Perpers FIR Indonesia - Singapura Terbit, Menhub: Tanggung Jawab AirNav Makin Besar

Reporter

Menhub Budi Karya bersama Dirut AirNav Indonesia Polona (kanan) dan Dirut PT Angkasa Pura II Muhammad Awaluddin usai meninjau arus mudik di Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Jumat, 29 April 2022. TEMPO/Subekti.

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengingatkan tanggung jawab Airnav Indonesia semakin besar, setelah terbit Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2022 tentang Pengesahan Persetujuan Flight Information Region (FIR) Indonesia dan Singapura yang telah diundangkan pada 5 September 2022 lalu.

Budi Karya meminta Airnav Indonesia terus memberikan layanan navigasi penerbangan yang terbaik, dalam rangka menjalankan tugasnya menjaga keselamatan penerbangan nasional maupun internasional, serta menjaga citra Indonesia di mata dunia.

“Ini merupakan amanah yang tidak ringan untuk menjaga kepercayaan yang telah diberikan. Untuk itu saya minta Airnav memberikan layanan terbaik, menyediakan sistem dengan teknologi tinggi, SDM yang andal, serta tunduk pada ketentuan yang berlaku,” kata Budi Karya saat menghadiri HUT Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (Airnav Indonesia) yang ke-10 di Jakarta, Selasa.

Budi Karya mengungkapkan selain terbitnya Perpres FIR, lalu lintas penerbangan yang mulai meningkat setelah dua tahun terdampak pandemi Covid-19 juga menjadi tantangan tersendiri bagi Airnav Indonesia.

Ia mengatakan kehadiran Airnav Indonesia sejak tahun 2012 telah memberikan sumbangan besar dalam mendukung konektivitas dan aksesibilitas di seluruh wilayah ruang udara Indonesia. “Manfaatnya bisa dirasakan di seluruh Indonesia, yaitu untuk mempersatukan, menjaga ruang udara dan kedaulatan negara, serta turut memberikan layanan navigasi bagi penerbangan internasional,” ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Dirut Airnav Indonesia Polana B. Pramesti mengungkapkan, dengan peran dan tanggung jawab yang semakin besar, pihaknya terus berupaya meningkatkan kinerja pelayanan navigasi penerbangan.

“Sesuai tema yang kami usung dalam ulang tahun Airnav ke-10 yaitu Accelerating Change, Emerging Stronger, artinya kami harus melakukan perubahan secara cepat dan tepat untuk mewujudkan Airnav yang lebih kuat,” katanya.

Dengan telah diundangkan Perpres FIR, menjadi suatu langkah maju atas pengakuan internasional terhadap ruang udara Indonesia.

Saat ini pengelolaan ruang udara di atas Kepulauan Riau dan Natuna kembali kepada NKRI, setelah sekian lama dikelola oleh Singapura.

Upaya ini membutuhkan proses yang panjang dan tidak mudah, melalui serangkaian pembahasan yang dilakukan kurang lebih sebanyak 60 kali pertemuan.

Sejumlah manfaat yang didapatkan Indonesia dengan pengelolaan ruang udara tersebut yakni meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan, menjaga kedaulatan ruang udara Indonesia, serta meningkatkan penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

Baca Juga: AirNav Pastikan Cuaca Cerah saat Pesawat Susi Air Lepas Landas

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Citilink Tambah Sejumlah Rute Penerbangan dari Bandara Halim per 1 Desember 2022

1 hari lalu

Citilink Tambah Sejumlah Rute Penerbangan dari Bandara Halim per 1 Desember 2022

Maskapai pelat merah PT Citilink Indonesia akan menambah sejumlah rute penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma per 1 Desember 2022.


Menhub Minta Mobil Listrik Hyundai Punya Kandungan Lokal 50 Persen di 2024

1 hari lalu

Menhub Minta Mobil Listrik Hyundai Punya Kandungan Lokal 50 Persen di 2024

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meminta agar Hyundai bisa memproduksi mobil listrik di Indonesia dengan kandungan lokal mencapai 50 persen.


Mulai 1 Desember 2022, Citilink Tambah Rute Penerbangan dari Bandara Halim

2 hari lalu

Mulai 1 Desember 2022, Citilink Tambah Rute Penerbangan dari Bandara Halim

Maskapai penerbangan Citilink menambah beberapa rute penerbangan dari Bandara Halim Perdanakusuma mulai 1 Desember 2022.


Filipina Hapus Tarif Impor Kendaraan Listrik, Indonesia Kapan?

2 hari lalu

Filipina Hapus Tarif Impor Kendaraan Listrik, Indonesia Kapan?

Konsumen Filipina membayar Rp 329 juta hingga Rp 768,5 juta untuk membeli kendaraan listrik. Subsidi pembelian di Indonesia tengah digodok.


Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

4 hari lalu

Lion Air Grup Kembali Minta Maaf, Cerita Kaesang Kesal Jadwal Penerbangannya Diubah

Lion Air meminta maaf atas keluhan dari salah satu penumpang yang tak lain adalah Putra Kedua Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep.


Piala Dunia 2022, Agen Travel: Semua Penerbangan ke Qatar Terisi Penuh, Mendekati 100 Persen

6 hari lalu

Piala Dunia 2022, Agen Travel: Semua Penerbangan ke Qatar Terisi Penuh, Mendekati 100 Persen

Asita mencatat penerbangan pesawat dari Indonesia ke Qatar mencatatkan lonjakan hampir 100 persen.


Optimalkan Bandara Kertajati, Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Langsung ke Tanah Suci

7 hari lalu

Optimalkan Bandara Kertajati, Garuda Indonesia Operasikan Penerbangan Langsung ke Tanah Suci

Maskapai penerbangan Garuda Indonesia mengoperasikan penerbangan umrah dari Bandara Internasional Kertajati, Minggu, 20 November 2022


Piala Dunia 2022 Qatar, Penerbangan Jakarta - Doha Melonjak 100 Persen

7 hari lalu

Piala Dunia 2022 Qatar, Penerbangan Jakarta - Doha Melonjak 100 Persen

Asita menyatakan menyambut Piala Dunia Qatar 2022, penerbangan dari seluruh dunia ke Doha meningkat tajam, termasuk dari Jakarta.


Heru Budi Hartono Jamin Kendaraan Listrik Tidak Kena Ganjil Genap Jakarta

7 hari lalu

Heru Budi Hartono Jamin Kendaraan Listrik Tidak Kena Ganjil Genap Jakarta

Heru Budi Hartono memastikan kendaraan listrik bebas dari aturan ganjil genap di Ibu Kota.


Heru Budi Hartono Guyon Jalan-jalan Malam Pakai Kendaraan Listrik Tidak Ganggu Tetangga

7 hari lalu

Heru Budi Hartono Guyon Jalan-jalan Malam Pakai Kendaraan Listrik Tidak Ganggu Tetangga

Heru Budi Hartono mengatakan salah satu keunggulan kendaraan listrik adalah tidak mengeluarkan bunyi bising.