport Bakal Gelontorkan Tambahan Investasi Hampir Rp 306 Triliun Hingga 2041

Presiden Joko Widodo berbincang dengan CEO Freeport-McMoRan sekaligus Presiden Komisaris PT Freeport Indonesia Richard Adkerson di tambang Grasberg, Tembagapura, Kabupaten Mimika, Papua, Kamis, 1 September 2022. Sumber: Biro Setpres

TEMPO.CO, Jakarta - Chairman of the Board and CEO Freeport - McMoRan Richard C. Adkerson mengungkapkan, PT Freeport Indonesia telah mempersiapkan investasi jumbo untuk terus mengembangkan operasi pertambangan berkelanjutannya di Indonesia.

Setelah berinvestasi sebesar US$ 18 miliar pada periode 1973-2020, Adkerson menyatakan, PT Freeport Indonesia atau PTFI bakal menggelontorkan investasi hingga US$ 18,6 miliar untuk periode 2021 - 2041. Penambahan investasi ini kata dia karena prospek pasar copper dan emas semakin baik ke depannya.

"Kita hampir investasi US$ 20 miliar dalam mengembangkan operasi ini di Papua, di gunung, di tempat orang yang menemukannya mengatakan tambang ini tak akan bisa dikembangkan," kata Adkerson saat memberikan orasi ilmiah di Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Selasa, 4 Oktober 2022.

Total investasi selama 20 tahun ke depan itu ditujukan untuk mengembangkan operasional bisnis ke depan dengan nilai mencapai US$ 15,6 miliar serta pembangunan smelter di Surabaya sebesar US$ 3 miliar.

"Untuk 20 tahun ke depan kita akan berinvestasi hampir US$ 20 miliar dan lebih dari US$ 3 miliarnya akan digelontorkan di Surabaya untuk membangun smelter," kata Adkerson. Bila dirupiahkan, nilai investasi US$ 20 miliar itu setara dengan Rp 305,6 triliun (asumsi kurs Rp 15.278 per dolar AS).

Investasi untuk pembangunan smelter baru ini merupakan smelter kedua Freeport setelah yang pertama dibangung sejak 1996 bersama Mitsubishi melalui perusahaan gabugan bernama PT Smelting. Saat ini kapasitas PT Smelting sedang diekspansi dengan tambahan kapasitas sebesar 300 ribu per day metric ton atau  DMT konsentrat tembaga per tahun.

Adapun smelter single line terbesar di dunia, yang akan dibangun di Surabaya itu itu akan memiliki kapasitas 1,7 juta per DMT konsentrat tembaga per tahun. Smelter itu akan menghasilkan produk katoda tembaga, emas dan perak murni batangan, hingga platinum grup metal. Produk sampinganya asam sulfat, terak, gipsum, dan timbal.

Pembangunan smelter itu ditargetkan rampung pada 2024. Saat ini pencapaian kumulatif pembangunan fisiknya sudah 39,9 persen dengan total serapan biaya sekitar US$ 1,2 miliar. 12 ribu tiang pacang sudah diselesaikan, pekerjaan concrete hampir mecapai 10 persen, 98 persen tenaga kerja berasal dari Indonesia dan sektiar 50 persen tenaga kerja berasal dari Jawa Timur.

"Ini adalah world class smelter, smelter yang baru akan 6 kali dari kapasitas produksi PT Smelting sebelumnya. Operasional pertambangan kita adalah yang terendah dari sisi biayanya di dunia," kata Adkerson.

Secara umum, Adkerson mengatakan, rencana penambangan jangka panjang Freeport  didasari pada kepemilikan cadangan dalam tambangnya hingga 2052. Ditambah lagi adanya sumber daya bijih yang potensial untuk dikembangkan sebesar 3 miliar ton, dan ini tidak termasuk cadangan.

Sejak Grasberg open pit selesai ditambang pada 2020, Adkerson mengatakan, Freeport masih memiliki beberapa cadangan lain, seperti Deep Ore Zone Block Cave hingga 2022, Big Gossan Stope hingga 2038, Deep Mill Level Zone Block Cave hingga 2040, Grasberg Block Cave sampai dengan 2044, dan terakhir adala Kucing Liar Block Cave hingga 2052.

Baca: Harga Emas Antam Hari Ini Melonjak jadi Rp 955.000 per Gram

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

1 jam lalu

Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari Menteri Luhut yang menegaskan proyek smelter nikel terbesar dunia di Pomalaa harus terus berjalan.


Luhut Tegaskan Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa Harus Berjalan Meski RI Kalah di WTO

2 jam lalu

Luhut Tegaskan Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa Harus Berjalan Meski RI Kalah di WTO

Luhut menegaskan proyek smelter nikel oleh PT Vale Indonesia Tbk di Blok Pomalaa, Kolaka, Sulawesi Tenggara harus berjalan.


Untung Berlipat dari Pasar Saham, Kaesang Pangarep Bagikan Cerita dan Strateginya

1 hari lalu

Untung Berlipat dari Pasar Saham, Kaesang Pangarep Bagikan Cerita dan Strateginya

Putra Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep membagikan ceritanya dalam berinvestasi di pasar saham.


Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

2 hari lalu

Sebut Harga Tiket Kereta Cepat Terlampau Murah, Ekonom: Jadi Beban Berkepanjangan

Ekonom menilai proyek kereta cepat akan menjadi beban bagi Indonesia dalam jangka panjang karena harga tiket yang dijual terlampau murah.


OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

2 hari lalu

OPEC Perkirakan Industri Migas Global Butuh Investasi USD 12 Triliun pada 2045

OPEC melakukan kajian World Oil Outlook 2022 di Abu Dhabi International Petroleum Exhibition and Conference (ADIPEC) beberapa waktu lalu.


Ghana Beli Minyak Pakai Emas, Bukan Lagi Dolar AS

2 hari lalu

Ghana Beli Minyak Pakai Emas, Bukan Lagi Dolar AS

Ghana tak lagi membeli minyak menggunakan dolar AS, melainkan emas.


SKK Migas Pede Target Investasi USD 13,2 Miliar pada 2022 Tercapai

3 hari lalu

SKK Migas Pede Target Investasi USD 13,2 Miliar pada 2022 Tercapai

Kemal mengatakan, biasanya SKK Migas memasang target investasi antara US$ 10-11 miliar. Namun, tahun ini, target itu naik.


Jumlah Investor Milenial di Pasar Modal Terus Tumbuh, UOB Gelar Wealth Fair 2022

3 hari lalu

Jumlah Investor Milenial di Pasar Modal Terus Tumbuh, UOB Gelar Wealth Fair 2022

President Director UOB Indonesia Hendra Gunawan mengatakan pameran tersebut bertujuan mengedukasi masyarakat yang ingin berinvestasi.


Airlangga Buka Peluang Revisi Regulasi untuk Mendorong Industri Migas

4 hari lalu

Airlangga Buka Peluang Revisi Regulasi untuk Mendorong Industri Migas

Airlangga Hartarto meminta agar SKK Migas melakukan langkah-langkah agar situasi iklim investasi maupun insentif bisa lebih baik di industri migas.


Produksi Migas Menurun, Airlangga: SKK Migas Harus Bikin Situasi Investasi Lebih Baik

4 hari lalu

Produksi Migas Menurun, Airlangga: SKK Migas Harus Bikin Situasi Investasi Lebih Baik

TEMPO.CO, Jakarta- Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan bahwa produksi minyak dan gas (migas) di Indonesia terus menurun. Dia meminta agar SKK Migas melakukan langkah-langkah agar situasi iklim investasi maupun insentif bisa lebih baik.