Ekonom Ungkap Kenaikan Tarif Penyeberangan Bakal Membuat Harga Barang Terbang

Suasana di Dermaga 3 dan 4 sepi dari kendaraan yang melintas di Pelabuhan Merak, Banten, Kamis 6 Agustus 2020. Menurut GM PT ASDP Merak Hasan Lessy meski sudah tidak diberlakukan pembatasan penumpang dan angkutan di Pelabuhan Merak tapi volume penyeberangan menurun hingga 70 persen dari biasanya karena terdampak pandemi COVID-19. ANTARA FOTO/Asep Fathulrahman

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Tauhid Ahmad menanggapi wacana kenaikkan tarif angkutan penyeberangan. Dia memperkirakan kenaikkannya tidak akan jauh berbeda dengan angkutan darat sekitar 10-20 persen, dan bisa berdampak pada kenaikkan harga barang.

“Saya kira memang kalau di ongkos penyeberangan ya mungkin bisa lebih rendah atau sama paling enggak ya dengan tarif angkutan darat,” ujar dia melalui sambungan telepon pada Jumat, 23 September 2022. “Karena angkutan penyeberangan laut itu juga menggunakan diesel yang bahan bakarnya juga pakainya solar.”

Adapun dampak terhadap produk makanan, kata Tauhid, itu akan bervariasi. Karena tergantung dengan biaya ongkos logistik dari pembentukan makanan itu sendiri. Sementara untuk persentasenya harus dihitung terlebih dahulu, karena per komoditas itu berbeda.

Menurut dia, komoditas yang volumenya besar biasanya akan lebih kecil kenaikkannya, sebaliknya yang kecil bisa jauh lebih besar kenaikkan, tergantung penggunaan logistiknya itu sendiri. “Kalau kenaikkan harga secara umum kan inflasinya bisa sampai 7 persen, tapi kalau kenaikan harga makanan ya akan bervariasi,” ucap Tauhid.

Dia mencontohkan jika minyak goreng atau pun telur saat kenaikkan bahan baku dan sebagainya bisa naik dari Rp 21 ribu menjadi Rp 24 ribu, persentasenya akan beragam. “Nah itu akan sangat tergantung komoditasnya begitu,” tutur Tauhid.

Tauhid menjelaskan kenaikkan harga akan terakumulasi di index harga konsumen untuk masing-masing produk. Namun, nanti akan ketemu kenaikan harga rata-ratanya, biasanya yang utama saja yakni sembilan komoditas pokok, beras misalnya yang medium mungkin sekitar Rp 11 ribu jadi Rp 12 ribu dan sebagainya itu akan menyesuaikan. 

“Rata-rata kalau dihitung ya bisa sampai 15-20 persen, tapi ya ini kepada komoditas yang sangat sensitif kepada biaya logistik,” kata dia. “Kalau berasnya diproduksi dari daerah Jawa Barat ya itu kan ongkosnya tidak sebesar kalau misalnya harus didatangkan dari Sumatera ke Jawa.”

Sebelumnya Kementerian Perhubungan telah menerbitkan Keputusan Menteri Nomor 172 Tahun 2022 yang mengatur tarif anyar angkutan penyeberangan. Berdasarkan beleid tertarikh 15 September itu, kenaikan tarif rata-rata sebesar 11,79 persen. 

Sesuai dengan isi aturan itu, penyesuaian tarif ini sudah berlaku saat beleid ditetapkan atau Senin, 19 September 2022. Namun sampai hari ini, pemerintah masih menangguhkan kebijakan seperti yang diatur dalam Kepmenhub Nomor 172 tahun 2022. 

Ketua Umum Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau dan Penyeberangan (Gapasdap) Khoiri Soetomo mempertanyakan mengapa aturan kenaikkan tarif angkutan penyeberangan yang sudah diteken tapi belum juga diberlakukan.

“Sampai dengan hari ini saya masih belum menerima kabar baik dari Kemenhub terkait Kepmenhub Nomor 172 Tahun 2022 yang seharunya Senin, 19 September, pukul 00.00 WIB diberlakukan. Saya tidak mengerti mengapa aturan yang sudah diteken tapi tidak dijalankan,” ujar dia saat dihubungi pada Jumat, 23 September 2022.

