Staf Khusus Erick Thohir: Migrasi Kompor Listrik Baru Uji Coba, Jangan Terlalu Kencang

Staf Khusus Kementerian BUMN Bidang Komunikasi Arya Sinulingga saat berbincang dengan awak media di Kementerian BUMN, Jakarta, Selasa, 4 Februari 2020. EKO WAHYUDI l Tempo.

TEMPO.CO, Jakarta -Staf Khusus Menteri BUMN Erick Thohir, Arya Sinulingga, mengingatkan saat ini migrasi dari gas LPG ke kompor listrik masih dalam tahap uji coba. Ketika ditanya apakah migrasi kompor listrik akan seperti migrasi dari minyak tanah ke LPG, dia meminta agar media tidak terlalu kencang memberitakannya.

“Jangan terlalu kencang juga, masih inilah, PLN masih trial, tapi kayak sudah serius gitu. Orang kita baru pendekatan kok sudah dibilang mau “dinikahin kapan” gitu,” ujar dia seusai rapat dengan Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 September 2022.

Dia juga menjelaskan bahwa migrasi ke kompor listrik tidak akan mengganggu atau menambah pasokan batu bara untuk listrik.“Kecil itu rumah tangga, kecil bangeut, kecil bangeut. Lihat komposisinya tadi paling besar itu industri. Rumah tangga itu kecil banget,” kata dia. “Kecillah.”

Selain itu, Arya menuturkan bahwa migrasi ke kompor listrik juga tidak membantu oversupply PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN. “Enggak itu juga enggak, terlalu kecil. Terlalu kecil, serius,” katanya.

Menurut dia, migrasi kompor listrik itu bertujuan untuk pertama mengurangi subsidi itu, kedua bisa membuat biaya masyarakat juga ikut turun. “40 persen lebih murah daripada menggunakan gas LPG,” kata dia.

Sementara Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan migrasi gas LPG ke kompor listrik belum tentu untuk kalangan masyarakat bawah. Menurut dia, seperti asumsi migrasi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke kendaraan listrik, akhirnya kompor listrik akan masuk ke penghuni apartemen atau perumahan.

“Kompor listrik itu, ini asumsinya akhirnya akan masuk di apartemen, di perumahan, belum tentu yang (masyarakat) bawah,” ujar dia di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Rabu, 21 September 2022. “Itu belum tentu, kan saya tidak bilang tidak.”

Adapun program yang dilakukan oleh PLN di desa-desa di Solo dan Bali, kata Erick, itu adalah uji coba. Dan penggunaan LPG akan tetap berjalan, tidak bisa langsung dihilangkan. Menurut dia, saat ini pemerintah masih merapikan peta biru mengenai energi nasional. 

“Seperti kita impor BBM dari tahun 2003. Nah karena itu kita coba yang namanya motor dan mobil listrik,” tutur dia.

Erick mencontohkan target penggunaan sepeda motor dan mobil listrik 50 persen. Untuk mencapai itu, perlu proses sulit. Sebab, produksi sepeda motor dan mobil listrik serta chip semikonduktor sedang mengalami kesulitan.

“Artinya kan tidak mudah. Tetapi apa kita musti kasih bendera putih? Kan enggak, orang lagi begini. Makanya ada trobosan yang namanya B40 dinaikkan dari B30, plus nanti mengenai etanol, Bagaimana etanol menjadi campuran untuk BBM,” kata dia.

Layaknya transisi ke sepeda motor dan mobil listrik itu, migrasi LPG ke kompor listrik pun serupa dan masih terus dirembuk oleh seluruh pemangku kepentingan. Dengan demikian, sepeda motor dan mobil biasa masih bisa dipakai, termasuk LPG yang tidak bisa langsung dihilangkan.

“Kan DME atau dimethyl ether itu masih 2028, terus masa gara-gara kita ketakutan konsumsi LPG makin besar, kita mengambil keputusan semua diganti kompor listrik. Ya enggak mungkin,” tutur Erick Thohir.

