IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

Karyawan melintas di depan layar pergerakan IHSG, Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 10 Juni 2019. Pasca libur Lebaran, perdagangan IHSG dibuka menguat 90,91 poin atau 1,4 persen ke 6.300,036, sementara pada sore harinya IHSG diutup di level 6.289,61. ANTARA/Sigid Kurniawan

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan atau IHSG pada akhir pekan lalu telah memberi gejala rebound jangka pendek di rentang 7.000-7.100.

Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih memperkirakan kenaikan IHSG di atas 7.100 akan mengakhiri channel turun dalam 3 minggu terakhir. "Jika indeks gagal bertahan diatas 7.000, bahkan 6.900, maka indeks bisa melanjutkan pelemahan ke 6.850-6.750," katanya seperti dikutip dari analisisnya hari ini, Senin, 3 Oktober 2022.

Dalam perdagangan hari ini, ia menyoroti sedikitnya dua saham. Kedua saham itu adalah PT Adaro Energy Indonesia Tbk. atau ADRO dan PT Bank Central Asia Tbk. atau BBCA.

Untuk saham ADRO yang pekan lalu ditutup di level 3.960, misalnya, Alfatih menyarankan investor untuk membelinya. "Beli di target 4.200-4.600. Stop 3.870," ujarnya.

Menurut Alfatih, pergerakan harga saham ADRO harga akhir pekan yang lalu menguat dalam konsolidasi (pola sejak awal September 2022) di kisaran 3.870-4.200. Konsolidasi sedang dalam bayangan channel naik pola sejak Juli 2022.

Sedangkan untuk saham BBCA yang pekan lalu ditutup di leve 8.550, Alfatih merekomendasikan investor untuk membeli saham tersebut. "Target 8 800. Next 9.200-9.400. Stop .8475, buy back 8.250-8.200," tuturnya. Harga akhir pekan lalu, kata Alfatih, saham BBCA menguat dari level penting 8.200, pola sejak awal tahun.

Adapun IHSG mampu bertahan di level 7.000 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Jumat, 30 September 2022. Padahal, IHSG sempat anjlok ke level 6.926,66. 

"Sempat turun hingga lebih dari 1 persen di awal sesi, IHSG sedikit memantul kembali dan menembus level 7.000an meskipun masih ada di zona merah," kata tim analis PT Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat.

IHSG menutup sesi perdagangan sesi pertama di posisi 7.001,25 atau melemah 0,50 persen dari level penutupan perdagangan kemarin 7.036,2. Per akhir, sebanyak 119 saham menguat. Sisanya, 442 saham melemah dan 118 stagnan. Nilai transaksi mencapai Rp 7,4 triliun, frekuensi trading, 770.698 kali, dan volume trading sebanyak 147,9 juta lot.   

Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Baca juga: Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






IHSG Turun ke Zona Merah, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Teknologi Turun Terdalam

2 jam lalu

IHSG Turun ke Zona Merah, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Teknologi Turun Terdalam

IHSG perlahan melemah dan turun ke zona merah, sebelum menutup sesi pertama hari ini, Senin, 28 November 202 di level 7.037,2.


IHSG Diprediksi Menguat Dekati 7.200, Samuel Sekuritas Sebut 5 Saham Patut Dicermati

6 jam lalu

IHSG Diprediksi Menguat Dekati 7.200, Samuel Sekuritas Sebut 5 Saham Patut Dicermati

PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi jika indeks mampu tembus supply level 7.100-7.130, maka IHSG dapat berpotensi mengalami tren kenaikan.


Tahun Resesi 2023, Ini Daftar Sektor yang Berpotensi Bersinar di Pasar Saham

1 hari lalu

Tahun Resesi 2023, Ini Daftar Sektor yang Berpotensi Bersinar di Pasar Saham

Kinerja saham di Indonesia sepanjang tahun ini bervariasi, dengan sejumlah sektor mencetak kinerja unggul dan lainnya melemah.


IHSG Bakal Lanjutkan Reli, Berikut Prediksi Pergerakan Saham BCA hingga Bank Jago

3 hari lalu

IHSG Bakal Lanjutkan Reli, Berikut Prediksi Pergerakan Saham BCA hingga Bank Jago

IHSG hari ini akan melanjutkan reli meski diwarnai tekanan. Sejumlah saham menguat, namun ada pula yang melemah.


Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

3 hari lalu

Sebelum Akhir Tahun, Berikut Daftar Emiten-emiten yang Tebar Dividen Setelah BCA

PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) menjadi satu dari 5 emiten yang bakal membagikan dividen interim dalam waktu dekat.


Terkini Bisnis: IHSG Bergerak dalam Pola Konsolidasi, Lowongan Kerja BUMN

4 hari lalu

Terkini Bisnis: IHSG Bergerak dalam Pola Konsolidasi, Lowongan Kerja BUMN

Berita terkini ekonomi bisnis hingga Kamis siang, 24 November 2022, antara lain IHSG diprediksi bergerak dalam pola konsolidasi.


Samuel Sekuritas: IHSG Bergerak dalam Pola Konsolidasi, Cermati Saham Berikut

4 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Bergerak dalam Pola Konsolidasi, Cermati Saham Berikut

Vice President PT Samuel Sekuritas Indonesia M. Alfatih mengatakan pergerakan IHSG masih dalam pola konsolidasi pada Kamis, 24 November 2022.


Bursa Efek Indonesia Suspensi Saham PT Hanson International, Sebab...

4 hari lalu

Bursa Efek Indonesia Suspensi Saham PT Hanson International, Sebab...

Hanson International telah dikenakan notasi khusus selama lebih dari satu tahun berturut-turut sejak tanggal 14 Oktober 2021.


IHSG Menghijau di Sesi Pertama, Saham BUMI Paling Aktif Dijualbelikan

5 hari lalu

IHSG Menghijau di Sesi Pertama, Saham BUMI Paling Aktif Dijualbelikan

Indeks sektor energi (IDXENERGY) menjadi indeks sektoral IHSG yang menutup sesi pertama hari ini dengan penguatan tertinggi.


BCA Bagi-bagi Dividen Interim Tunai Rp 4,3 Triliun, Simak Jadwalnya

5 hari lalu

BCA Bagi-bagi Dividen Interim Tunai Rp 4,3 Triliun, Simak Jadwalnya

PT Bank Central Asia Tbk (IDX: BBCA) membagikan dividen interim tunai seiring komitmen perseroan untuk memberikan nilai tambah kepada pemegang saham.