Begini Besaran Tarif Ojek Online Naik Mulai Lusa: Sebagian Pengemudi Ojol Pekanbaru Senang

Ratusan pengemudi ojek online (Ojol) membentangkan poster saat menggelar aksi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, Senin, 29 Agustus 2022. Dalam aksi tersebut mereka menuntut adanya payung hukum dan legalitas profesi ojek online, perubahan potongan komisi pendapatan mitra dan revisi perjanjian kemitraan, serta menolak keras kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM). TEMPO/M Taufan Rengganis

TEMPO.CO, Jakarta -Tarif ojek online atau ojol resmi naik per Sabtu lusa, 10 September 2022. Kebijakan ini diumumkan oleh Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Hendro Sugiatno dalam konferensi pers virtual pada Rabu, 8 September 2022.

Dengan demikian, Kemenhub secara otomatis akan mengganti ketentuan Keputusan Menteri (KM) Perhubungan Nomor KP 348 Tahun 2019 dengan beleid yang baru.

Besaran Kenaikan Tarif Ojek Online

Menurut aturan sebelumnya, besaran tarif ojol diklasifikasikan berdasarkan zona. Hendro menyampaikan, adapun besaran kenaikan tarif ojek online rata-rata adalah 8 persen.

Kenaikan harga tersebut ditambah dengan biaya sewa pengguna aplikasi yaitu 15 persen, yang turun dari sebelumnya 20 persen. Untuk biaya jasa minimal disesuaikan berdasarkan jarak 4 kilometer pertama.

“Aplikator segera menyesuaikan harga atau tarif ojek yang baru selama 3 hari ke depan,” ucap dia, Rabu lalu.

Rincian Kenaikan Menurut Zona

1. Zona I

Zona I meliputi wilayah Sumatra, Jawa (kecuali Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi), dan Bali. Tarif ojol di Zona I, batas bawah dari Rp 1.850, naik 8 persen menjadi Rp 2.000. Sedangkan untuk batas atas, naik 8,7 persen dari Rp.2.300 menjadi Rp 2.500. Sedangkan untuk biaya jasa, 4 Kilometer pertama yaitu Rp 8.000 hingga Rp 10.000.

2. Zona II

Zona II meliputi wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi atau Jabodetabek. Tarif ojol di Jabodetabek per Sabtu, 10 September 2022, naik 13 persen untuk batas bawah, dari semula Rp 2.250 menjadi Rp 2.550. Sedangkan untuk batas atas naik dari Rp 2.650 menjadi Rp 2.800, atau naik 6 persen. Untuk biaya jasa Zona II, 4 kilometer pertama yaitu yaitu Rp 10.200 hingga Rp 11.200.

3. Zona III

Zona III tarif ojol meliputi wilayah Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara dan sekitarnya, Maluku dan Papua. Tarif ojol naik dari sebelumnya dari batas bawah Rp 2.100 menjadi Rp 2.300 atau naik 9,5 persen. Sementara kenaikan tarif batas atas Zona III yaitu dari Rp 2.600 menjadi Rp 2.750 atau naik 5,7 persen. Sedangkan untuk biaya jasa 4 kilometer pertama adalah Rp 9.200 hingga Rp 11.000.

Bagaimana tanggapan pengemudi ojol terkait kenaikan tarif ojek online per Sabtu, 10 September 2022 ini?

Pengemudi Grab Pekanbaru, Riau, Abdul Hakim mengatakan kebijakan pemerintah untuk menaikkan tarif ojol adalah hal yang harus dilakukan. Hal ini mengingat harga BBM sebagai modal pengemudi beroperasi naik belakangan. Menurutnya, jika tidak ada kebijakan menaikkan tarif ojol, driver akan mengalami penurunan pendapatan atau bahkan merugi. Kendati senang, kebijakan tersebut menurutnya ada kurang dan lebihnya.

“Tarif ojol naik bakal jadi pemicu semangat bagi para driver. Tapi di sisi lain mungkin orderan sedikit menurun dibanding tarif Grab yang lama, karena pelanggan maunya tarif Grab tetap terjangkau,” kata dia, Kamis pagi, 8 September 2022.

Senada dengan Hakim, pengemudi Gojek di Pekanbaru, Kiki Suprayogi juga berpendapat bahwa kenaikan harga BBM yang tidak dibarengi kenaikan tarif ojol merugikan driver. Dia mengaku mengalami penurunan pendapatan dalam beberapa hari terakhir akibat kenaikan harga BBM. Sementara tarif ojek online masih sama. Oleh sebab itu, Kiki mengaku senang jika kenaikan tarif ojol per Sabtu, 10 September 2022 dapat direalisasikan di Pekanbaru. Kendati begitu, dia dilema lantaran tarif ojol yang naik kemungkinan menyebabkan sepi orderan.

