Kemendag: Oktober 2022, Mayoritas Komoditas Pertambangan Alami Penurunan Harga

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan meninjau kondisi dan harga berbagai bahan pangan dan kebutuhan pokok di Pasar Gedhe Solo, Kamis, 15 September 2022. TEMPO/SEPTHIA RYANTHIE

TEMPO.CO, Jakarta - Kementerian Perdagangan atau Kemendag menyatakam hampir seluruh komoditas produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) mengalami penurunan harga pada periode Oktober 2022. Harga turun setelah sempat menunjukkan tren kenaikan harga pada periode sebelumnya. 

"Tren harga ini dipengaruhi permintaan di pasar dunia yang pada akhirnya turut memengaruhi analisis penetapan Harga Patokan Ekspor (HPE) produk pertambangan yang dikenakan bea keluar (BK) untuk periode Oktober 2022," ujar Plt. Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Veri Anggrijono melalui keterangan tertulis, dikutip pada Ahad, 2 Oktober 2022. 

Ketentuan HPE periode Oktober 2022 ditetapkan dalam Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1358 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar, tanggal 28 September 2022.

Ia berujar komoditas yang mengalami penurunan harga tersebut yakni konsentrat tembaga, konsentrat besi, konsentrat besi laterit, konsentrat mangan, konsentrat timbal, konsentrat seng, konsentrat pasir besi, konsentrat ilmenit, konsentrat rutil, dan bauksit yang telah dilakukan pencucian. Sementara itu, harga pellet konsentrat pasir besi tidak mengalami perubahan sebagaimana biasanya. 

Veri Anggrijono menjelaskan produk pertambangan yang mengalami penurunan harga rata-rata pada periode Oktober 2022 adalah konsentrat tembaga dengan kadar Cu minimal 15 persen, harga rata-ratanya sebesar US$ 2.974,01 per WE. Harga tersebut turun sebesar 0,17 persen. Sedangkan untuk konsentrat besi, yakni hematit, magnetit dengan Fe minimal 62 persen dan 1 persen kadar TiO2, harga rata-ratanya sebesar US$ 85,04 per WE atau turun sebesar 5,70 persen.

Untuk harga konsentrat besi laterit, yakni gutit, hematit, magnetit dengan kadar Fe minimal 50 persen dan kadar Al2O3 plus SiO2 lebih besar atau setara 10 persen, harga rata-ratanya sebesar US$ 43,45 per WE atau turun sebesar 5,70 persen.

Konsentrat mangan, kadar Mn minimal 49 persen, harga rata-ratanya US$ 223,56 per WE atau turun sebesar 1,54 persen. Konsentrat timbal, dengan kadar Pb minimal 56 persen, harga rata-ratanya sebesar US$ 796,49/WE atau turun sebesar 7,06 persen. 

Sedangkan konsentrat seng, dengan kadar Zn minimal 51 persen dengan harga rata-rata sebesar USD 974,23/WE atau turun sebesar 2,17 persen. Untuk konsentrat pasir besi, yakni lamela magnetit-ilmenit, dengan kadar Fe minimal 56 persen, harga rata-ratanya sebesar US$ 50,78 per WE atau turun sebesar 5,70 persen.

Konsentrat ilmenit, dengan kadar TiO2 minimal 45 persen, harga rata-ratanya US$ 471,13 per WE atau turun sebesar 4,68 persen. Sedangkan konsentrat rutil, dengan kadar TiO2 minimal 90 persen, harga rata-ratanya US$ 1.448,52 per WE atau turun sebesar 5,67 persen. 

Terakhir, bauksit yang telah dilakukan pencucian atau washed bauxite, dengan kadar Al2O3 minimal 42 persen, harga rata-ratanya sebesar US$ 31,37 per WE atau turun sebesar 4,69 persen. 

Sementara untuk komoditas produk pertambangan pellet konsentrat pasir besi, yakni lamela magnetitilmenit dengan kadar Fe minimal 54 persen, harga rata-ratanya US$ 117,98 per WE alias tetap tidak mengalami perubahan.

Sebagaimana pada periode sebelumnya, lanjut Veri, penetapan HPE produk pertambangan periode Oktober 2022 ini dilakukan dengan terlebih dahulu meminta masukan tertulis dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selaku instansi teknis terkait. Masukan dan 

Usulan dari ESDM didasarkan kepada perhitungan berbasis data perkembangan harga yang diperoleh dari beberapa sumber, yaitu Asian Metal, Iron Ore Fine Australian, dan London Metal Exchange (LME). 

