Badan Pangan Nasional Serap Ayam Hidup Peternak Mandiri Kecil Agar Harga Stabil

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (kanan) didampingi Kepala Badan Pangan Nasional Arief Prasetyo Adi (kiri) saat memantau operasi pasar telur ayam di Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Jumat, 2 September 2022. (Tempo | Riri Rahayu)

TEMPO.CO, Jakarta - Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) mendukung penyerapan live bird atau ayam hidup peternak mandiri mikro dan kecil melalui kegiatan fasilitasi pelaku usaha ungas dengan asosiasi serta koperasi perunggasan untuk menjaga stabilitas harga live bird atau ayam hidup di tingkat peternak. Langkah tersebut memberikan hasil positif oleh pelaku usaha swasta dan BUMN.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi menyampaikan, melalui fasilitasi NFA dalam pekan ini telah berhasil dilakukan penyerapan ayam hidup dari peternak mandiri mikro dan kecil oleh PT Charoen Pokphand Indonesia (CPI) dan PT Malindo Feedmill Tbk dengan total sebanyak 5.200 ekor. Penyerapan ayam hidup ini penting untuk menjaga stabilitas harga ayam hidup di tingkat peternak yang belakangan mengalami fluktuasi akibat kelebihan stok.

“Kami mengapresiasi penyerapan livebird peternak mandiri kecil yang telah dilakukan CPI dan Malindo,” ujar Arief lewat keterangan tertulis pada Sabtu, 24 September 2022.

Berdasarkan data NFA, CPI telah melakukan penyerapan 3.920 ekor ayam hidup dengan bobot total sekitar 6.008 kilogram di peternakan yang berlokasi di Bogor. Sedangkan Malindo Feedmill menyerap 1.280 ekor ayam hidup atau dengan bobot total sekitar 2.688 kilogram di peternakan yang berlokasi di Gunung Kidul, Yogyakarta.

Arief menuturkan jika melihat harga ayam hidup dalam 1-2 minggu terakhir, trennya sudah mulai naik. “Berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA pada 11 September lalu harga terendah berada di Rp 17.000 per kilogram, per 23 September ini ada kenaikan menjadi Rp 17.250. Artinya ada kenaikan dan ini bagus untuk keberlangsungan usaha para peternak,” tutur dia.

Proses penyerapan ayam hidup peternak mandiri mikro dan kecil ini, kata Arief, akan terus berlangsung sampai harga ayam hidup di tingkat peternak sesuai harga acuan pembelian/penjualan atau HAP.

Aksi penyerapan ayam hidup ini merupakan bentuk tindak lanjut dari penadatanganan Nota Kesepahaman Penyerapan Live Bird antara NFA bersama 10 perusahaan yang terdiri dari BUMN dan swasta, antara lain PT Berdikari sebagai member Holding BUMN Pangan, CPI, Japfa, Super Unggas Jaya, Malindo Feedmil, New Hope Indonesia, Intertama Trikecana, Cibadak Indah Sari Farm, Wonokoyo Jaya Corp, dan Sreeya Sewu.

Penandatanganan nota kesepahaman itu juga turut melibatkan perwakilan Kemenko Perekonomian, Kementerian Pertanian, dan Satuan Tugas Pangan Polri. Melalui kerja sama itu, perusahan terdaftar akan terus didorong dan difasilitasi untuk melakukan penyerapan ayam hidup peternak mandiri kecil dengan harga sesuai dengan HAP yang telah disepakati sebelumnya, yaitu Rp 21-23 ribu per kilogram.

Volume minimum penyerapan rata-rata 1-3 truk per hari untuk tahap awal. Dari Japfa 18 truk di tahap awal. Selain itu, waktu dan lokasi penyerapan juga telah disepakati bersama. "Dalam hal pendataan peternak, NFA bekerjasama dengan asosiasi Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) dan Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional (Gopan),” tutur Arief.

Kolaborasi pelaku perunggasan ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo alias Jokowi untuk membangun kolaborasi dan sinergi dalam rangka memperkuat ekosistem pangan nasional. Saat ini, kata dia, Indonesia menghadapi berbagai ancaman termasuk di antaranya krisis pangan. "Arahan presiden sangat jelas agar kita berkolaborasi membangun konektifitas sehingga sektor pangan, khususnya perunggasan nasional, dapat semakin maju dan berdaulat,” kata Arief.

