Mendag Ingin Hasil Panen Petani Dibeli BUMN, Ekonom: Mesti Dibuat Sistem yang Jelas

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kiri) bersama Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi (kanan) menunjukkan minyak goreng Minyakita sebelum di kirim ke Indonesia bagian timur di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis 11 Agustus 2022. Pemerintah mulai mengirimkan 1,3 juta liter minyak goreng kemasan sederhana seharga Rp14.000 per kilogram ke wilayah timur Indonesia guna menstabilkan harga khususnya di wilayah NTT, Maluku dan Papua. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Center of Reform on Economics (CORE) Mohammad Faisal mengungkapkan rencana pemerintah menyerap seluruh hasil panen petani melalui Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sangat dibutuhkan. 

"Tatapi masalahnya, semestinya ini dibuat dalam satu sistem yang jelas dan berkesinambungan," saat dihubungi Tempo pada Ahad, 2 Oktober 2022. 

Sebab, tuturnya, masalah pangan adalah kebutuhan yang sangat mendasar dan perlu dijamin pemerintah. Untuk menjamin ketahanan pangan, kata dia, kunci utamanya adalah kesejahteraan petani. Sedangkan selama ini harga pembelian komoditas dari petani umumnya masih relatif rendah. 

Tingkat keuntungan petani tercermin dari nilai tukar petani atau NTP yang masih sangat-sangat rendah. Hal itu menyebabkan tingkat kesejahteraan petani menjadi rendah. 

Sehingga, jika pemerintah ingin menyerang hasil panen petani melalui BUMN, maka rencananya harus dibuat dalam jangka panjang. Terlebih kebijakan tersebut tak hanya akan melibatkan Kementerian Perdagangan atau Kemendag tetapi juga lintas kementerian dan lembaga. 

Adapun usulan Zulkifli Hasan yang meminta anggaran Rp 100 juta untuk merealisasikan wacana itu, menurut Faisal harus dipikirkan secara matang dan menggunakan perspektif jangka panjang. Faisal tidak ingin subsidi hanya diberikan tahun ini atau pada masa jabatan menteri tertentu saja. 

Ia menegaskan pada dasarnya subsidi pangan memang dibutuhkan, terutama untuk petani. Petani mesti diberikan insentif besar untuk terus mendorong produktivitas. "Oleh karena itu, subsisi pangan dalam bentuk harga yang lebih baik dan jaminan pembelian produk-produk pangan dari petani menjadi penting dan memang harus dilakukan," kata dia. 

Sebelumnya Zulkifli Hasan telah menyatakan bahwa pemerintah telah berencana menyerap seluruh hasil panen petani melalui BUMN. Rencana itu merupakan ide dari Presiden Joko Widodo atau Jokowi. Alasannya, Presiden Jokowi ingin para petani tidak dibebani soal harga atau penjualan. Artinya, pemerintah melalui BUMN akan membeli seluruh hasil produksi petani, kemudian menjualnya kepada konsumen. 

"Nah, oleh karena itu kemarin saya mengusulkan, kalau bisa subsidi (pangan) Rp 100 triliun per tahun selama tiga tahun," ujarnya dalam konferensi pers Kinerja 100 Hari Menteri Perdagangan di Auditorium Utama Kemendag, Jakarta Pusat pada Ahad, 25 September 2022.

Ia pun telah berkoordinasi dengan Menteri BUMN Erick Thohir dan lembaga yang berkaitan dengan pangan dalam negeri. Jika wacana ini dapat direalisasikan, menurut Zulkifli, petani tidak dibebani tugas tambahan yang bukan bidangnya. Harapannya, petani bisa lebih produktif. Sehingga, dukungan pada petani pun dapat fokus terhadap teknologi dan pasar. 

RIANI SANUSI PUTRI 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Percepat Transisi Energi, Erick Thohir Singgung Transformasi PLN

12 jam lalu

Percepat Transisi Energi, Erick Thohir Singgung Transformasi PLN

Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir mendorong pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT).


Mendag Prediksi Ekonomi Digital RI Tembus USD 77 Miliar pada 2022

14 jam lalu

Mendag Prediksi Ekonomi Digital RI Tembus USD 77 Miliar pada 2022

Mendag memperkirakan ekonomi digital Indonesia mencapai US$ 77 miliar pada 2022.


Mendag: Bulog Sudah Beli Beras di Luar Negeri, tapi Belum Impor

16 jam lalu

Mendag: Bulog Sudah Beli Beras di Luar Negeri, tapi Belum Impor

Tirisnya ketersediaan pasokan beras mulai dikeluhkan para pedagang Pasar Induk Beras Cipinang.


Belum Teken Izin Impor Beras, Mendag Masih Beri Waktu Bulog dan Kementan Cukupi Stok

17 jam lalu

Belum Teken Izin Impor Beras, Mendag Masih Beri Waktu Bulog dan Kementan Cukupi Stok

Zulhas menampik keputusan untuk impor beras dan belum mengeluarkan perizinan untuk kebijakan ini.


Kemendag Jelaskan Rantai Masalah Penyebab Kenaikan Harga Telur Ayam

21 jam lalu

Kemendag Jelaskan Rantai Masalah Penyebab Kenaikan Harga Telur Ayam

Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyampaikan penyebab naiknya harga telur ayam di pasar saat ini.


Pastikan Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tidak Berubah, Kemendag: Informasi Lain Hoaks

1 hari lalu

Pastikan Kebijakan Rasio Hak Ekspor CPO Tidak Berubah, Kemendag: Informasi Lain Hoaks

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan kebijakan ihwal ekspor produk minyak sawit atau crude palm oil (CPO) tak akan berubah.


Cerita Erick Thohir Tentang Produk Wine Coffee Samsosir, Hasil Fermentasi Biji Kopi Arabika dari Toba

1 hari lalu

Cerita Erick Thohir Tentang Produk Wine Coffee Samsosir, Hasil Fermentasi Biji Kopi Arabika dari Toba

Menteri BUMN Erick Thohir menerima Toba Wine Coffee dari Renhard Sidabutar.


BI Dukung Potensi Talenta Muda melalui BRILiaN Young Leader Indonesia

1 hari lalu

BI Dukung Potensi Talenta Muda melalui BRILiaN Young Leader Indonesia

Pekerja BRI mendapat kesempatan menduduki jabatan strategis, meningkatkan pengalaman dan peluang kompetisi, serta berkarir di BUMN.


Erick Thohir Dianugerahi Marga Batak: Kehormatan Diangkat Anak Sidabutar

2 hari lalu

Erick Thohir Dianugerahi Marga Batak: Kehormatan Diangkat Anak Sidabutar

Dengan penganugerahan tersebut, Erick Thohir menyandang Putra Tomok dari Samosir dengan nama Erick Thohir Sidabutar.


Harga Telur dan Daging Ayam Pekan Ini Terpantau Naik, Cabai dan Bawang Turun

2 hari lalu

Harga Telur dan Daging Ayam Pekan Ini Terpantau Naik, Cabai dan Bawang Turun

Kenaikan harga terjadi pada minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam.