PT KAI Minta Dukungan Kementerian ATR/BPN Atasi Masalah Aset Perusahaan

Reporter

Sejumlah warga mengangkat kandang unggas peliharaannya saat petugas gabungan melakukan penertiban bangunan liar di sekitar lintasan kereta api di Stasiun Ancol hingga Stasiun Tanjung Priok, Jakarta, Senin 14 Maret 2022. PT KAI Daop 1 Jakarta bersama unsur kewilayahan setempat secara bertahap menertibkan sekitar 326 bangunan liar dan mengimbau warga sekitar untuk menaati peraturan demi keselamatan bersama, menjaga lingkungan di sekitar jalur rel bersih dan keamanan perjalanan kereta api. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Didiek Hartantyo melakukan pertemuan dengan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Hadi Tjahjanto guna memperkuat pengamanan aset KAI dengan dukungan penuh dari pemerintah.

PT KAI mengharapkan dukungan dari Bapak Menteri ATR/Kepala BPN dalam penyelesaian berbagai permasalahan aset yang ada di wilayah KAI,” kata Didiek Hartantyo dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu, 3 September 2022.

Didiek mengatakan terdapat sejumlah permasalahan aset KAI di antaranya yaitu pendudukan aset oleh pihak-pihak yang tidak berhak dalam kurun waktu yang lama bahkan berkeinginan untuk menguasainya.

Untuk mengamankan aset tersebut, KAI terus melakukan penertiban aset dengan dibantu oleh aparat kewilayahan dan kepolisian sehingga prosesnya berjalan dengan lancar.

Hingga Agustus 2022, KAI telah melakukan penertiban asetnya berupa tanah seluas 527.952 m2 dan bangunan seluas 37.147 m2 di wilayah kerjanya seperti di DKI Jakarta, Sumatra Barat, dan Jawa Tengah.

Adapun bangunan yang telah ditertibkan yaitu berupa kios, rumah perusahaan, bangunan dinas, dan bangunan liar. Melalui penertiban tersebut, KAI telah menyelamatkan asetnya senilai Rp1,02 triliun.

Didiek mengungkapkan, KAI juga meminta Kementerian ATR/BPN agar dapat terus memberikan dukungan terhadap program penyertifikatan aset KAI yang selama ini telah berjalan baik.

Hingga Agustus 2022, luas tanah KAI yang telah bersertifikat yaitu 144 juta m2 atau 53 persen dari total luas tanah KAI yaitu 270 juta m2.

Pada 2022, penyertifikatan aset ditargetkan dapat mencapai seluas 3,9 juta m2 dan pada tahun 2023 ditargetkan sebesar 3,6 juta m2.

Selain penertiban dan penyertifikatan aset, KAI juga terus bekerja sama dengan Arsip Nasional Belanda untuk mendapatkan dokumen asli tentang aset-aset KAI.

Kata dia, dokumen ini penting untuk menunjukkan bukti bahwa aset tersebut adalah milik KAI sejak dulu.

Dengan adanya kolaborasi KAI, Kementerian ATR/BPN dan berbagai pihak ini, akan semakin memperkuat KAI jika terjadi sengketa dengan pihak-pihak yang mengklaim aset KAI misalnya, Aliansi Penghuni Rumah Negara (APRN), Aliansi Penghuni Rumah Tanah Negara (APRTN), Forum Penghuni Rumah Negara (FPRN), dan aliansi, forum, atau paguyuban lainnya.

“Dengan penyertifikatan dan penjagaan seluruh aset KAI, maka amanah pemerintah kepada kami untuk mengamankan aset-aset negara, betul-betul bisa tertata dengan baik,” kata Didiek.

Sementara itu, Menteri ATR/Kepala BPN Hadi Tjahjanto mengatakan pada pertemuan tersebut pihaknya ingin mendengarkan secara langsung apa yang menjadi permasalahan di KAI.

Menurutnya, banyak sekali permasalahan-permasalahan yang ada di sekitar jalur kereta api yang harus ditertibkan.“Permasalahan KAI akan saya coba selesaikan sebagai bentuk kehadiran pemerintah dalam membantu permasalahan aset yang ada di masyarakat,” kata Hadi Tjahjanto.