“Bisa jadi kalau dinaikkan ongkos orderan semakin sedikit, sepi,” kata Kiki saat dihubungi Tempo, Kamis, 8 September 2022 ihwal kenaikan tarif ojek online itu.

HENDRIK KHOIRUL MUHID
Baca juga : SPAI: Status Sebagai Mitra Jadi Akar Masalah Kesejahteraan Pengemudi Ojol

Ikuti berita terkini dari Tempo.co di Google News, klik di sini.






Tarif Ojek Online Bakal Diatur oleh Gubernur, Begini Tanggapan Pengemudi

22 jam lalu

Tarif Ojek Online Bakal Diatur oleh Gubernur, Begini Tanggapan Pengemudi

Pengemudi ojek online sebelumnya menuntut agar tarif ojol dapat diatur per provinsi atau kabupaten/kota.


Agar Tempat Kerja Bebas dari Kekerasan Seksual

3 hari lalu

Agar Tempat Kerja Bebas dari Kekerasan Seksual

Pelaku usaha penting ciptakan ruang kerja yang aman dan bebas dari kekerasan seksual.


Direktur Grab Indonesia Sebut Peluang Bisnis Digital di Indonesia Masih Terbuka Lebar

8 hari lalu

Direktur Grab Indonesia Sebut Peluang Bisnis Digital di Indonesia Masih Terbuka Lebar

Managing Director Grab Indonesia Neneng Goenadi mengatakan bahwa kota-kota kecil memiliki potensi bisnis digital yang besar.


Setelah PHK 1.300 Karyawan, GoTo Bakal Divestasi Saham

8 hari lalu

Setelah PHK 1.300 Karyawan, GoTo Bakal Divestasi Saham

Pekan lalu, GoTo mengumumkan mengurangi karyawan sekitar 12 persen yang berdampak terhadap PHK 1.300 orang.


Boy Thohir Pernah Bilang GoTo akan sampai 200 Tahun, Profil Komut GoTo dan Perusahaan-perusahaannya

9 hari lalu

Boy Thohir Pernah Bilang GoTo akan sampai 200 Tahun, Profil Komut GoTo dan Perusahaan-perusahaannya

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. umumkan PHK massal 1.300 karyawan. Begini profil Komisaris GoTo Garibaldi Thohir atau Boy Thohir dan banyak perusahaannya


Cara Daftar GrabCar Terbaru Beserta Persyaratannya

9 hari lalu

Cara Daftar GrabCar Terbaru Beserta Persyaratannya

Cara daftar GrabCar terbaru beserta syarat dokumen yang harus dilengkapi untuk pengemudi mobil atau driver GrabCar.


Profil William Tanuwijaya Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia, Pernah Jadi Penjaga Warnet

9 hari lalu

Profil William Tanuwijaya Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia, Pernah Jadi Penjaga Warnet

Gonjang-ganjoing PHK Massal GoTo. William Tanuwijaya, Komisaris GoTo dan CEO Tokopedia ini pernah menjadi penjaga warnet.


Profil Pemegang Saham Terbesar GoTo: William Tanuwijaya, Melissa Siska Juminto, Andre Sulistyo, Kevin Bryan Aluwi

9 hari lalu

Profil Pemegang Saham Terbesar GoTo: William Tanuwijaya, Melissa Siska Juminto, Andre Sulistyo, Kevin Bryan Aluwi

Baru setahun, GoTo sudah melakukan PHK massal 1.300 karyawan. Berikut sekilas profil 4 pemegang saham terbesar perusahaan merger Gojek dan Tokopedia.


CEO GoTo Minta Maaf Tak Dapat Sampaikan Keputusan PHK Lebih Awal

9 hari lalu

CEO GoTo Minta Maaf Tak Dapat Sampaikan Keputusan PHK Lebih Awal

CEO PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. Andre Soelistyo menyampaikan permohonan maaf kepada karyawan yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).


Ini Pesan CEO GoTo untuk Karyawannya yang Lolos dari PHK Massal

9 hari lalu

Ini Pesan CEO GoTo untuk Karyawannya yang Lolos dari PHK Massal

CEO PT GoTo Gojek Tokopedia menyampaikan pesan kepada karyawannya yang lolos dari pemutusan hubungan kerja (PHK) pada Jumat pekan lalu.