IHSG Ditutup Melemah di Perdagangan Sesi I, Sektor Teknologi dan Properti Lesu

Layar pergerakan Indexs Harga Saham Gabungan atau IHSG di Gedung Busa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat, 16 September 2022. IHSG ditutup terkoreksi di level 7.168 pada perdagangan akhir pekan Jumat. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Indeks harga saham gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan sesi pertama Jumat, 23 September 2022. Indeks ditutup di posisi 7.187,8. 

"(IHSG) 0,4 persen lebih rendah dari angka penutupan Rabu (21 September)," tutur tim analis Samuel Sekuritas Indonesia, Jumat. 

Selama perdagangan sesi I, indeks sektor transportasi (IDXTRANS) menjadi indeks  dengan penguatan tertinggi mencapai 0,89 persen. Posisi kedua diisi indeks sektor konsumer non cyclical (IDXNONCYC) yang menguat 0,58 persen, disusul indeks sektor konsumer cylical (IDXCYCLIC) yang naik 0,28 persen. 

Sebaliknya, indeks sektor teknologi (IDXTECHNO) menjadi indeks sektoral yang menutup sesi pertama hari ini dengan kelesuan terdalam. Indeks menurun 1,08 persen; disusul indeks sektor properti (IDXPROPERT) yang melemah 1,03 persen dan indeks sektor energi (IDXENERGY) yang turun 1 persen.

Sebanyak 296 saham menguat pada perdagangan sesi pertama. Sementara itu, 240 melemah dan 184 stagnan. Nilai transaksinya mencapai Rp 9 triliun dengan frekuensi trading sebanyak 880.438 kali dan volume trading 169,1 juta lot.   

Adapun saham tambang batu bara Grup Bakrie, Bumi Resources (BUMI), menjadi saham yang paling aktif diperdagangkan di sesi pertama hari ini. Ffrekuensi transaksinya mencapai 18.686 kali, disusul SMDM 23.081 kali dan SOCI 22.838 kali. 

Dari sisi volume, saham BUMI menjadi yang terbanyak diperdagangkan di sesi pertama hari ini. Volumenya mencapai 36,3 juta lot; disusul BIPI 9,1 juta lot dan CARS 6,8 juta lot. 

Adapun di Amerika, bursa saham tak kalah lesu. Dow Jones ditutup melemah 0,35 persen; disusul S&P500 turun 1,84 persen dan Nasdaq 1,37 persen. Pasar saham Amerika sudah melemah tiga hari berturut-turut, seiring dengan menguatnya kekhawatiran investor bahwa kebijakan kenaikan suku bunga Fed yang agresif akan mendorong ekonomi ke dalam resesi. 

Sejumlah pasar Asia juga cenderung melemah. Di akhir sesi pertama hari ini, Shanghai terpantau turun 1 persen. Begitu juga Hang Seng melorot 0,8 persen; Kospi 1,8 persen; dan STI 0,8 persen. 

Berikut ini lima besar top gainer sesi pertama hari ini. 

SRAJ (+32 persen ke Rp132 per saham)
KJEN (+24,2 persen ke Rp200 per saham)
INRU (+22,3 persen ke Rp820 per saham) 
GPSO (+21,7 persen ke Rp157 per saham)
YPAS (+18,4 persen ke Rp940 per saham) 

Sementara itu, lima besar top loser sesi pertama hari ini  ialah sebagai berikut. 
SMDM (-6,9 persen ke Rp402 per saham)
FPNI (-6,9 persen ke Rp324 per saham)
HOMI (-6,7 persen ke Rp494 per saham) 
DEWI (-6,6 persen ke Rp224 per saham) 
SATU (-6,5 persen ke Rp71 per saham) 

Disclaimer: Berita ini merupakan hasil kerja sama dengan PT Samuel Sekuritas Indonesia. Berita ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan pembaca.

Baca juga: IHSG Langsung Menguat ke 7.209,53 Usai BI Naikkan Suku Bunga 50 Basis Poin

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

6 jam lalu

Investasi Saham atau Obligasi? Di Tengah Ancaman Rupiah Terus Melemah dan BI Rate Naik

Kinerja instrumen investasi saham diperkirakan para pakar bakal lebih baik dibandingkan pasar obligasi pada sisa kuartal IV/2022.


IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

8 jam lalu

IHSG Diperkirakan Menguat ke level 7.100, Samuel Sekuritas Soroti Saham ADRO dan BBCA

Analis dari PT Samuel Sekuritas Indonesia M Alfatih memperkirakan kenaikan IHSG di atas 7.100 akan mengakhiri channel turun dalam 3 minggu terakhir.


Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

2 hari lalu

Bursa AS Jeblok ke Level Terburuk Sejak Maret 2020, Apa Sebabnya?

Bursa saham Amerika Serikat atau Bursa AS jeblok pada akhir perdagangan Jumat, 30 September 2022.


Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

2 hari lalu

Ketidakpastian Ekonomi Dunia Bayangi Laju IHSG, Dua Sektor Berikut Bisa Dipertimbangkan

IHSG masih berpeluang mencetak rekor all time high baru pada kuartal IV/2022 meski masih dibayangi ketidakpastian global.


Sempat Tergelincir, IHSG Kembali ke Level 7.000 di Sesi Perdagangan I Akhir Pekan

3 hari lalu

Sempat Tergelincir, IHSG Kembali ke Level 7.000 di Sesi Perdagangan I Akhir Pekan

IHSG menutup sesi perdagangan sesi pertama di posisi 7.001,25 atau melemah 0,50 persen dari level penutupan perdagangan kemarin 7.036,2.


IHSG Hari Ini Berisiko Melemah, Simak Pergerakan Saham Adaro hingga Bakrie Group

3 hari lalu

IHSG Hari Ini Berisiko Melemah, Simak Pergerakan Saham Adaro hingga Bakrie Group

IHSG bisa tergelincir ke level 6.850 hingga 6.950 jika melemah di bawah 7.000.


IHSG Ditutup Melemah, Indeks Sektor Teknologi dan Transportasi Terjun Bebas

4 hari lalu

IHSG Ditutup Melemah, Indeks Sektor Teknologi dan Transportasi Terjun Bebas

IHSG menutup sesi di level 7.036 atau -0,57 persen lebih rendah daripada angka penutupan Rabu, 28 September kemarin di angka 7.077,0.


IHSG Melemah ke 7.069,8 di Sesi Pertama, Samuel Sekuritas Sebut 2 Indeks Sektoral Menguat

4 hari lalu

IHSG Melemah ke 7.069,8 di Sesi Pertama, Samuel Sekuritas Sebut 2 Indeks Sektoral Menguat

IHSG menutup sesi I di level 7.069,8 atau 0.1 persen lebih rendah dari angka penutupan Rabu di level 7,077,0.


IHSG Dibuka di Zona Hijau, Saham Telkom hingga Unilever Berpeluang Cerah

4 hari lalu

IHSG Dibuka di Zona Hijau, Saham Telkom hingga Unilever Berpeluang Cerah

IHSG hari ini menguat ke level 7.150-7.230 setelah loyo kemarin.


Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

4 hari lalu

Bakrie Group Gelar Kompetisi Startup Nasional, Besok Masuk ke Babak Final

Bakrie Group mengadakan kompetisi I-Start sebagai wadah bagi anak muda dalam mengembangkan startup