HPE kemudian ditetapkan setelah dilakukannya rapat koordinasi dengan berbagai instansi terkait, yakni Kementerian ESDM, Kementerian Keuangan, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 1358 Tahun 2022 tentang Penetapan Harga Patokan Ekspor Atas Produk Pertambangan Yang Dikenakan Bea Keluar periode Oktober 2022 dapat diunduh melalui laman http://jdih.kemendag.go.id/peraturan/detail/2622/

RIANI SANUSI PUTRI 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Volodymyr Zelenskiy Upayakan Ekspor Biji-bijian Rp2,3 Triliun

10 jam lalu

Volodymyr Zelenskiy Upayakan Ekspor Biji-bijian Rp2,3 Triliun

Volodymyr Zelenskiy ingin membantu mengekspor biji-bijian dan gandum untuk membantu mengatasi kelaparan dan kekeringan


Harga Telur dan Daging Ayam Pekan Ini Terpantau Naik, Cabai dan Bawang Turun

12 jam lalu

Harga Telur dan Daging Ayam Pekan Ini Terpantau Naik, Cabai dan Bawang Turun

Kenaikan harga terjadi pada minyak goreng, daging sapi, daging ayam, dan telur ayam.


Prediksi Inflasi Pekan Keempat November 0,18 Persen, Bank Indonesia: Dipicu Harga Telur

18 jam lalu

Prediksi Inflasi Pekan Keempat November 0,18 Persen, Bank Indonesia: Dipicu Harga Telur

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi hingga pekan keempat November 2022 sebesar 0,18 persen secara bulanan (month-to-month/mtm).


Indonesia Ekspor Ikan Sarden Kaleng ke Australia Senilai Rp 14 Miliar

4 hari lalu

Indonesia Ekspor Ikan Sarden Kaleng ke Australia Senilai Rp 14 Miliar

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan melepas ekspor perdana produk ikan sarden kaleng produksi CV Pasific Harvest ke Australia.


Sejumlah Risiko Jika Indonesia Kalah Banding Larangan Ekspor Nikel di WTO

5 hari lalu

Sejumlah Risiko Jika Indonesia Kalah Banding Larangan Ekspor Nikel di WTO

Bhima Yudhistira, menilai kekalahan gugatan RI soal kebijakan larangan ekspor nikel akan berdampak signifikan untuk Indonesia.


4 Perusahaan Indonesia Teken Kontrak Ekspor ke Cile Senilai Rp 90 Miliar

6 hari lalu

4 Perusahaan Indonesia Teken Kontrak Ekspor ke Cile Senilai Rp 90 Miliar

Dalam skema persetujuan kemitraan itu, terdapat lima kontrak bisnis senilai US$ 5,8 juta atau setara Rp 90 miliar ekspor Indonesia ke Cile.


Ini Empat Sumber Pertumbuhan RI untuk Bisa Jadi Negara Maju pada 2045

6 hari lalu

Ini Empat Sumber Pertumbuhan RI untuk Bisa Jadi Negara Maju pada 2045

Bambang PS Brodjonegoro menyampaikan empat sumber pertumbuhan yang dapat dimaksimalkan oleh Indonesia untuk mencapai tujuannya menjadi negara maju


Musim Semi Pembiayaan Hijau

7 hari lalu

Musim Semi Pembiayaan Hijau

Indonesia dan Afrika Selatan sudah mendapatkan komitmen miliaran dolar dari banyak negara maju untuk pembiayaan hijau.


Prediksi Inflasi Pekan Ketiga November 0,13 Persen, BI Sebut Harga Telur dan Rokok Jadi Pemicu

8 hari lalu

Prediksi Inflasi Pekan Ketiga November 0,13 Persen, BI Sebut Harga Telur dan Rokok Jadi Pemicu

Bank Indonesia (BI) berdasarkan Survei Pemantauan Harga memperkirakan inflasi hingga minggu ketiga November 2022 mencapai 0,13 persen


Bank Indonesia Catat Surplus Transaksi Berjalan Naik jadi USD 4,4 Miliar

9 hari lalu

Bank Indonesia Catat Surplus Transaksi Berjalan Naik jadi USD 4,4 Miliar

BI mengumumkan transaksi berjalan di Tanah Air kembali naik pada kuartal ketiga tahun 2022 ini. Hal tersebut didorong oleh kuatnya kinerja ekspor.