Pemerintah Diminta Jaga Inflasi Pangan Tak Melebihi 5 Persen agar Target Inflasi Nasional Tercapai

Ilustrasi atau Logo Bank Indonesia. REUTERS/Iqro Rinaldi/File Photo

TEMPO.CO, Jakarta - Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Aida S Budiman mengatakan inflasi pangan yang terjaga di kisaran 5 persen dapat membuat target inflasi nasional yang sebesar plus minus 4 persen di 2022 tercapai.

“Inflasi kita pada Agustus mencapai 4,69 persen secara tahunan, inflasi pangan hampir 9 persen. Kalau kita berhasil menjaga inflasi pangan 5 persen sesuai target TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah), inflasi bisa turun kurang lebih 4 persen,” katanya dalam webinar Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) di Sulampua, Senin 3 Oktober 2022. 

Untuk itu Bank Indonesia bekerja sama dengan pemerintah pusat dan daerah, termasuk pemda di wilayah Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), untuk mengendalikan harga pangan dengan menjaga pasokan.

“Beragam program dijalankan, seperti operasi pasar, kerja sama antar-daerah untuk memastikan kelancaran distribusi, dan beberapa upaya memastikan ketahanan pangan,” katanya.

Menurutnya, pemerintah masih terus memastikan agar transmisi kenaikan harga komoditas pangan dan energi dunia kepada harga di dalam negeri tidak membuat inflasi melonjak signifikan hingga menyulitkan masyarakat.

Melalui GNP IP di Sulampua, BI meluncurkan program operasi pasar murah yang dapat diintegrasikan dengan teknologi digital serta subsidi transportasi.

Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk produksi komoditas pangan dengan subsidi bunga 3 persen juga terus dipromosikan guna mempertahankan pasokan pangan di daerah.

“Ke depan kita masih bisa meningkatkan pengendalian inflasi dengan membuat sistem dari GNP IP. Ini tak sekadar kegiatan memastikan ketahanan pangan, tapi dilakukan juga dengan terdigitalisasi dan memerhatikan konsep ekonomi hijau,” ucapnya.

Adapun GNP IP sudah dilakukan oleh BI di 32 kantor wilayah dan akan diteruskan sampai dijalankan oleh seluruh 46 kantor wilayah hingga 2023 mendatang dengan fokus jaga pasokan komoditas cabai.

Namun demikian, komoditas lain yang menjadi perhatian tiap pemerintah daerah seperti bawang merah dan bawah putih juga menjadi perhatian BI di tiap wilayah.

“Kita koordinasikan semua kinerja TPID yang kita lakukan yaitu jaga keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, ketersediaan pasokan, dan komunikasi antar daerah sehingga inflasi bisa ditangani lebih baik lagi,” ucapnya.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Ombudsman Temukan Partisipasi Tak Berjalan saat Penetapan Upah Minimum 2023

3 jam lalu

Ombudsman Temukan Partisipasi Tak Berjalan saat Penetapan Upah Minimum 2023

Ombudsman menemukan dugaan maladministrasi dalam proses pembentukan Permenaker Nomor 18 Tahun 2022 tentang Penetapan Upah Minimum Tahun 2023.


Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

5 jam lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Turun Cukup Dalam, Saham BCA Melemah usai Aksi Profit Taking

Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di level 7.020,8, atau turun 0,85 persen dibandingkan angka penutupan kemarin, (7.081,3).


Hadapi Krisis 2023, Sri Mulyani: Belanja Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp 104,2 T

7 jam lalu

Hadapi Krisis 2023, Sri Mulyani: Belanja Ketahanan Pangan Naik Jadi Rp 104,2 T

Sri Mulyani Indrawati mengatakan belanja negara pada tahun 2023 ditetapkan sebesar Rp 3.061,2 triliun.


Inflasi November Turun jadi 5,42 Persen, BPS: Tertinggi di Tanjung Selor

7 jam lalu

Inflasi November Turun jadi 5,42 Persen, BPS: Tertinggi di Tanjung Selor

BPS mencatat inflasi per November 2022 sebesar 5,42 persen secara tahunan atau turun dari posisi Oktober 2022 sebesar 5,71 persen.


Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

9 jam lalu

Hadapi Gejolak Ekonomi Global, Jokowi: APBN 2023 Fokus pada 6 Kebijakan

Presiden Jokowi membeberkan strategi Indonesia merespons tantangan ekonomi global yang bergejolak. APBN 2023 dipastikan berfokus pada 6 kebijakan.


Jokowi Kutip Pernyataan Bos IMF: Di Tengah Dunia yang Gelap, RI Adalah Titik Terang

9 jam lalu

Jokowi Kutip Pernyataan Bos IMF: Di Tengah Dunia yang Gelap, RI Adalah Titik Terang

Presiden Jokowi mengutip pernyataan Managing Director Dana Moneter Internasional (IMF) yang memuji kondisi ekonomi Indonesia.


Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

14 jam lalu

Mulai Hari Ini Hingga 7 Desember, Buruh Gelar Demo Besar-besaran Tolak Kenaikan UMP DKI Jakarta

Sejumlah serikat buruh dan Partai Buruh dijadwalkan menggelar demonstrasi besar-besaran sebagai bentuk penolakan kenaikan UMP DKI Jakarta 2023.


Jokowi Sebut Situasi Tahun Depan Sangat Sulit: Kita Harus Memiliki Perasaan yang Sama

17 jam lalu

Jokowi Sebut Situasi Tahun Depan Sangat Sulit: Kita Harus Memiliki Perasaan yang Sama

Jokowi mengatakan kekeliruan dalam mengimplementasikan kebijakan fiskal maupun moneter dapat menimbulkan risiko yang besar.


Indef Prediksi Inflasi November Tembus 0,3 Persen, Harga Beras Jadi Pendorong Terbesar

22 jam lalu

Indef Prediksi Inflasi November Tembus 0,3 Persen, Harga Beras Jadi Pendorong Terbesar

Secara year on year, inflasi diperkirakan bakal mencapai 5 persen pada November ini.


Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

1 hari lalu

Gubernur BI: Koordinasi Erat Jadi Kekuatan RI Hadapi Ekonomi Dunia yang Bergejolak

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, menyatakan Indonesia memiliki kekuatan tersendiri untuk menghadapi perekonomian global yang bergejolak.