Ancaman Resesi Global 2023, Indef: Sektor Keuangan Terpuruk Pertama

Ilustrasi resesi. Pixabay

TEMPO.CO, Jakarta -Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid menjelaskan ancaman resesi global tahun depan akan berdampak terhadap sektor keuangan. “Yang pertama akan terpuruk adalah di sektor keuangan,” ujar dia melalui sambungan telepon pada Selasa, 27 September 2022.

Menurut dia, di sektor keuangan akan terjadi perputaran atau yang disebut sebagai turbulensi. Karena ekonomi Amerika Serikat—yang saat ini fokus dengan pengendalian inflasi—akan melemah. Dan karena pengendalian inflasi Amerika cenderung ingin menaikkan tingkat suku bunga.

Tauhid menjelaskan meskipun saat ini inflasi di Amerika sudah berhasil turun dari 9 persen menjadi 8,5 persen, dan akan terus turun lagi, tapi ke depan akan jauh lebih kencang lagi meningkatkan suku bunga. Karena inflasi sudah terjadi selama setelah pandemi, konsekuensinya tentu saja likuiditas akan semakin ketat di Amerika. 

“Dan orang melihat suku bunga mereka semakin tinggi akhirnya berdampak ke pertumbuhan ekonomi mereka akan turun. Amerika akan mengalami penurunan pertumbuhan ekonomi yang cukup signifikan di tahun depan, tapi saya lupa angkanya,” kata Tauhid. “Itu yang saya kira memang terjadi di sana.”

Sedangkan konsekuensi dari suku bunga The Fed yang naik di tahun depan turbulensinya adalah di sektor keuangan. Dia menurutkan akan banyak uang yang datang ke Amerika. Turbulensi keuangan ini akan membuat capital outflow dari negara-negara emerging market termasuk Indonesia.

“Saya kira akan terjadi dan potensi capital outflow ini tinggi. Kalau misalnya kita tidak mengimbangi dengan beragam aksi di pasar uang maupun Bank Indonesia menaikan suku bunga ya itu akan tadi rupiah akan tertekan,” ucap dia.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan negara tengah mewaspadai kenaikan suku bunga yang berpotensi menimbulkan gejolak pasar keuangan. Kenaikan suku bunga yang dilakukan oleh bank sentral negara-negara di dunia berpotensi menimbulkan resesi global. 

"Tekanan inflasi global sudah direspons berbagai negara dengan kenaikan suku bunga yang drastis dan cepat," ujar Sri Mulyani dalam paparannya saat konferensi pers APBN Kita secara daring pada Senin, 26 September 2022.






LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan Simpanan 25 Basis Poin

10 jam lalu

LPS Naikkan Suku Bunga Penjaminan Simpanan 25 Basis Poin

LPS menaikkan suku bunga pinjaman simpanan rupiah di bank umum, bank perkreditan rakyat atau BPR, dan valas di bank umum masing-masing 25 basis poin.


OJK Lembaga Paling Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

16 jam lalu

OJK Lembaga Paling Banyak Dilaporkan ke Ombudsman

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menjadi lembaga nomor satu yang paling banyak dilaporkan masyarakat kepada Ombudsman RI.


Laporan PBB: Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Diprediksi Turun, Terendah dalam Beberapa Dekade Terakhir

19 jam lalu

Laporan PBB: Pertumbuhan Ekonomi Global 2023 Diprediksi Turun, Terendah dalam Beberapa Dekade Terakhir

PBB memprediksi pertumbuhan ekonomi global melambat dari sekitar 3,0 persen pada 2022 menjadi 1,9 persen pada 2023


Analis Prediksi Harga Minyak Dunia Melemah dalam Perdagangan Hari ini

22 jam lalu

Analis Prediksi Harga Minyak Dunia Melemah dalam Perdagangan Hari ini

Harga minyak menurun tajam karena data menunjukkan bahwa aktivitas manufaktur menyusut pada Januari selama tujuh bulan berturut-turut.


OJK Rampungkan 20 Perkara Kasus Jasa Keuangan pada Tahun Lalu

23 jam lalu

OJK Rampungkan 20 Perkara Kasus Jasa Keuangan pada Tahun Lalu

OJK yang memiliki kewenangan penyidikan pada 2022 berhasil menyelesaikan 20 perkara kasus di sektor jasa keuangan.


Strategi Industri Mobil Wuling Motors di Tengah Ancaman Resesi Global 2023

1 hari lalu

Strategi Industri Mobil Wuling Motors di Tengah Ancaman Resesi Global 2023

Brand & Marketing Director Wuling Motors, Dian Asmahani, mengungkapkan strategi industri mobil untuk menghadapi isu resesi global tahun ini.


Imbas Kenaikan Suku Bunga Fed, Indeks Dolar Melemah Hari Ini

2 hari lalu

Imbas Kenaikan Suku Bunga Fed, Indeks Dolar Melemah Hari Ini

Indeks dolar melemah hari ini, Selasa, 24 Januari 2023. Salah satu sebabnya adalah kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat atau The Fed.


Terkini Bisnis: Sidang Perdana Konsumen Meikarta Ditunda, Sri Mulyani Ibaratkan Resesi Bagaikan Cuaca Buruk

2 hari lalu

Terkini Bisnis: Sidang Perdana Konsumen Meikarta Ditunda, Sri Mulyani Ibaratkan Resesi Bagaikan Cuaca Buruk

Sidang 18 konsumen Meikarta ditunda dua pekan lagi. Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengibaratkan resesi sebagai cuaca buruk.


Sri Mulyani Ibaratkan Resesi Bagaikan Cuaca Buruk, Simak Caranya Menguatkan Ekonomi Masyarakat

2 hari lalu

Sri Mulyani Ibaratkan Resesi Bagaikan Cuaca Buruk, Simak Caranya Menguatkan Ekonomi Masyarakat

Meski ekonomi Indonesia baik, tapi bisa terdampak resesi. Begini cara Sri Mulyani menjaga pertumbuhan Indonesia lewat penguatan ekonomi masyarakat.


Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

3 hari lalu

Empat Alasan Utama Badai PHK di Amerika Terus Berlanjut

Pengamat dari Celios, Bhima Yudhistira Adhinegara mengatakan PHK di Amerika Serikat akan terus berlanjut. Ada empat penyebab.