Mengapa Perusahaan Bisa Melakukan Bakar Uang?

Ilustrasi Uang Rupiah. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas

TEMPO.CO, Jakarta - Istilah bakar uang mengacu pada tingkat  perusahaan menghabiskan kumpulan kasnya dalam skenario kerugian.  Ini metrik umum kinerja dan penilaian untuk perusahaan.

Bakar uang mengukur seberapa cepat perusahaan menghabiskan duit. Tingkat perhitungan penting untuk bisnis pemula, karena ini memberi tahu berapa banyak waktu yang dimiliki sebelum menjadi keuntungan. Mengutip Investopedia, tingkat bakar uang ditentukan melihat laporan arus kas setiap periode. Itu memperhitungkan arus kas dari operasi, aktivitas investasi, dan pendanaan.

Mengapa bisa terjadi bakar uang?

Mengutip The Balance Small Business, bakar uang biasanya dihitung untuk bisnis baru. Itu sebagai cara untuk mengukur berapa lama perusahaan harus menguntungkan atau mencari pendanaan baru. 

Bakar uang merupakan masalah bagi perusahaan pemula yang biasanya tak menguntungkan pada tahap awal dan berada di industri dengan pertumbuhan tinggi. Mungkin diperlukan waktu bertahun-tahun bagi perusahaan untuk menghasilkan laba dari penjualan atau pendapatan. Akibatnya, membutuhkan persediaan uang tunai yang cukup untuk memenuhi pengeluaran. 

Tak hanya perusahaan pemula. Bakar uang juga bisa dialami perusahaan dewasa yang sedang berjuang dan terlilit utang besar. Jika pembakaran kas perusahaan berlanjut selama periode yang diperpanjang, maka kemungkinan beroperasi dengan dana ekuitas pemegang saham dan modal pinjaman. Investor perlu memperhatikan tingkat pembakaran uang tunai, terutama bila perusahaan mencari tambahan modal.

Jika perusahaan melakukan bakar uang terlalu cepat berisiko bangkrut. Di sisi lain, bila sebuah perusahaan bakar uang tunai terlalu lambat, itu menjadi tanda tak berinvestasi pada masa depan dan akan tertinggal dalam persaingan. Tim manajemen yang efektif tahu cara mengelola kas secara tepat.

Mengurangi risiko bakar uang

1. Pertumbuhan

Mengutip Corporate Finance Institute, perusahaan bisa memproyeksikan peningkatan pertumbuhan yang meningkatkan skala ekonomi. Ini memungkinkan untuk menutupi biaya tetap, seperti pengeluaran juga penelitian dan pengembangan untuk memperbaiki situasi keuangannya. Misalnya, banyak perusahaan pengiriman makanan berada dalam skenario yang merugi. Namun, perkiraan pertumbuhan dan skala ekonomi mendorong investor untuk mendanai lebih lanjut perusahaan-perusahaan ini. Harapan untuk mencapai profitabilitas atau keuntungan pada masa depan.

2. Pemasaran

Perusahaan kerap kali menghabiskan pemasaran untuk mencapai pertumbuhan dalam basis pengguna atau penggunaan produk. Namun, start-up sering terkendala, karena kekurangan sumber daya untuk menggunakan iklan berbayar. Peretasan pertumbuhan istilah yang sering digunakan di perusahaan rintisan untuk merujuk strategi pertumbuhan yang tidak bergantung iklan yang mahal.

Baca: Apa Itu Istilah Bakar Uang dalam Bisnis?

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Venezuela dan Kubu Oposisi Kompak Minta Pencairan Dana Publik

6 jam lalu

Venezuela dan Kubu Oposisi Kompak Minta Pencairan Dana Publik

Uang milik Venezuela itu, diharapkan secara bertahap dicairkan demi mengatasi krisis kemanusiaan. Oposisi ikut mendukung hal ini


Ragam Penyebab Startup Gagal

2 hari lalu

Ragam Penyebab Startup Gagal

Ada beberapa kesalahan pengusaha saat memulai usaha yang membuat bisnis startup-nya kandas di tengah jalan, contohnya seperti berikut ini.


Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

3 hari lalu

Gempa Cianjur, Klaim Asuransi Berpotensi Mencapai Rp 38,4 Triliun

Gempa Cianjur kembali mengingatkan pentingnya masyarakat memiliki asuransi bencana alam, salah satunya asuransi gempa bumi.


Kerugian GoTo Melambung 76 Persen jadi Rp 20,32 Triliun per Kuartal III 2022

6 hari lalu

Kerugian GoTo Melambung 76 Persen jadi Rp 20,32 Triliun per Kuartal III 2022

Kerugian PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. per kuartal ketiga tahun 2022 melonjak hingga 75,49 persen menjadi Rp 20,32 triliun.


Startup Digital yang Termasuk Pandemic Darling Lakukan PHK Massal, Ini Penyebabnya

6 hari lalu

Startup Digital yang Termasuk Pandemic Darling Lakukan PHK Massal, Ini Penyebabnya

Direktur Center of Economics and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira menanggapi ihwal maraknya PHK besar-besaran di startup digital.


Memahami Posisi Stakeholder dalam Perusahaan

6 hari lalu

Memahami Posisi Stakeholder dalam Perusahaan

Stakeholder adalah pihak-pihak yang bisa mempengaruhi dan dipengaruhi oleh kebijakan perusahaan, baik positif maupun negatif. Berikut faktanya.


Pengertian Produksi dan Berbagai Jenisnya

9 hari lalu

Pengertian Produksi dan Berbagai Jenisnya

Produksi salah satu rangkaian dari kegiatan ekonomi


3 Perusahaan Serat dan Benang Tutup, Asosiasi Pengusaha: Kondisi Pasar Makin Sulit

10 hari lalu

3 Perusahaan Serat dan Benang Tutup, Asosiasi Pengusaha: Kondisi Pasar Makin Sulit

Produksi di pabrik serat dan benang filamen yang masih bertahan pun terus menurun.


OJK: Masih Ada 61 Perusahaan yang Ingin Menjadi Emiten Baru BEI

23 hari lalu

OJK: Masih Ada 61 Perusahaan yang Ingin Menjadi Emiten Baru BEI

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Inarno Djajadi mengatakan minat untuk penghimpunan dana di pasar modal masih terjaga cukup tinggi.


Pemantik Fenomena Quiet Quitting Karyawan dan Cara Mencegahnya

25 hari lalu

Pemantik Fenomena Quiet Quitting Karyawan dan Cara Mencegahnya

Apa itu fenomena quiet quitting yang kini banyak terjadi, penyebab dan cara mencegahnya? Simak penjelasan berikut.