Golongan 450 VA Dihapus dan Daya Listrik Rumah Orang Miskin Naik jadi 900 VA, Respons Menteri ESDM?

Petugas PLN melakukan pencatatan meteran listrik secara langsung di rumah warga di kawasan Cipulir, Jakarta, Selasa, 30 Juni 2020. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Ketua Badan Anggaran atau Banggar DPR Said Abdullah membeberkan latar belakang kesepakatan antara pemerintah dan anggota parlemen untuk menghapus daya listrik 450 volt ampere (VA) untuk rumah tangga. Daya listrik bersubsidi 450 VA yang biasanya untuk orang miskin akan dinaikkan menjadi 900 VA.

Sebelumnya, isu penghapusan daya listrik 450 VA bergulir dalam rapat Banggar DPR dengan Kementerian Keuangan. Dalam rapat yang berlangsung pada Senin, 12 September 2022, dibahas tentang pembahasan asumsi dasar Rancangan Undang-Undang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU APBN) Tahun Anggaran 2023.

Rapat tersebut berlangsung pada Senin, 12 September 2022, dari pukul 10.00 WIB hingga menjelang petang. Di dalam rapat tersebut dibahas banyak poin dan terdapat jeda istirahat.

Salah satu pembahasan alot dalam rapat tersebut adalah pemberian subsidi dan kompensasi energi, yang mencakup bahan bakar minyak (BBM), liquid petroleum gas (LPG), dan listrik. Alokasi subsidi dan kompensasi 2022 senilai Rp 502 triliun akan habis, sehingga berpotensi terjadi limpahan atau carry over anggaran ke APBN 2023.

Selain soal subsidi dan kompensasi energi, Said juga menyoroti soal subsidi listrik. Ia mengusulkan agar pemerintah menaikkan daya listrik rumah orang-orang miskin dan rentan miskin, dari 450 VA menjadi 900 VA.

Tujuan menaikkan daya listrik orang miskin

Alasannya, kenaikan daya cenderung bakal mendorong konsumsi listrik rumah tangga. Meskipun, sebetulnya masyarakat miskin dan rentan miskin mendapatkan subsidi dari pemerintah.

Tapi dengan mekanisme yang dia usulkan tersebut, permintaan (demand) akan naik, sehingga oversupply listrik akan berkurang. Tak hanya itu, Said juga mengusulkan agar pemerintah menaikkan daya rumah tangga 900 VA menjadi 1.200 VA agar permintaan listrik lebih tinggi lagi.

Lagi pula, kata Said, dalam pelaksanaannya di lapangan, tidak perlu ada tambahan biaya dalam meningkatkan daya listrik dari 450 VA menjadi 900 VA tersebut. "PLN tinggal datang ngotak-ngatik kotak meteran, diutak-atik dari 450 VA dia ubah ke 900 VA selesai. Kenapa itu tidak ditempuh oleh pemerintah?" katanya dalam rapat tersebut, Senin, 12 September 2022.

Ia lalu menilai usul tersebut senada dengan wacana pemberian kompor listrik gratis kepada masyarakat--yang belakangan sering disampaikan oleh Menteri BUMN Erick Thohir. Peningkatan daya listrik dan pemberian kompor listrik, menurut Said, akan dapat mengikis ketergantungan bangsa Indonesia terhadap minyak.

"Umpamanya kalau dulu di zaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, masyarakat kita menerima tabung LPG 3 kilogram gratis, kenapa pemerintah tidak mencoba untuk yang 450 VA kita naikkan 900 VA? Kasih lah kompor listrik gratis masyarakat itu, kan tidak apa-apa juga," ujarnya.

Dengan begitu, menurut dia, tujuan negara hadir dan ingin membantu orang miskin benar-benar terealisasi. "Katanya kita sepakat membantu yang miskin, yang rentan miskin, tetapi kebijakannya selalu salah."

Sebelumnya, Said juga menyoroti soal penyaluran subsidi dan kompensasi energi karena subsidi tersebut diberikan kepada barang, dan akhirnya banyak yang salah sasaran.

