Breaking News: BI Naikkan Suku Bunga Acuan 50 Basis Poin jadi 4,25 persen, Ini Sebabnya

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memberikan keterangan pers hasil rapat dewan gubernur BI bulan Januari 2020 di Jakarta, Kamis 23 Januari 2020. Tempo/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Dewan Gubernur Bank Indonesia memutuskan menaikkan suku bunga acuan BI-7 Day Reverse Repo Rate sebesar 50 basis poin (bps). Keputusan ini merupakan hasil rapat dewan gubernur (RDG) yang dilaksanakan pada 21-22 September 2022.

Dengan demikian, suku bunga acuan kini bertengger di level 4,25  persen dari bulan lalu di level 3,75 persen. Sementara itu, suku bunga deposit facility juga naik 50 bps menjadi 3,50 persen, dan suku bungan lending facility naik 50 bps menjadi 5 persen.

"Sebagai langkah front loading, preepmtive, dan forward looking untuk menurunkan ekspektasi inflasi dan memasitkan inflasi inti kembali ke sasaranya 3 persen plus minus 1 persen pada paruh ke dua pada 2023," kata Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Kamis, 22 September 2022.

Keputusan ini sesuai dengan ekspektasi para pelaku pasar keuangan di dalam negeri. Salah satunya adala konom senior Bank DBS Indonesia, Radhika Rao, yang telah memperkirakan BI bakal mengerek suku bunga acuan hingga 50 basis poin pada rapat Dewan Gubernur BI hari ini. Ekspektasi itu lebih tinggi dari pelaku pasar lain yang memperkirakan kenaikan suku bunga hanya 25 basis poin.

"Tapi ada kemungkinan yang sangat tinggi mereka menaikkan menjad 50 basis poin," kata Radhika di kantor DBS, Jakarta, Kamis, 22 September 2022.

Radhika menjelaskan peluang kenaikan suku bunga acuan dari bulan lalu 3,75 persen menjadi 4,25 persen semakin terbuka lebar. Sebab, bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve, semalam sudah mengumumkan kenaikan suku bunga acuan yang semakin agresif.

Rapat Federal Open Market Committee (FOMC) pada Kamis, 22 September, memutuskan mengerek suku bunga acuan Fed Fund Rate 75 basis poin menjadi 3-3,25 persen. Padahal sebelumnya, kenaikannya hanya diperkirakan sebesar 25 basis poin.  

Dalam pernyataan setelah keputusan suku bunga acuan, FOMC menekankan bahwa mereka sangat memperhatikan risiko inflasi. Bank sentral juga menegaskan akan mengantisipasi kenaikan berkelanjutan dalam kisaran target akan sesuai.

“Kami berkomitmen kuat untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen," demikian pernyataan FOMC.

Proyeksi kenaikan suku bunga acuan BI menjadi 50 basis poin, kata Radhika, tidak dapat dikesampingkan di tengah langkah The Fed yang hawkish dalam mengendalikan inflasi di Amerika Serikat. Kondisi ini bakal memberikan tekanan besar terhadap nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika.

"Semalam The Fed sudah mengumumkan sikap yang sangat hawkish, menaikkan rate sangat tajam, dan itu akan mempengaruhi sikap bank sentral di regional. Nilai tukar mata uang akan semakin tertekan," kata Radhika.

Baca: Sri Mulyani Beberkan 3 Prestasi Indonesia: Sangat Baik Tangani Covid-19, PDB, dan APBN

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Harga Minyak Dunia Melemah ke USD 78,74, Apakah Harga BBM di RI Bisa Segera Turun?

5 jam lalu

Harga Minyak Dunia Melemah ke USD 78,74, Apakah Harga BBM di RI Bisa Segera Turun?

Harga minyak dunia tertekan oleh kekhawatiran terhadap resesi ekonomi global dan lonjakan nilai tukar dolar AS. Bagaimana nasib harga BBM di RI?


OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

5 jam lalu

OJK Beberkan Syarat Pertahanan 3 Lapis Agar Industri Jasa Keuangan Tetap Sehat

OJK mendorong penguatan pertahanan tiga lapis untuk mewujudkan industri keuangan yang sehat, tumbuh, serta mengutamakan perlindungan konsumen.


Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

22 jam lalu

Target Transaksi Solo Great Sale 2022 Rp 2 Triliun, Ada Lelang Mobil Bekas Jokowi

Solo Great Sale 2022 atau SGS 2022 bakal dibuka mulai Ahad, 25 September 2022. Target transaksi dalam SGS yang semula dipatok senilai Rp 1,3 triliun, dinaikkan jadi Rp 2 triliun


Harga Minyak Dunia Anjlok di Level Terendah Sejak Januari, Apa Penyebabnya?

1 hari lalu

Harga Minyak Dunia Anjlok di Level Terendah Sejak Januari, Apa Penyebabnya?

Harga minyak WTI turun 5,7 persen menjadi US$ 78,74 per barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan Brent ditutup di posisi US$ 86,15 per barel.


Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

1 hari lalu

Bank Indonesia: Modal Asing Keluar Rp 3,53 T Pekan Ini, Terbanyak dari SBN

Bank Indonesia mencatat, aliran modal asing yang keluar dari pasar keuangan dalam negeri terjadi selama sepekan ini. Terutama dari pasar surat berharga negara (SBN).


Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

1 hari lalu

Bank Indonesia Prediksi Inflasi September 1,1 Persen, BBM dan Tarif Angkutan Penyumbang Utama

Bank Indonesia (BI) memperkirakan inflasi pada September 2022 mencapai 1,10 persen dibandingkan bulan sebelumnya (month-to-month/mtm).


Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

1 hari lalu

Suku Bunga BI Naik Agresif, Pengusaha: Ekonomi dan Daya Beli Turun, Inflasi Semakin Tinggi

Pengusaha memperkirakan tingkat inflasi tetap tinggi meski kebijakan suku bunga acuan Bank Indonesia agresif.


Apa Itu Suku Bunga dan Fungsinya?

2 hari lalu

Apa Itu Suku Bunga dan Fungsinya?

Naik turunnya tingkat suku bunga dipengaruhi penawaran dan permintaan uang


Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

2 hari lalu

Rupiah Masih Loyo di Tengah Kenaikan Suku Bunga, Ini Kata Ekonom

Kemarin, BI mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin.


Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

2 hari lalu

Suku Bunga Acuan Naik jadi 4,25 Persen, Kadin: Pengusaha Tingkatkan Efisiensi

Kenaikan suku bunga acuan oleh Bank Indonesia menjadi 4,25 persen dinilai akan menambah beban berat yang harus dipikul kalangan pengusaha.