Rupiah Kian Tertekan Hingga Tembus 15.000-an per Dolar AS, Gubernur BI: Mestinya Menguat

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo di kompleks gedung Bank Indonesia, Jakarta, Jumat, 1 Maret 2019. Tempo/Hendartyo Hanggi

Demi mencegah pelemahan lebih jauh, rapat dewan gubenur BI pada 21-22 September 2022 memutuskan untuk menaikkan suku bungan acuan BI-7 day reverse repo rate sebesar 50 basis poin, dari Agustus 3,75 persen menjadi 4,25 persen. Ini supaya rupiah kembali ke nilai fundamentalnya.

"Dengan kenaikan BI rate tentu saja kita harapkan nilai tukar rupiah akan kembali ke fundamentalnya karena current account deficit kita sangat rendah, kondisi neraca pembayran sangat baik, mestinya nilai tukar rupiah itu bukan melemah tapi menguat," kata Perry.

Menurut Perry, seharusnya saat ini rupiah tidak melemah hingga di atas Rp 15.000 per dolar AS karena Kinerja Neraca Pembayaran Indonesia (NPI) terus membaik sejalan dengan kinerja ekspor yang kuat. Hingga kuartal II 2022, NPI mencatat surplus US$ 2,4 miliar, setelah mengalami defisit US$ 1,8 miliar pada kuartal sebelumnya.

Selain itu, surplus transaksi berjalan meningkat signifikan pada kuartal II 2022 terutama ditopang oleh kinerja ekspor nonmigas yang semakin baik. Transaksi berjalan mencatat surplus sebesar US$ 3,9 miliar atau setara 1,1 persen dari PDB, naik signifikan dari capaian surplus pada kuart sebelumnya sebesar US$ 400 juta atau setara 0,1 persen dari PDB.

Dengan catatan ini, Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, Destry Damayanti menekankan, rupiah memang seharusnya dalam kondisi menguat. Tapi karena indeks dolar atau dxy meingkatnya pesat dari pekab lalu di bawah 110, yaitu sekitara 107sampai 108, namun sekarang sudah menembus 111,8 menyebabkan rupiah tertekan.

"Dan ini dxy menggambar mata uang dari dolar terahadap major curency lainnya seperti poundsterling, yen, dan sebagainya. Karena ada penguatan dolar secara general, ini yang akan menyebabkan mata uang lainnya mengalami pelemahan atau depresiasi," kata Destry.

Baca: Pinjol Ilegal Masih Marak, OJK: Ditutup Satu, Tumbuh Lima

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

1 jam lalu

Analis Perkirakan Dolar Menguat dalam Beberapa Bulan Mendatang, karena...

Di tengah menguatnya indeks dolar, mata uang rupiah ditutup melemah 75 poin dalam perdagangan Senin sore, 3 Oktober 2022.


Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

5 jam lalu

Ingatkan Inflasi 2023 Bisa Lebih dari 4 Persen, Bank Indonesia: Harga Pangan dan Energi Meningkat

Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S Budiman menyebut risiko inflasi melebihi empat persen secara tahunan masih tinggi hingga 2023.


Pemerintah Diminta Jaga Inflasi Pangan Tak Melebihi 5 Persen agar Target Inflasi Nasional Tercapai

5 jam lalu

Pemerintah Diminta Jaga Inflasi Pangan Tak Melebihi 5 Persen agar Target Inflasi Nasional Tercapai

Inflasi pangan yang terjaga di kisaran 5 persen dapat membuat target inflasi nasional yang sebesar plus minus 4 persen di 2022 tercapai.


BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

6 jam lalu

BPS: Inflasi September 1,17 Persen, Tertinggi Sejak Desember 2014

BPS mengumumkan tingkat inflasi pada bulan September 2022 sebesar 1,17 persen. Dengan begitu, inflasi tahunan kini mencapai 5,95 persen.


Inflasi September Diprediksi Melonjak jadi 6,08 Persen Setelah Deflasi di Agustus, Kenapa?

8 jam lalu

Inflasi September Diprediksi Melonjak jadi 6,08 Persen Setelah Deflasi di Agustus, Kenapa?

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman memprediksi tingkat inflasi pada September 2022 bakal melonjak hingga melampaui target pemerintah. Kenapa?


Pengguna QRIS Terus Bertambah di Berbagai Pulau, Transaksi Naik Jadi Rp 9,66 Triliun

9 jam lalu

Pengguna QRIS Terus Bertambah di Berbagai Pulau, Transaksi Naik Jadi Rp 9,66 Triliun

Jumlah pengguna dan volume transaksi salah satu sistem pembayaran non tunai QRIS terus meningkat hingga saat ini.


Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

9 jam lalu

Rupiah Diprediksi Melemah di Level 15.270 per Dolar AS, Analis Beberkan Penyebabnya

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan nilai tukar rupiah hari ini dibuka berfluktuatif namun ditutup melemah.


Rupiah Digital BI Tak Tambah Jumlah Uang Beredar di Indonesia

10 jam lalu

Rupiah Digital BI Tak Tambah Jumlah Uang Beredar di Indonesia

Bank Indonesia (BI) memastikan keberadaan rupiah digital atau central bank digital currency tidak akan membuat peredaran uang di Indonesia bertambah.


BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

1 hari lalu

BI Prediksi Inflasi September 2022 Tembus 5,88 persen karena Kenaikan Harga BBM

BI memprediksi terkereknya inflasi September 2022 dipicu oleh kenaikan harga harga komoditas bensin sebesar 0,91 persen.


Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

1 hari lalu

Rupiah Melemah 2,24 Persen terhadap Dolar, Ringgit Malaysia 10,2 Persen

Bank Indonesia menyatakan depresiasi rupiah tidak sedalam nilai tukar mata uang negara setara lainnya.