Baca Juga: Terpopuler Bisnis: Paket Kompor Listrik Gratis, Kemnaker Soroti PHK Karyawan Shopee

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Ramai Konversi LPG 3 Kg, Berikut Keunggulan dan Kekurangan Kompor Gas

1 jam lalu

Ramai Konversi LPG 3 Kg, Berikut Keunggulan dan Kekurangan Kompor Gas

Penggunaan kompor gas tentunya memiliki keunggulan dan kekurangan bagi seseorang. Berikut diantaranya.


Tak Sulit, Tips Sederhana Membersihkan Kompor Listrik

2 jam lalu

Tak Sulit, Tips Sederhana Membersihkan Kompor Listrik

Membersihkan kompor listrik ternyata cukup mudah, hanya dengan cuka dan soda kue, kompor listrik dapat menjadi berkilau kembali.


Erick Thohir Ingin Para Profesional dan Praktisi Level Global Kelola Pasar Ekonomi Syariah RI

23 jam lalu

Erick Thohir Ingin Para Profesional dan Praktisi Level Global Kelola Pasar Ekonomi Syariah RI

Erick Thohir mengungkapkan sejumlah faktor yang membuat Indonesia masih memiliki peluang memajukan ekonomi syariah


Kompor Induksi Masih Diuji Coba, Menteri ESDM Sebut Perlu Tambahan Daya untuk Listrik 450 Watt

1 hari lalu

Kompor Induksi Masih Diuji Coba, Menteri ESDM Sebut Perlu Tambahan Daya untuk Listrik 450 Watt

ESDM menyebut perlu ada tambahan daya bagi listrk 450 watt agar bisa mengakses kompor listrik induksi.


Profil Hartono Bersaudara Bos Polytron dan Djarum, Siap Produksi Kompor Listrik 1 Juta Unit Pada 2023

1 hari lalu

Profil Hartono Bersaudara Bos Polytron dan Djarum, Siap Produksi Kompor Listrik 1 Juta Unit Pada 2023

Perusahaan Hartono bersaudara akan produksi kompor listrik hingga 1 juta unit pada 2023. Ini profil Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono


Perusahaan Milik Hartono Bersaudara Kebut Produksi 1 Juta Unit Kompor Listrik pada 2023, Cuan Konversi LPG 3 Kg

2 hari lalu

Perusahaan Milik Hartono Bersaudara Kebut Produksi 1 Juta Unit Kompor Listrik pada 2023, Cuan Konversi LPG 3 Kg

Guna mendukung program pemerintah mengkonversi LPG 3 kilogram ke kompor listrik, Kemenperin meminta PT Hartono Istana Teknologi turut andil produksi.


Airlangga: Pemerintah Belum Putuskan Penerapan Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik

2 hari lalu

Airlangga: Pemerintah Belum Putuskan Penerapan Konversi LPG 3 Kg ke Kompor Listrik

Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah belum memiliki keputusan apapun untuk menerapkan program konversi dari kompor LPG 3 kg menjadi kompor listrik induksi.


Kompor Listrik Diklaim 40 Persen Lebih Murah dari LPG, Energy Watch: Tak Sebesar Itu

2 hari lalu

Kompor Listrik Diklaim 40 Persen Lebih Murah dari LPG, Energy Watch: Tak Sebesar Itu

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan penggunaan kompor listrik jauh lebih murah dibandingkan dengan gas LPG.


Migrasi Kompor Listrik, Energy Watch Beberkan Dampak Positif dan Negatifnya

2 hari lalu

Migrasi Kompor Listrik, Energy Watch Beberkan Dampak Positif dan Negatifnya

Energy Watch melihat rencana migrasi dari gas LPG ke kompor listrik atau kompor induksi memberikan dampak positif dan negatif.


Kompor Listrik Lebih Hemat dari LPG, Begini Hitung-hitungannya

2 hari lalu

Kompor Listrik Lebih Hemat dari LPG, Begini Hitung-hitungannya

PLN menyatakan konversi ke kompor listrik dapat menghemat energi sekitar Rp 8 ribu per kilogram LPG.