Padahal, kata Khoiri, aturan itu sudah melalui perhitungan yang sangat tumit dari tim tarif antar instansi setelah sekian lama ditunggu. Dia menilai seharusnya semua bisa meniru ketegasan dan keberanian Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang dengan tegas menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 32 persen.

Khoiri menjelaskan pemerintah selalu menuntut perbaikan standar pelayanan dan keselamatan yang terus ditambah dan disempurnakan melalui regulasi domestik dan international. Namun, anehnya tidak legowo dan lupa bahwa Jer Basuki Mawa Beya.

“Artinya setiap keberhasilan membutuhkan pengorbanan,” ucap Khoiri. “Jangan hanya standar keselamatan dan pelayanan minta dinaikkan, tapi tidak mau membayar dengan harga yang pantas.”

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

4 hari lalu

Protes Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11 Persen, Pengusaha Khawatir Berpengaruh terhadap Keselamatan

Gapasdap menyebut kenaikan tarif angkutan penyeberangan yang mesti ditetapkan Kemenhub adalah sebesar 43 persen.


Ini Hasil Pertemuan Kemenhub dengan Operator Kapal Soal Tarif Angkutan Penyeberangan

5 hari lalu

Ini Hasil Pertemuan Kemenhub dengan Operator Kapal Soal Tarif Angkutan Penyeberangan

Khoiri Soetomo membeberkan hasil pertemuan Gapasdap dengan Kemenhub.


Sebut Medan Mulai Macet, Menhub Ajak Masyarakat Gunakan Angkutan Massal

9 hari lalu

Sebut Medan Mulai Macet, Menhub Ajak Masyarakat Gunakan Angkutan Massal

Menhub dan Wali Kota Medan Bobby Nasution meninjau proyek pembangunan jalur kereta api (KA) layang Medan-Binjai Tahap II, Sabtu, 24 September 2022.


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

10 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Tarif Angkutan Penyeberangan Belum Naik, Ekonom: Pemerintah Tahan Inflasi

10 hari lalu

Tarif Angkutan Penyeberangan Belum Naik, Ekonom: Pemerintah Tahan Inflasi

Tauhid Ahmad menyebutkan pemerintah belum menaikkan tarif angkutan penyeberangan karena untuk menahan inflasi.


Pengusaha Kapal Akan Demo di DPR dan Istana Tuntut Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan

11 hari lalu

Pengusaha Kapal Akan Demo di DPR dan Istana Tuntut Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan

Pengusaha menuntut kenaikan tarif angkutan kapal penyeberangn seiring melonjaknya harga bahan bakar minyak (BBM).


Jokowi Minta Pemda Beri Beri Subsidi Angkutan, Berikut Komentar Ekonom

14 hari lalu

Jokowi Minta Pemda Beri Beri Subsidi Angkutan, Berikut Komentar Ekonom

Bhima Yudhistira menanggapi soal permintaan Presiden Joko Widodo atau Jokowi kepada pemerintah daerah (pemda) untuk memberikan subsidi angkutan demi mengendalikan inflasi pangan.


YLKI: Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan Harus Adil bagi Konsumen

14 hari lalu

YLKI: Kenaikan Tarif Angkutan Penyeberangan Harus Adil bagi Konsumen

YLKI mengatakan kenaikan tarif angkutan penyeberangan harus dilandaskan pada kajian yang representatif untuk melihat aspek ability to pay dan willingness to pay dari konsumen.


Tarif Angkutan Penyeberangan Tak Kunjung Naik, Pengusaha Ancam Berhenti Beroperasi

14 hari lalu

Tarif Angkutan Penyeberangan Tak Kunjung Naik, Pengusaha Ancam Berhenti Beroperasi

Kemenhub menaikkan tarif angkutan penyeberangan sebear 11,79 persen pada 15 September 2022. Namun Gapasdap menyebut keputuan itu belum berlaku.


Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11,79 Persen, Pengusaha: Tak Tutup Biaya Opersional

17 hari lalu

Tarif Angkutan Penyeberangan Naik 11,79 Persen, Pengusaha: Tak Tutup Biaya Opersional

Khoiri Soetomo memberikan gambaran dampak kenaikan tarif angkutan penyeberangan rata-rata hanya 11,79 persen.