Bahlil: Tak Ada Kesepakatan Keadilan Harga Kredit Karbon dalam TIIMM G20

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan (tengah) bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto (kanan) dan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia (kiri) berbincang jelang pertemuan G20 Trade, Investment and Industry Ministerial Meeting (TIIMM) di Nusa Dua, Badung, Bali, Kamis 22 September 2022. Pertemuan tingkat Menteri G20 bidang Perdagangan, Investasi dan Industri tersebut mengangkat enam isu prioritas, yakni reformasi Badan Perdagangan Dunia atau World Trade Forum (WTO), sistem peta jalan multilateral dalam memperkuat tujuan pembangunan atau SDG's, respons perdagangan investasi dan industri dalam mengatasi pandemi dan mendukung arsitektur kesehatan global, digital dan rantai nilai global, peningkatan investasi berkelanjutan untuk pemulihan ekonomi global, dan industrialisasi yang inklusif dan berkelanjutan melalui industri 4.0. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengungkapkan kesepekatan keadilan harga kredit karbon tidak tercapai dalam sidang Trade, Investment, and Industry Ministerial Meeting (TIIMM)  G20 yang berlangsung di Bali pada 21-23 September 2022. 

"Khusus perjuangan kami tentang harga karbon itu belum mencapai kesepakatan. Jadi, Perjanjian Paris Nomor 6 Pasal 6 tentang keadilan dalam harga karbon kami sudah perjuangakan, namun belum ada kesepakatan," kata Bahlil saat konferensi pers yang ditayangkan dalam akun YouTube Kementerian Perdagangan, Jumat.

Tak adanya kesepakatan mengenai keadilan harga kredit karbon ini membuat tren investasi di bidang energi hijau masih terus timpang antara negara-negara maju dengan negara berkembang. Padahal, saat Sidang TIMM pada Rabu, 21 September 2022, dia telah menyampaikan permasalahan ketimpangan tersebut.

Menurut Bahlil, hanya seperlima dari investasi energi hijau yang mengalir ke negara berkembang. Dengan kata lain, dua per tiga dari total populasi dunia hanya mendapat seperlima dari total investasi energi hijau.

Pada saat pertemuan kedua Trade, Investment, and Industry Working Group (TIIWG)/The Second TIIWG Meeting di Surakarta, Jawa Tengah, pada Juli 2022 lalu, Bahlil sudah sempat menyinggung bahwa harga karbon negara berkembang hanya senilai US$ 10. Sedangkan negara maju sudah tembus US$ 100.

Karena itu, harga jual beli kredit karbon atau carbon credit yang berasal dari proyek-proyek hijau dari negara maju jauh lebih mahal ketimbang negara berkembang. Bahlil pun berpandangan negara-negara G20 perlu mengatur tata-kelola harga karbon secara adil agar tidak terjadi ketimpangan yang signifikan dalam aliran investasi hijau.

"Di masa depan kita perlu menyepakati aturan main mengenai pasar karbon yang lebih adil dan lebih berimbang tanpa standar ganda antara negara maju dan berkembang," ucap Bahlil.

Persoalan ini, menurut Bahlil, merupakan dari bagian tantangan investasi yang berkelanjutan. Tantangan itu misalnya mengakhiri siklus ketergantungan negara-negara berkembang terhadap komoditas mentah sembari mengurangi dampak perubahan iklim.

Oleh sebab itu, Bahlil menuturkan perlu ada dukungan kepada negara berkembang yang ingin memajukan industrinya melalui optimalisasi kebijakan pemanfaatan sumberdaya alam. Hal itu seperti yang pernah dilakukan oleh negara-negara maju pada saat menaiki tangga pada masa awal revolusi industri.

"Apakah adil jika negara maju dahulu menaiki tangga untuk mencapai puncak lalu sekarang negara berkembang tidak boleh menaiki tangga yang sama?" ujar Bahlil.

