Berhitung dari Inflasi, Serikat Buruh Tuntut Upah Tahun 2023 Naik 13 Persen

Ratusan massa buruh Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) melakukan aksi demo di kawasan Patung Kuda Monas, Jakarta, Senin 12 September 2022. Dalam aksinya buruh menuntut tolak kenaikan harga BBM, tolak omnibus law UU Cipta Kerja, dan naikkan UMK 2023 sebesar 10-13%. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta -Selain menolak kenaikan harga BBM atau bahan bakar minyak, serikat buruh menuntut pemerintah menaikkan upah tahun 2023 sebesar 13 persen. Pasalnya, upah mereka tidak naik sejak 2019.

Ketua Departemen Bidang Komunikasi dan Media Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Kahar S.Cahyono, menyebut kenaikan upah pada 2019 masih di angka 8,09 persen. Setelah itu pada tahun 2020 ketika terjadi pandemi Covid-19, banyak perusahaan tidak menaikkan upah pekerjanya. Hal ini, menurut Kahar, semakin diperparah dengan kebijakan dalam omnibus law UU Cipta Kerja.

“Soal tuntutan kenaikan upah 2023 sebesar 13 persen, kami menghitungnya dari jumlah inflasi dan pertumbuhan ekonomi. Dengan asumsi nilai inflasi sebear 7 persen dan pertumbuhan ekonomi 4,5 hingga 5 persen,” ujar Kahar kepada Tempo, Sabtu, 17 September 2022.

Kahar juga mengatakan kalangan buruh masih berkukuh menolak omnibus law UU Cipta Kerja. Pasalnya, UU tersebut mengandung sejumlah pasal yang berpotensi menyelenggarakan buruh. Di antaranya soal outsourcing seumur hidup.

Outsourcing seumur hidup, tanpa batasan pekerjaan. Tidak ada periode kontrak, kontrak bisa berulang kali. Kemudian upah murah sehingga daya beli buruh menjadi rendah. PHK juga dipermudah, sedangkan nilai pesangon dikurangi,” ujar Kahar.

Tuntutan soal upah ini, kata Kahar, akan kembali disuarakan dalam aksi buruh pada 4 Oktober 2022 di depan Istana Negara, DKI Jakarta—yang diikuti aksi serupa di 33 provinsi lainnya. Aksi tersebut merupakan aksi lanjutan dari demo pada 6 September di depan gedung DPR. Kahar menyebut aksi lanjutan digelar karena mereka belum mendapat respons dari pemerintah.

Adapun kata Presiden KSPI, Said Iqbal, sebelum 4 Oktober, aksi massa juga akan digelar di sejumlah daerah. Di antaranya aksi buruh di Jawa Timur, Batam, Ciamis dan Bogor pada 19 September. Kemudian pada 20 aksi buruh digelar di Cianjur dan beberapa kota di Jawa Barat. Aksi berlanjut lagi pada 21 September di Gedung Sate Bandung, Kantor Gubernur Jawa Tengah, dan Balai Kota DKI Jakarta. Sedangkan aksi 22 September dilakukan buruh di Sukabumi, Jawa Barat.

“Di tengah kenaikan harga BBM, tuntutan kenaikan upah sebesar 13 persen adalah harga mati,” kata Said, sabtu, 17 September 2022.

Baca Juga: Demo Buruh FSPMI di Depan Balai Kota DKI, Ini 3 Tuntutannya

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Bitcoin Diprediksi Melemah, Begini Kata Analis

1 hari lalu

Bitcoin Diprediksi Melemah, Begini Kata Analis

Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi memperkirakan Bitcoin akan melemah di kisaran US$ 21.506,40 per koin hingga US$ 23.635,30 per koin.


Apakah yang Anda Dapatkan Gaji atau Upah? Ini Penjelasannya

1 hari lalu

Apakah yang Anda Dapatkan Gaji atau Upah? Ini Penjelasannya

Dalam dunia kerja, istilah seperti gaji dan upah merupakan istilah yang umum dan banyak digunakan. Ternyata keduanya berbeda penerapannya.


Moeldoko Ajak Tanam Cabai dari Bantaran Ciliwung di Depok, Ia Sebut buat Tekan Inflasi

1 hari lalu

Moeldoko Ajak Tanam Cabai dari Bantaran Ciliwung di Depok, Ia Sebut buat Tekan Inflasi

Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengajak masyarakat bantaran Sungai Ciliwung menanam cabai untuk ketahanan pangan dan menekan inflasi.


Awak Bandara Berlin Mogok, 300 Penerbangan Dibatalkan

1 hari lalu

Awak Bandara Berlin Mogok, 300 Penerbangan Dibatalkan

Sebanyak 300 penerbangan dibatalkan setelah awak Bandara Berlin mogok menuntut perbaikan upah.


Kata Airlangga, Perpu Cipta Kerja untuk Cegah Amerika Tingkatkan Suku Bunga

1 hari lalu

Kata Airlangga, Perpu Cipta Kerja untuk Cegah Amerika Tingkatkan Suku Bunga

Menurut Airlangga, saat ini negara adidaya tersebut sudah mulai tertekan akibat dampak perang Rusia-Ukraina yang tak kunjung selesai.


Mentan Klaim Inflasi RI Rendah karena Kontribusi Pertanian

1 hari lalu

Mentan Klaim Inflasi RI Rendah karena Kontribusi Pertanian

Syahrul Yasin Limpo mengklaim inflasi Indonesia rendah selama tiga tahun berturut-turut karena kontribusi besar dari sektor pertanian.


Sri Mulyani Ibaratkan Resesi Bagaikan Cuaca Buruk, Simak Caranya Menguatkan Ekonomi Masyarakat

3 hari lalu

Sri Mulyani Ibaratkan Resesi Bagaikan Cuaca Buruk, Simak Caranya Menguatkan Ekonomi Masyarakat

Meski ekonomi Indonesia baik, tapi bisa terdampak resesi. Begini cara Sri Mulyani menjaga pertumbuhan Indonesia lewat penguatan ekonomi masyarakat.


Bentrok di PT GNI, Partai Buruh Singgung Lagi Soal Perpu Cipta Kerja

5 hari lalu

Bentrok di PT GNI, Partai Buruh Singgung Lagi Soal Perpu Cipta Kerja

Presiden Partai Buruh Said Iqbal angkat bicara soal bentrok antarpekerja yang terjadi di PT Gunbuster Nickel Industri (PT GNI) pada pekan lalu.


Kisah Keluarga di Mesir Bertahan di Tengah Lonjakan Inflasi

6 hari lalu

Kisah Keluarga di Mesir Bertahan di Tengah Lonjakan Inflasi

Inflasi dalam beberapa bulan terakhir yang bergerak cepat memukul daya beli masyarakat Mesir yang sebelumnya telah mengalami guncangan ekonomi


Kepala BIN Sebut 2023 Tahun Gelap, Minta Seluruh Kepala Daerah Berhati-hati

7 hari lalu

Kepala BIN Sebut 2023 Tahun Gelap, Minta Seluruh Kepala Daerah Berhati-hati

Kepala BIN, Jenderal (Purn) Budi Gunawan menyebut pihaknya telah mendapat data dari intelijen dunia yang menyebut 2023 bakal menjadi tahun yang "gelap".