Kemenkeu Sebut Perubahan Iklim karena Kerusakan Lingkungan Tak Hanya Ganggu Perekonomian

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati usai menggelar konferensi pers di Kementerian Keuangan Jakarta, Jumat, 31 Desember 2021. Tempo/Hendartyo Hanggi

TEMPO.CO, Jakarta - Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pusat kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Abdurohman menilai peningkatan frekuensi dan kerusakan akibat perubahan iklim telah mengganggu pembangunan ekonomi secara umum, mempersempit ruang fiskal, dan meningkatkan risiko pembiayaan.

"Kita semua telah memberikan perhatian yang lebih besar pada masalah perubahan iklim dan sepakat bahwa hal tersebut perlu dimitigasi dengan kebijakan yang tepat dan terukur," ungkap Abdurohman dalam "Indonesia Economic Outlook 2023 Forum" yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin 3 Oktober 2022.

Dengan begitu selain ketidakpastian global, kata dia, perubahan iklim menjadi ancaman serius dan penanganannya menjadi agenda penting pembangunan nasional.

Ia menyebutkan sebagai negara maritim dengan sekitar 65 persen penduduk tinggal di pesisir, berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di tahun 2020, Indonesia termasuk negara yang sangat rentan terhadap perubahan iklim.

Sementara berdasarkan data Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), frekuensi bencana hidrometeorologi semakin meningkat dari tahun ke tahun, bahkan sampai 80 persen kenaikannya, yang salah satunya dipicu oleh perubahan iklim.

"Oleh karena itu penanganan perubahan iklim menjadi salah satu bagian dalam prioritas pembangunan nasional sebagaimana tercantum pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) tahun 2020-2024," tuturnya.

Kendati demikian Abdurohman mengatakan terdapat berbagai tantangan dalam wujud komitmen penanganan perubahan iklim tersebut, salah satunya adalah terkait dengan kebutuhan pendanaan yang diperkirakan mencapai Rp3.990 triliun untuk kurun waktu 2018 sampai 2030 atau berkisar Rp332 triliun per tahun.

Maka dari itu, strategi pertama yang ditempuh pemerintah untuk menghadapi tantangan pendanaan perubahan iklim adalah dengan mengoptimalkan sumber dana yang dimiliki oleh pemerintah. Kemenkeu telah melaksanakan penandaan anggaran perubahan iklim atau climate budgeting yang dilakukan sejak tahun 2016.

Kemenkeu juga telah memanfaatkan penandaan anggaran perubahan iklim untuk menertibkan sukuk hijau alias green sukuk dan obligasi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs).

Selain itu, dia mengungkapkan pemerintah telah membentuk Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) untuk menangkap peluang pendanaan dari berbagai pihak untuk didistribusikan bagi aktivitas yang sejalan dengan agenda pengendalian perubahan iklim dan lingkungan.

Tak hanya melalui berbagai platform tersebut, pemerintah juga menunjuk BKF Kemenkeu sebagai nasional National Designated Authority (NDA) Green Climate Fund (GCF) agar dapat menjangkau pendanaan internasional yang berada di bawah United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCC).

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Pemkab Siapkan Lahan 2 Hektar untuk Lahan Hunian Sementara Korban Gempa Cianjur

2 jam lalu

Pemkab Siapkan Lahan 2 Hektar untuk Lahan Hunian Sementara Korban Gempa Cianjur

Pemkab akan berupaya mencari lahan lagi, termasuk mencari lahan milik Pemprov Jabar untuk hunian sementara korban gempa Cianjur.


Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Terkini, Moon Lander Hakuto-R

7 jam lalu

Top 3 Tekno Berita Kemarin: Gempa Terkini, Moon Lander Hakuto-R

Top 3 Tekno Berita Kemarin, Minggu 27 November 2022, dipuncaki artikel Info Gempa Terkini BMKG: 277 Susulan di Cianjur, Bergoyang di Sukabumi.


296 Gempa Susulan di Cianjur hingga Senin Pagi, Korban Jiwa 321

7 jam lalu

296 Gempa Susulan di Cianjur hingga Senin Pagi, Korban Jiwa 321

Sebelumnya, pada hari Minggu pukul 06.00, akumulasi gempa susulan sebanyak 276 kali.


Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Petir pada Sore Jelang Malam Hari Ini

9 jam lalu

Cuaca Jakarta Diprediksi Hujan Petir pada Sore Jelang Malam Hari Ini

BMKG, Senin, 28 November 2022, menginformasikan bahwa sejumlah wilayah di DKI Jakarta berpotensi diguyur hujan petir pada sore menjelang malam hari.


Prakiraan Cuaca BMKG: Siaga Bencana Hidrometeorologi Jawa Tengah, Hujan

9 jam lalu

Prakiraan Cuaca BMKG: Siaga Bencana Hidrometeorologi Jawa Tengah, Hujan

BMKG mengeluarkan peringatan siaga bencana hidrometeorologi untuk Jawa Tengah.


Korban Gempa Cianjur Jadi 321 Orang, Kendali Satuan Tugas Diambil Alih Bupati

18 jam lalu

Korban Gempa Cianjur Jadi 321 Orang, Kendali Satuan Tugas Diambil Alih Bupati

Tiga jenazah korban Gempa Cianjur ditemukan pada hari ini. Menambah jumlah korban jiwa menjadi 321.


Tim Brimob Polri Kembali Temukan Korban Gempa Cianjur

20 jam lalu

Tim Brimob Polri Kembali Temukan Korban Gempa Cianjur

Seorang korban Gempa Cianjur kembali ditemukan hari ini. Menambah jumlah korban jiwa menjadi 319 orang.


Pengungsi Gempa Cianjur Mulai Terserang Penyakit, Terbanyak Menderita ISPA

21 jam lalu

Pengungsi Gempa Cianjur Mulai Terserang Penyakit, Terbanyak Menderita ISPA

Penyakit mulai menghinggapi penyintas Gempa Cianjur. ISPA hingga diare menghantui karena kondisi pengungsian dan cuaca buruk.


Gempa Cianjur, Ketum PAN Zulkifli Hasan Beri Bantuan ke Korban Sebesar Rp 500 Ribu per Kepala Keluarga

21 jam lalu

Gempa Cianjur, Ketum PAN Zulkifli Hasan Beri Bantuan ke Korban Sebesar Rp 500 Ribu per Kepala Keluarga

Ketum PAN Zulkifli Hasan menyerahkan bantuan ke korban Gempa Cianjur. Bantuan berupa uang dan juga paket sembako.


145 Jenazah Korban Gempa Cianjur Berhasil Diidentifikasi

21 jam lalu

145 Jenazah Korban Gempa Cianjur Berhasil Diidentifikasi

Tim DVI Polri kesulitan mengidentifikasi korban Gempa Cianjur karena kondisi jenazah yang sudah membusuk.