Investasi yang berkelanjutan, kata dia, juga perlu ramah terhadap kepentingan masyarakat setempat. Karenanya, G20 perlu memastikan bahwa investasi berkelanjutan harus inklusif dan mendorong kolaborasi investor dengan UMKM lokal.

Baca Juga: Terpopuler Bisnis: Sri Mulyani Sebut Tantangan Fiskal Usai Pandemi, Rupiah Kian Tertekan

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Bahlil Cerita Investasi Pabrik Pipa Belanda Rp 1,9 Triliun Nyaris Berlabuh ke Vietnam

35 menit lalu

Bahlil Cerita Investasi Pabrik Pipa Belanda Rp 1,9 Triliun Nyaris Berlabuh ke Vietnam

Kepala BKPM Bahlil Lahadalia menceritakan apa yang terjadi di balik realisasi investasi perusahaan pipa Belanda di Indonesia.


Bahlil Ungkap Cara Merayu Wavin Batal Investasi di Vietnam dan Bangun Pabrik Pipa di Indonesia

14 jam lalu

Bahlil Ungkap Cara Merayu Wavin Batal Investasi di Vietnam dan Bangun Pabrik Pipa di Indonesia

Bahlil membeberkan bahwa Wavin B.V. sebelumnya berencana melakukan investasi pembangunan pabrik pipa tersebut di negara lain, termasuk Vietnam.


Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

14 jam lalu

Jokowi Groundbreaking Pabrik Pipa Wavin Terbesar di Dunia: Tak Mudah Gaet Investasi

Jokowi meresmikan groundbreaking pabrik pipa milik Wavin Manufacturing Indonesia, bagian dari Wavin Orbia asal Belanda, di Kawasan Industri Batang.


Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

23 jam lalu

Bahlil Sebut Tingkat Kepercayaan ke Presiden Jokowi Sebagai Kunci Masuknya Investasi di RI

Bahlil Lahadalia menyatakan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap Presiden Jokowi adalah faktor yang sangat mempengaruhi investor menanamkan modal.


Bahlil Ungkap 2 Penyebab Persepsi Publik terhadap Ekonomi Nasional Merosot

1 hari lalu

Bahlil Ungkap 2 Penyebab Persepsi Publik terhadap Ekonomi Nasional Merosot

Bahlil mengatakan masalah harga barang pokok adalah perkara yang harus diselesaikan bersama-sama.


Bahlil Bela Jokowi soal Penanganan Krisis: Tak Ada Satu pun Dapat Meramal Ekonomi Global Hari Ini

1 hari lalu

Bahlil Bela Jokowi soal Penanganan Krisis: Tak Ada Satu pun Dapat Meramal Ekonomi Global Hari Ini

Bahlil menyebut tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Joko Widodo alias Jokowi masih tinggi.


Tinjau Glamping di Yogya, Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan

2 hari lalu

Tinjau Glamping di Yogya, Sandiaga Uno Minta ASEAN Tourism Forum 2023 Dimatangkan

Sandiaga melihat layanan akomodasi glamping yang menyebar ke pinggiran kota menjadi bagian ekosistem yang mendukung keberadaannya.


Racikan Kopi Ini Jadi Suguhan Para Delegasi G20 di Yogyakarta

3 hari lalu

Racikan Kopi Ini Jadi Suguhan Para Delegasi G20 di Yogyakarta

Selama dua hari perhelatan G20 di Yogyakarta, sebanyak 500 cup racikan kopi spesial yang disediakan ludes.


Transisi Belitung, Tuan Rumah G20 Development Ministerial Meeting

3 hari lalu

Transisi Belitung, Tuan Rumah G20 Development Ministerial Meeting

Seiring dengan implementasi pembangunan berkelanjutan, Belitung secara signifikan mulai menanggalkan ketergantungan terhadap tambang


Global Blended Finance Alliance, Langkah Inovatif Pendanaan Target Pembangunan

3 hari lalu

Global Blended Finance Alliance, Langkah Inovatif Pendanaan Target Pembangunan

Peran blended finance ditargetkan meningkat secara signifikan, mengingat negara berkembang masih berkutat dengan berbagai tantangan