Tugas NFA, dia melanjutkan, salah satunya menjadi fasilitator atau penghubung antara peternak dengan pelaku usaha perunggasan baik itu BUMN maupun swasta. Upaya itu untuk menjaga ketersediaan, stabilitas harga dan keberlangsungan usaha para peternak. Arief mengatakan, ke depan pihaknya didukung stakeholder terkait akan mengatur ekosistem perunggasan sedemikian rupa sehingga tidak ada over populasi maupun harga anjlok di peternak.

“NFA telah menyusun skema Closed Loop Jagung, Telur, dan Daging Ayam untuk menjaga stabilitas ekosistem pangan nasional,” ujarnya.

Sementara itu, berdasarkan data Panel Harga Pangan NFA, per 23 September 2022 harga rata-rata nasional ayam hidup tingkat produsen Rp 21.340 per kilogran, dengan harga tertinggi Rp 29.000 per kilogram di Kalimantan Selatan dan terendah Rp 17.250 per kilogran di Sumatera Selatan. Sedangkan harga rata-rata nasional daging ayam ras di tingkat konsumen terbilang stabil di angka Rp 35.208 per kilogram.

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Pasca Gempa Cianjur, Peternak Sapi Potong dan Perah Kesulitan Pasok Pakan Hewan

1 hari lalu

Pasca Gempa Cianjur, Peternak Sapi Potong dan Perah Kesulitan Pasok Pakan Hewan

DKPP Jawa Barat bersama Dinas Peternakan Cianjur tengah melakukan pendataan hewan ternak yang terdampak bencana gempa Cianjur.


Strategi NFA Jaga Stabilitas Harga Beras jelang Nataru

1 hari lalu

Strategi NFA Jaga Stabilitas Harga Beras jelang Nataru

Strategi pertama melalui operasi pasar, dan kedua mengoptimalkan cadangan beras Bulog.


Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

1 hari lalu

Pakar UGM Sebut Bencana Kelaparan Ancaman Mendatang, 3 Negara Ini Sudah Siap

Akan terjadi kelaparan luar biasa manakala produksi pangan tidak naik sebesar 70 persen dari sekarang.


NFA Gandeng Ombudsman dan BPKP Kawal Program Strategis Pangan

2 hari lalu

NFA Gandeng Ombudsman dan BPKP Kawal Program Strategis Pangan

Perencanaan pangan nasional apabila tidak dikelola dengan baik akan memunculkan instabilitas pasokan yang berdampak pada inflasi.


Bapanas Minta Ombudsman dan BPKP Bantu Awasi Program Strategis Pangan

2 hari lalu

Bapanas Minta Ombudsman dan BPKP Bantu Awasi Program Strategis Pangan

Badan Pangan Nasional (Bapanas) meminta Ombudsman RI dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) untuk mengawasi program strategis pangan.


Peternak Desak Pemerintah Serius Tangani Penggunaan Antibiotik Berlebihan pada Ayam

4 hari lalu

Peternak Desak Pemerintah Serius Tangani Penggunaan Antibiotik Berlebihan pada Ayam

Koalisi Ayam Sejahtera mendesak pemerintah dan dunia usaha serius mengendalikan resistensi antimikroba pada industri peternakan ayam.


Antisipasi Inflasi di Akhir Tahun, Bapanas Minta Pemda Berkoordinasi Jika Butuh Pasokan Pangan

5 hari lalu

Antisipasi Inflasi di Akhir Tahun, Bapanas Minta Pemda Berkoordinasi Jika Butuh Pasokan Pangan

Kemenko Perekonomian menyebutkan tantangan utama pengendalian inflasi di daerah perbatasan perlu menjadi perhatian lebih.


NFA Minta Derah Koordinasi untuk Kebutuhan Pasokan Pangan

5 hari lalu

NFA Minta Derah Koordinasi untuk Kebutuhan Pasokan Pangan

Apabila harga komoditas pangan terkendali, maka target penurunan inflasi di November bisa tercapai.


Telur Bercangkang Cokelat atau Putih, Mana yang Lebih Baik?

8 hari lalu

Telur Bercangkang Cokelat atau Putih, Mana yang Lebih Baik?

Kandungan nutrisi telur bervariasi bergantung pola makan dan lingkungan ayam.


Bapanas Konsolidasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah

9 hari lalu

Bapanas Konsolidasi Cadangan Pangan Pemerintah Daerah

Pemda wajib memperhatikan neraca pangan untuk memastikan keamanan pangan dan harga pangan di daerahnya.