Hadi mengapresiasi kemajuan yang telah dicapai KAI. Ia menilai kereta api adalah transportasi yang memiliki keunggulan dalam kenyamanan dan ketepatan waktu.“Saat ini saya sering menggunakan kereta api untuk berpergian karena ketepatan waktunya. Makanan selama dalam perjalanan juga enak rasanya,” katanya.

Baca Juga: Demi Pemanfaatan Aset, PT KAI Bangun RTH di Pasar Rengasdengklok

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google News, klik di sini.






Selama Februari, KA Baturraden Ekspres Bandung-Purwokerto Beroperasi Setiap Hari

2 jam lalu

Selama Februari, KA Baturraden Ekspres Bandung-Purwokerto Beroperasi Setiap Hari

KA Baturraden Ekspres pertama kali dijalankan pada 25 Juni 2021, yang melayani relasi Purwokerto-Cikampek-Bandung PP.


Batal Konsolidasi Aset dengan Geodipa, Ini Rencana Pertamina Geothermal Energy

1 hari lalu

Batal Konsolidasi Aset dengan Geodipa, Ini Rencana Pertamina Geothermal Energy

Direktur Utama PT Pertamina Geothermal Energy atau PGE Ahmad Yuniarto alias AY mengaku belum akan melanjutkan rencana konsolidasi dengan Geo Dipa Energi maupun PLN


Kembali Beroperasi per Februari 2023, Begini Cara Beli Tiket Kereta Panoramic

1 hari lalu

Kembali Beroperasi per Februari 2023, Begini Cara Beli Tiket Kereta Panoramic

Kereta Panoramic akan kembali beroperasi pada akhir pekan Februari 2023. Simak rute dan cara membeli tiketnya.


Kasus Tanah di Bogor, PTUN Jakarta Batalkan Penyitaan Satgas BLBI

2 hari lalu

Kasus Tanah di Bogor, PTUN Jakarta Batalkan Penyitaan Satgas BLBI

Majelis hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) DKI Jakarta membatalkan surat penyitaan Satgas BLBI atas tanah PT Bogor Raya Development (BRD) dan PT Bogor Raya Estatindo (BRE).


Siap-siap, KAI Akan Operasikan Kereta Panoramic untuk Tujuan Bandung dan Surabaya

3 hari lalu

Siap-siap, KAI Akan Operasikan Kereta Panoramic untuk Tujuan Bandung dan Surabaya

Saat pertama kali diluncurkan pada 24 Desember 2022, kereta panoramic dirangkaikan pada perjalanan KA Taksaka Tambahan.


Kereta Panoramic Kembali Beroperasi Februari Mendatang, Apa Saja Rutenya?

4 hari lalu

Kereta Panoramic Kembali Beroperasi Februari Mendatang, Apa Saja Rutenya?

Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi mengatakan PT KAI telah merencanakan pengoperasian kembali Kereta Panoramic pada akhir pekan di bulan Februari 2023.


Direksi PT INKA Dampingi Komisi VI DPR RI Coba Naiki LRT Jabodebek

5 hari lalu

Direksi PT INKA Dampingi Komisi VI DPR RI Coba Naiki LRT Jabodebek

Direksi PT INKA mendampingi Komisi VI DPR RI mencoba menaiki LRT Jabodebek dengan rute Stasiun Harjamukti-TMII dan Stasiun Harjamukti-Ciracas (PP).


Bos BTPN Sebut Nilai Aset Perusahaan: Tercatat Nyaris Rp 200 Triliun

7 hari lalu

Bos BTPN Sebut Nilai Aset Perusahaan: Tercatat Nyaris Rp 200 Triliun

Direktur Utama Bank BTPN Henoch Munandar mengungkap nilai aset perusahaan. Hingga September 2022, aset Bank BTPN tercatat mencapai Rp 199,9 triliun.


BPN Dorong Legalisasi Aset Masyarakat Adat

7 hari lalu

BPN Dorong Legalisasi Aset Masyarakat Adat

Wakil Menteri ATR/BPN Raja Juli Antoni berkomitmen dorong legalisasi aset masyarakat adat.


BPN: Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Fase VI Dipercepat

7 hari lalu

BPN: Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap Fase VI Dipercepat

BPN mempercepat program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap-Partisipasi Masyarakat Fase VI.