Nilai Pengumpulan Dana di Bursa Tembus Rp 175,34 Triliun

Karyawan melintas di depan layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin, 4 Juli 2022. IHSG ditutup melemah pasca inflasi pekan lalu melonjak drastis. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta-Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat hasil penggalanggan dana oleh perusahaan-perudahaan yang melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) sangat baik. Angkanya bahkan akan terus tumbuh hingga akhir tahun.

Anggota Dewan Komisioner OJK merangkap Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK, Inarno Djajadi mengatakan jumlah penggalangan dana yang berhasil diraih hingga akhir Septmeber 2022 mencapai Rp 175,34 triliun.

"Saat ini rising fund sudah hampir mencapai target di 2022, saat ini sudah mencapai per September Rp 175,34 triliun," kata dia saat konferensi pers, Senin, 3 Oktober 2022.

Inarno mengatakan dengan catatan ini, pengumpulan dana di Bursa Efek Indonesia hingga akhir tahun akan bisa mencapai Rp 182,5 triliun. Total pengumpulan dana ini akan diperoleh 55 perusahaan yang bakal menggelar initial public offering hingga penghujung 2022. 

"Jadi untuk sampai akhir tahun kita naikkan target kita menjadi Rp 182,5 triliun untuk rising fundnya. Jadi ada revisi target fundrise," ucap Inarno.

Sebelumnya, BEI optimistis aktivitas IPO pada tahun 2022 bertumbuh dengan kondusif seiring dengan pertumbuhan ekonomi yang terus berlanjut.

Direktur Penilaian Perusahaan BEI I Gede Nyoman Yetna mengatakan prospek pertumbuhan IPO pada tahun ini salah satunya ditopang oleh kelanjutan pemulihan ekonomi.

"Dengan mempertimbangkan jumlah perusahaan pada pipeline pencatatan saham, kami berharap jumlah pencatatan saham pada tahun ini dapat melampaui pencapaian pada tahun lalu," kata Nyoman, Selasa, 20 September 2022, dikutip dari Bisnis.

Ia mengatakan beberapa indikator pasar modal seperti minat perusahaan yang akan melakukan penggalangan dana masih relatif tinggi.

BEI mencatat sebanyak 44 perusahaan baru di Bursa berhasil menghimpun dana melalui IPO sebesar Rp21,8 triliun hingga 20 September 2022.

Pada 2021 BEI mencatat sebanyak 55 emiten melantai di Bursa. Sementara itu, hingga 19 September 2022, terdapat 29 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI.

Nyoman merinci dari 29 calon perusahaan tercatat tersebut, sebanyak 4 perusahaan merupakan perusahaan aset skala kecil, yakni dengan nilai dibawah Rp50 miliar.

Lalu, 7 perusahaan aset skala menengah dengan aset antara Rp50 miliar sampai Rp250 miliar, dan sebanyak 18 perusahaan aset skala besar dengan aset di atas Rp250 miliar.

Adapun 29 calon perusahaan tercatat tersebut datang dari beberapa sektor, yakni satu perusahaan dari sektor basic materials, 4 perusahaan dari sektor consumer cyclicals, dan 3 perusahaan dari sektor consumer non-cyclicals.

Lalu, 2 perusahaan dari sektor energi, 2 perusahaan dari sektor finansial, 4 perusahaan dari sektor healthcare, 2 perusahaan dari sektor industri, dan 1 perusahaan dari sektor infrastruktur.

Kemudian satu perusahaan dari sektor properties & real estate, 5 perusahaan dari sektor teknologi dan sisanya 4 perusahaan dari sektor transportasi and logistik.

Baca Juga: Sempat Tergelincir, IHSG Kembali ke Level 7.000 di Sesi Perdagangan I Akhir Pekan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Omnibus Law Sektor Keuangan Masih Dibahas, Wamenkeu: Semoga Selesai Secepat Mungkin

18 jam lalu

Omnibus Law Sektor Keuangan Masih Dibahas, Wamenkeu: Semoga Selesai Secepat Mungkin

Omnibus Law Sektor Keuangan ini telah masuk program legislasi nasional (prolegnas) prioritas.


OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

20 jam lalu

OJK Berikan Catatan Ini ke Paylater Agar Kasus Penipuan Mahasiswa IPB Tak Terulang

OJK) meminta kepada perusahaan pembiayaan dengan metode Buy Now Pay Later (BNPL) melakukan berbagai tindakan perbaikan segera.


Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: OJK Perpanjang Restrukturisasi Kredit hingga 2024, UMP Jabar Naik 7,88 Persen

Berita terpopuler ekonomi dan bisnis sepanjang Senin kemarin 28 November 2022, dimulai dari OJK yang resmi memperpanjang restrukturisasi kredit


Ancaman Resesi Global 2023, Kredivo Yakin Pengguna Paylater Tetap Tumbuh

1 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Kredivo Yakin Pengguna Paylater Tetap Tumbuh

General Manager of Kredivo Indonesia Lily Suryani optimis industri kredit digital atau paylater akan tumbuh di tangah ancaman resesi global 2022.


Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

1 hari lalu

Terkini Bisnis: Proyek Smelter Nikel Terbesar Dunia di Pomalaa, Pro Kontra Program 680 Ribu Rice Cooker

Berita terkini bisnis hingga siang ini dimulai dari Menteri Luhut yang menegaskan proyek smelter nikel terbesar dunia di Pomalaa harus terus berjalan.


OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

1 hari lalu

OJK Resmi Perpanjang Kebijakan Restrukturisasi Kredit Hingga Maret 2024

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi memperpanjang kebijakan restrukturisasi kredit hingga 31 Maret 2024.


Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

3 hari lalu

Terkini Bisnis: Penjelasan BRI Soal Uang Nasabah Raib, Daftar Perusahaan yang PHK Karyawannya

Berita terkini ekonomi dan bisnis hingga Sabtu sore, 26 November 2022 antara lain tentang penjelasan BRI soal uang nasabah raib Rp 10 juta.


Soroti Tanggung Jawab Menkeu, OJK, dan LPS, Berikut Catatan Penting Indef atas RUU PPSK

4 hari lalu

Soroti Tanggung Jawab Menkeu, OJK, dan LPS, Berikut Catatan Penting Indef atas RUU PPSK

Institute for Development of Economics and Finance (Indef) menyoroti sejumlah perubahan dalam Rancangan Undang-undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU PPSK).


IKN Siapkan Lahan Khusus Pusat Kegiatan Keuangan, OJK: Mungkin 2,5 Kalinya BSD

5 hari lalu

IKN Siapkan Lahan Khusus Pusat Kegiatan Keuangan, OJK: Mungkin 2,5 Kalinya BSD

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mulai mengalokasikan anggaran untuk perpindahan ke Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara pada tahun depan.


Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

5 hari lalu

Kaji Bantuan Cegah Gelombang PHK, Sri Mulyani Ajak BI, OJK hingga Kemnaker Berembug

Sri Mulyani akan mempertimbangkan pemberian bantuan untuk mengatasi badai Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)