2 Direksi BCA Lepas Sebagian Saham, Berapa Nilai yang Dikantongi?

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja (mengenakan kimono) dan Presiden & COO JCB International Kimihisa Imada (mengenakan pakaian adat Bali) saat mengelar seremoni peluncuran Kartu Kredit BCA-JCB Black di Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Senin 11 November 2019. Tempo/Dias Prasongko.

TEMPO.CO, Jakarta - Dua direksi PT Bank Central Asia Tbk. atau BCA yakni Tan Ho Hien alias Subur Tan dan Jahja Setiaatmadja baru saja melepas sebagian saham mereka di emiten perbankan tersebut. 

Presiden Direktur Bank Central Asia Jahja Setiaatmadja melepas 1 juta saham BBCA senilai Rp8,75 miliar dalam dua kali transaksi, masing-masing 500.000 saham. 

Berdasarkan keterbukaan informasi perseroan, Jahja melepas 500.000 lembar saham BBCA dengan harga Rp8.750 per saham. Dengan ini Jahja mengantongi sekitar Rp4,37 miliar dari divestasi di BBCA. 

Selanjutnya, Jahja melepas sebanyak 500.000 saham dengan harga Rp8.725 per saham. Alhasil Jahja mendapat tambahan dana sebesar Rp4,36 miliar. 

Dengan transaksi tersebut, kepemilikan saham Jahja di BBCA berubah dari 40,81 juta saham menjadi 39,81 juta saham. Kepemilikan Jahja di BBCA kini sebanyak 0,03 persen dari total kepemilikan. 

Corporate Secretary Bank Central Asia Raymon Yonarto mengatakan penjualan saham yang dilakukan oleh Jahja bertujuan untuk melakukan renovasi rumah. Adapun untuk status kepemilikan saham bersifat langsung. 

Sementara itu, Direktur Bank Central Asia Subur Tan juga melepas sebesar 500.000 saham dengan nilai Rp8.500 per saham. Alhasil Subur memperoleh dana sebanyak Rp4,25 miliar dari divestasi tersebut. 

Meski demikian, dalam keterbukaan informasi perseroan tujuan transaksi hanya tertera sebagai penjualan. Adapun status kepemilikan saham bersifat langsung. 

Nilai kapitalisasi pasar atau market cap BBCA kembali tembus di atas Rp1.000 triliun pada sesi perdagangan kemarin, Jumat, 16 September 2022. Capaian ini menjadikan BBCA sebagai emiten dengan market cap tertinggi. 

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia, saham BBCA kokoh berada di peringkat pertama top market cap dengan capaian Rp1.031 triliun. Jumlah ini mengungguli market cap PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) yang mencapai Rp675 triliun. 

Sementara itu, pada perdagangan kemarin, saham BBCA terpantau merosot 3,43 persen atau dari level tertingginya yakni Rp8.750 menuju ke posisi Rp8.450 per lembar saham. Total saham yang diperdagangkan mencapai 398,2 juta dengan nilai turnover tembus Rp3,4 triliun. 

Menurut data RTI, sepanjang tahun berjalan atau year-to-date (ytd) saham BBCA telah meningkat 15,75 persen. Sementara itu, saham perseroan sudah tumbuh 28,81 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga: Nilai Kapitalisasi Pasar BCA Rp1.031 Triliun, Kalahkan BRI di Level Rp675 Triliun






BCA Raih 3 Sertifikasi Internasional, ISO 20000-1:2018, TVRA, dan GCCWA

23 jam lalu

BCA Raih 3 Sertifikasi Internasional, ISO 20000-1:2018, TVRA, dan GCCWA

BCA dianugerahi 3 sertifikat global, yakni ISO 20000:1-2018 terkait service management system of data center dan IT operation management; Threat, Vulnerability and Risk Assessment (TVRA) untuk data center; dan Certified World Class Help Desk dari Global Contact Center World Awards (GCCWA) 2022.


IHSG Dibuka Menguat 6.916,7, Samuel Sekuritas: Diprediksi Menguat ke 6.930

1 hari lalu

IHSG Dibuka Menguat 6.916,7, Samuel Sekuritas: Diprediksi Menguat ke 6.930

PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG akan bergerak naik ke 6.930 pada sesi perdagangan, Jumat, 3 Februari 2023.


IHSG Menguat di Sesi Pertama Hari Ini, Samuel Sekuritas: Sektor Teknologi Terbang Tinggi

2 hari lalu

IHSG Menguat di Sesi Pertama Hari Ini, Samuel Sekuritas: Sektor Teknologi Terbang Tinggi

TEMPO.CO, Jakarta- PT Samuel Sekuritas Indonesia melaporkan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG menguat di sesi pertama perdagangan hari ini. Indeks menutup sesi di level 6.885 atau naik 0,33 persen, lebih tinggi dari level penutupan pada Rabu, 1 Februari 2023 yang angkanua 6.862,2.


Raffi Ahmad Belum Putuskan Waktu RANS Lakukan IPO

3 hari lalu

Raffi Ahmad Belum Putuskan Waktu RANS Lakukan IPO

Selebritas Raffi Ahmad mengaku masih belum dapat memastikan kapan perusahaannya RANS Entertainment melakukan penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO).


IHSG Hari Ini Akan Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Cermati Saham ASII, BIPI dan TLKM

3 hari lalu

IHSG Hari Ini Akan Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Cermati Saham ASII, BIPI dan TLKM

Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG pada hari ini akan bergerak konsolidasi.


IHSG Ambrol ke 6.841,4, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Kesehatan Turun Paling Tajam

4 hari lalu

IHSG Ambrol ke 6.841,4, Samuel Sekuritas: Indeks Sektor Kesehatan Turun Paling Tajam

IHSG menutup sesi pertama di level 6.841,4, atau jeblok 0,45 persen ketimbang pada level penutupan Senin kemarin.


Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

4 hari lalu

Perusahaan Gautam Adani, Adani Group, Diterpa Masalah hingga Merugi US$ 65 Miliar

Adani Group sedang menjadi sorotan karena dituduh melakukan penipuan akuntansi. Perusahaan itu dimiliki oleh orang terkaya di Asia, Gautam Adani.


IHSG Hari Ini Bakal Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Soroti 6 Saham Berikut

4 hari lalu

IHSG Hari Ini Bakal Bergerak Konsolidasi, Samuel Sekuritas Soroti 6 Saham Berikut

Tim Riset PT Samuel Sekuritas Indonesia memprediksi Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG bergerak konsolidasi hari ini.


Samuel Sekuritas: IHSG Awal Pekan Ini Kurang Baik, Sektor Keuangan Terjun Paling Dalam

5 hari lalu

Samuel Sekuritas: IHSG Awal Pekan Ini Kurang Baik, Sektor Keuangan Terjun Paling Dalam

PT Samuel Sekuritas Indonesia mengatakan Indeks Harga Saham Gabungan atau IHSG ditutup di level 6.856,9 di sesi pertama perdagangan hari ini.


Inilah Lima Saham Berpotensi Naik Versi Astronacci, Apa Saja?

5 hari lalu

Inilah Lima Saham Berpotensi Naik Versi Astronacci, Apa Saja?

Perusahaan riset pasar keuangan Astronacci International memperkirakan saham-saham yang berpotensi mengalami kenaikan dalam waktu dekat.