Ia mencontohkan, Pertalite dan Solar yang diberi subsidi ternyata banyak dinikmati masyarakat mampu, bahkan oleh industri atau dunia usaha. Begitu juga elpiji 3 kilogram yang sebagian besar justru dinikmati masyarakat mampu.

Selanjutnya: Oversupply listrik justru membebani keuangan negara.






Erick Thohir: 40 Ribu UMKM Bergabung Pasar Digital UMKM

14 jam lalu

Erick Thohir: 40 Ribu UMKM Bergabung Pasar Digital UMKM

Menteri Badan Usaha Milik Negara atau BUMN Erick Thohir mengatakan saat ini ada 40 ribu UMKM yang bergabung di Pasar Digital UMKM


Biodiesel B35 Berlaku 1 Februari 2023, Isuzu Sudah Siap

21 jam lalu

Biodiesel B35 Berlaku 1 Februari 2023, Isuzu Sudah Siap

Isuzu mengklaim telah melakukan pengetesan Biodiesel B35 secara mandiri hingga 40.000 kilometer.


BTPN Salurkan Pembiayaan Hijau Rp 1,46 Triliun ke PLN

1 hari lalu

BTPN Salurkan Pembiayaan Hijau Rp 1,46 Triliun ke PLN

Bank BTPN memberikan pebiayaan hijau ke PLN.sebesar Rp 1,46 triliun untuk proyek transisi ke energi baru terbarukan.


ESDM Sebut Permen Perdagangan Karbon Aturan Wajib, Apa Saja yang Diatur?

2 hari lalu

ESDM Sebut Permen Perdagangan Karbon Aturan Wajib, Apa Saja yang Diatur?

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif resmi menerbitkan peraturan teknis terkait perdagangan karbon di pembangkit listrik tenaga uap (PLTU)


Diserang Rusia, Ukraina dapat Kiriman 237 Generator dari Jepang

2 hari lalu

Diserang Rusia, Ukraina dapat Kiriman 237 Generator dari Jepang

Secara keseluruhan bantuan Jepang ke Ukraina berjumlah 262 generator


Konsumsi Listrik RI Naik 6,15 Persen pada 2022, ESDM: Bukti Ekonomi Kita Tumbuh

2 hari lalu

Konsumsi Listrik RI Naik 6,15 Persen pada 2022, ESDM: Bukti Ekonomi Kita Tumbuh

Plt Dirjen Ketenagalistrikan ESDM Dadan Kusiana menyebutkan bahwa pertumbuhan konsumsi listrik di Indonesia sepanjang 2022 sangat baik.


Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Melonjak, Erick Thohir Beberkan Alasannya

2 hari lalu

Tingkat Kepuasan Publik ke Jokowi Melonjak, Erick Thohir Beberkan Alasannya

Erick Thohir membeberkan alasan tingginya tingkat kepuasan publik atas kinerja Presiden Jokowi yang mencapai 76,2 persen, tertinggi sejak 2015.


Bursa Calon Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali Siap Tandem dengan Siapa Saja

3 hari lalu

Bursa Calon Wakil Ketua Umum PSSI, Zainudin Amali Siap Tandem dengan Siapa Saja

"Saya berpaket dengan siapa saja," ucap Zainudin Amali soal pencalonan sebagai wakil ketua umum PSSI.


Berita Terkini: Penjelasan Naiknya Biaya Haji Ketika Arab Turunkan Ongkos Paket, Erick Thohir Ungkap Persoalan Hukum BUMN

3 hari lalu

Berita Terkini: Penjelasan Naiknya Biaya Haji Ketika Arab Turunkan Ongkos Paket, Erick Thohir Ungkap Persoalan Hukum BUMN

Berita terkini ekonomi dan bisnis petang ini mulai dari penjelasan Kemenag mengenai biaya haji hingga Erick Thohir yang ungkap persoalan hukum di BUMN


Pakistan Dilanda Pemadaman Listrik Besar-besaran

3 hari lalu

Pakistan Dilanda Pemadaman Listrik Besar-besaran

Kondisi listrik di Pakistan merupakan gambaran ekonomi negara itu yang terhuyung-huyung dari satu bail-out ke bail-out berikutnya