Rupiah Menguat 10 Poin ke 14.820 per Dolar AS, Pasar Antisipasi Data Inflasi AS

Petugas menghitung pecahan uang 100 dolar AS di tempat penukaran valuta asing Dolarindo, Blok M, Jakarta, Selasa, 10 November 2020. Pada Selasa (10/11) pukul 14.58 WIB, rupiah menguat 7,5 poin atau 0,05 persen menjadi Rp14.057,5 per dolar AS. TEMPO/Tony Hartawan

TEMPO.CO, Jakarta - Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar AS. Hal ini terlihat dari pergerakan rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin pagi, 12 September 2022, terpantau menguat. Penguatan rupiah tersebut seiring dengan pasar yang menantikan rilis data inflasi Amerika Serikat.

Pagi ini rupiah menguat 10 poin atau 0,07 persen ke posisi Rp 14.820 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah ditutup di level Rp 14.830 per dolar AS.

"Market terlihat masih menunggu laporan inflasi bulan Agustus Amerika Serikat yang akan diumumkan pada hari Selasa," kata analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta.

Ia menilai sentimen pasar masih cenderung pada agresifnya bank sentral AS atau The Federal Reserve (The Fed) dalam menaikkan suku bunga untuk menekan inflasi.

Adapun indeks dolar bertahan tidak jauh dari level terendah dua minggu menjelang data inflasi (IHK) utama AS minggu ini. Hal tersebut disebut-sebut makin mendorong The Fed untuk mempertimbangkan apakah akan memperlambat laju kenaikan suku bunganya pada pertemuan kebijakan 21 September.

Investor juga diperkirakan waspada menjelang laporan IHK AS pada Selasa besok 13 September 2022, bahkan ketika pejabat The Fed melanjutkan retorika hawkish pada akhir pekan lalu.

Gubernur Fed Christopher Waller mengatakan dia mendukung peningkatan signifikan pada pertemuan bank sentral berikutnya. Sementara Presiden Fed St. Louis James Bullard mengulangi seruannya untuk kenaikan 75 basis poin.

Sedangkan faktor internal yang mempengaruhi kurs rupiah, menurut Revandra, adalah kenaikan harga BBM. Seberapa besar dampaknya pada inflasi bulan Agustus akan memberikan dampak pada pergerakan nilai tukar rupiah," tuturnya.

Lebih jauh ia memperkirakan hari ini rupiah akan bergerak di kisaran level Rp 14.760 per dolar AS hingga Rp 14.880 per dolar AS.

Pada Jumat pekan lalu, rupiah menguat 71 poin atau 0,47 persen ke posisi Rp 14.830 per dolar AS. Padahal sebelumnya rupiah ditutup di Rp 14.901 per dolar AS.

ANTARA

Baca: Hari Ini Bantuan Subsidi Upah Rp 600.000 Cair, Cek di bsu.kemnaker.go.id

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini






Inflasi Masih Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Inggris Diprediksi Melambat

3 jam lalu

Inflasi Masih Tinggi, Pertumbuhan Ekonomi Inggris Diprediksi Melambat

Pertumbuhan ekonomi Inggris pada tahun depan diprediksi melambat karena inflasi masih tinggi. Hal ini berdampak pula pada masuknya investasi


Demo Sopir Truk Korea Selatan Picu Kelangkaan BBM

14 jam lalu

Demo Sopir Truk Korea Selatan Picu Kelangkaan BBM

Demo sopir truk Korea Selatan telah menyebabkan hampir 100 pompa bensin di seluruh negeri mengalami kelangkaan BBM


Mengulik Dampak Pemberlakuan Batas Harga pada Minyak Rusia

22 jam lalu

Mengulik Dampak Pemberlakuan Batas Harga pada Minyak Rusia

Adanya pembatasan harga atau price cap pada minyak Rusia, yang tidak boleh lebih dari USD 60, bisa berdampak pada output dan inflasi.


Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

1 hari lalu

Terpopuler Bisnis: BPS Ingatkan Tren Inflasi Desember Meningkat, Tiap Pekan Rapat Inflasi Digelar

Berita terpopuler di kanal ekonomi dan bisnis dimulai dengan kabar BPS memperingatkan kenaikan inflasi akan semakin tinggi pada Desember 2022.


Selama Bulan Desember , Bapanas Gelar Program Pangan Murah Serentak di 34 Provinsi

1 hari lalu

Selama Bulan Desember , Bapanas Gelar Program Pangan Murah Serentak di 34 Provinsi

Bapanas menyiapkan Mobilisasi Pangan dan Gelar Pangan Murah serentak di 34 provinsi selama Desember.


Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

1 hari lalu

Sebut Ekonomi RI 2023 Tertekan, Apindo Ungkap Sektor Usaha yang Omsetnya Turun Signifikan

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia atau Apindo Hariyadi B. Sukamdani mengungkapkan bahwa kondisi perekonomian Indonesia tertekan pada tahun 2023.


BPS Peringatkan Tren Inflasi Semakin Meningkat di Bulan Ini

1 hari lalu

BPS Peringatkan Tren Inflasi Semakin Meningkat di Bulan Ini

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono memperingatkan kenaikan inflasi akan semakin tinggi pada Desember 2022 ini.


Terkini: Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Pengusaha RI Khawatir Lockdown Cina

1 hari lalu

Terkini: Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Pengusaha RI Khawatir Lockdown Cina

Jokowi memerintahkan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian memprioritaskan penanganan inflasi di daerah.


Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

1 hari lalu

Prediksi The Fed Rate Kuartal I 2023 5 Persen, Bank Indonesia Ungkap Strategi Penguatan Rupiah

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo memperkirakan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat The Federal Reserve akan mencapai puncak.


Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

1 hari lalu

Jokowi Ingin Inflasi Ditangani seperti Covid-19, Tito: Setiap Minggu Dibahas dan Dievaluasi

Jokowi mengklaim upaya pemerintah mengendalikan inflasi di Tanah Air sudah detail dan cukup berhasil.