OVO Tanggapi Dugaan Aliran Dana Judi Online ke Dompet Digital

Logo OVO, PT Visionet Internasional. wikipedia.org

TEMPO.CO, Jakarta - Aplikasi dompet digital, OVO buka suara soal dugaan adanya aliran dana judi online ke dompet digital. Presiden Direktur OVO, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan seluruh layanan yang disediakan OVO senantiasa mematuhi peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"OVO tidak pernah melakukan kerja sama dalam bentuk apapun, baik resmi maupun tidak resmi, dengan platform ataupun situs (judi online) mereka sebagai metode pembayaran digital," ucap Karaniya kepada Tempo, Jumat, 16 September 2022. 

Ia mengklaim OVO telah memberikan dukungan nyata dan berkomitmen dalam mendukung upaya pemerintah maupun aparat hukum dalam memberantas perjudian online di Indonesia. 

OVO, kata dia, secara secara berkala telah melakukan identifikasi dan pelaporan kepada regulator maupun lembaga pemerintah yang berwenang atas akun-akun yang diidentifikasi terlibat dalam kegiatan perjudian online.

Selain itu, Karaniya menyebutkan bahwa OVO telah melakukan pemblokiran atas akun-akun yang diidentifikasi terlibat dalam kegiatan perjudian online. Kemudian OVO juga melakukan pelaporan berkala atas situs dan akun-akun media sosial yang terkait perjudian online yang diduga mencatut nama OVO kepada lembaga pemerintah yang berwenang.

Sebelumnya, Indonesia Financial Watch (IFW) merilis hasil risetnya terkait adanya penyedia layanan dompet digital, seperti Dana, OVO, LinkAja, dan Gopay yang menjadi instrumen pembayaran langsung kegiatan judi online slot. Modusnya, yaitu pemasangan metode pembayaran menggunakan layanan dompet digital tersebut di berbagai website atau situs judi online. 

Selain itu, Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) pun menemukan adanya indikasi aliran dana judi online ke dompet digital. PPATK juga mengungkapkan akan terus memantau dan menganalisis dugaan aliran dana tersebut.

Adapun jika pengguna OVO memiliki pertanyaan lebih lanjut mengenai dugaan aliran dana judi online itu, kata Karaniya, tim Customer Experience OVO telah siap membantu pengguna melalui kanal resmi OVO, yaitu: 

Email Pusat Layanan: cs@ovo.id, Pusat Layanan Pengguna: 1 500 696, Chat (aplikasi OVO) hingga pusat bantuan pada aplikasi dan website www.ovo.id

RIANI SANUSI PUTRI 

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe

22 jam lalu

KPK Dalami Dugaan Pencucian Uang Lukas Enembe

KPK memanggil 8 saksi yang dianggap mengetahui pencucian uang Gubernur Papua Lukas Enembe.


KPK Dalami Peran Lukas Enembe Dalam Penentuan Pemenang Tender Proyek di Papua

2 hari lalu

KPK Dalami Peran Lukas Enembe Dalam Penentuan Pemenang Tender Proyek di Papua

KPK memeriksa dua saksi untuk mendalami peran Lukas Enembe dalam penentuan pemenang tender proyek di Papua.


Cara Reset Ovo yang Aman dan Benar jika Lupa PIN

8 hari lalu

Cara Reset Ovo yang Aman dan Benar jika Lupa PIN

OVO merupakan salah satu platform dompet digital yang membantu kemudahan bertransaksi. Namun bagaimana jadinya jika Anda lupa PIN untuk masuk? Berikut caranya.


Cara Tarik Tunai OVO di Indomaret dengan Mudah dan Cepat

9 hari lalu

Cara Tarik Tunai OVO di Indomaret dengan Mudah dan Cepat

Tutorial cara tarik tunai OVO di Indomaret lengkap beserta syarat dan ketentuan biaya admin per transaksi.


DANA Catat 135 Juta Lebih Pengguna pada 2022, Transaksi Harian Naik 150 Persen

9 hari lalu

DANA Catat 135 Juta Lebih Pengguna pada 2022, Transaksi Harian Naik 150 Persen

DANA sudah hadir di lebih dari 50 persen kota di luar 20 kota utama Indonesia dengan penetrasi yang sangat pesat di daerah rural.


OJK Rampungkan 20 Perkara Kasus Jasa Keuangan pada Tahun Lalu

9 hari lalu

OJK Rampungkan 20 Perkara Kasus Jasa Keuangan pada Tahun Lalu

OJK yang memiliki kewenangan penyidikan pada 2022 berhasil menyelesaikan 20 perkara kasus di sektor jasa keuangan.


Lukas Enembe Mengaku Hanya Punya Harta Rp 33,78 Miliar. Padahal KPK Sita Lebih Dari Rp 80 Miliar

12 hari lalu

Lukas Enembe Mengaku Hanya Punya Harta Rp 33,78 Miliar. Padahal KPK Sita Lebih Dari Rp 80 Miliar

Gubernur Papua Lukas Enembe tak melaporkan seluruh harta kekayaannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi.


PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

13 hari lalu

PPATK Sebut Rp 1 Triliun Lebih Hasil Tambang Ilegal Mengalir ke Partai Politik

Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK mengungkapkan ada lebih dari Rp 1 Triliun dana hasil pertambangan ilegal yang mengalir ke partai politik.


Buntut Video Viral Pamer Tabungan Rp 500 Triliun, Haji Amin Mengaku Rugi Besar

14 hari lalu

Buntut Video Viral Pamer Tabungan Rp 500 Triliun, Haji Amin Mengaku Rugi Besar

Haji Amin yang videonya memamerkan saldo tabungan Rp 500 triliun berkembang viral beberapa waktu lalu kini mengaku rugi besar. Begini ceritanya.


KPK Periksa Wakil Ketua DPR Papua Terkait Lukas Enembe

14 hari lalu

KPK Periksa Wakil Ketua DPR Papua Terkait Lukas Enembe

Wakil Ketua DPR Papua diperiksa KPK dalam perkara korupsi Lukas Enembe.